Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-04 10:00:53 • 574 klik
PROSES PENGEMASAN PRODUK KOPI DOKAR PADA PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR
disusun oleh ALFA NURSAFITRI
| Subyek: | PENGEMASAN PRODUK KOPI KOPI DOKAR PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG JAWA TIMUR |
| Kata Kunci: | PENGEMASAN PRODUK KOPI KOPI DOKAR PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG JAWA TIMUR |
[ Anotasi Abstrak ]
Kopi merupakan tanaman perkebunan yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Kopi termasuk kelompok tanaman semak dari genus Coffea dan famili Rubiaceae. pada abad ke-17, Jenis kopi yang pertama kali dibudidayakan di Indonesia yaitu kopi arabika (Coffea arabica L.) dan pada awal abad ke-20 mulai dibudidayakan jenis kopi robusta. Indonesia saat ini menjadi negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia. Hasil produksi kopi Indonesia sebanyak 67% digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 33%. Tingkat konsumsi kopi dalam negeri mencapai 800 gr/kapita/tahun dan dalam kurun waktu 20 tahun konsumsi kopi terus mengalami peningkatan (Budiharjono & Fahmi, 2020). Menurut Peraturan Menteri Pertanian (2014), kopi merupakan komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Produksi kopi di Indonesia paling banyak adalah jenis kopi robusta. Hasil produksi kopi robusta Indonesia mencapai 87,1% dari total produksi kopi Indonesia. Produsen kopi Indonesia sebagian besar berada pada wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Kopi dapat diolah dalam bentuk biji kopi, biji kopi sangrai, kopi bubuk, kopi instan, dan produk lainnya yang mengandung kopi. Produk olahan tentunya membutuhkan kemasan guna melindungi produk tersebut. Kemasan yang digunakan sebagai wadah produk sudah ditemukan sejak zaman nenek moyang hingga saat ini. Seiring berkembangnya zaman, kemasan juga mengalami perkembangan dari yang masih sederhana misalnya kulit pohon dan dedaunan hingga kemasan yang diproduksi menggunakan teknologi modern. Perkembangan kemasan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi sehingga dapat membawa perubahan terhadap bentuk dan jenis kemasan. Kemasan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan frekuensi pemakaian, tingkat fleksibilitas, dan struktur sistem kemasnya. Kemasan berdasarkan frekuensi pemakaiannya dibedakan menjadi tiga yaitu disposable, multi trip, dan semi disposable (Hantoro & Soewito, 2018). Berdasarkan tingkat fleksibilitasnya, jenis kemasan dibedakan menjadi kemasan fleksibel, kemasan kaku, dan kemasan semi fleksibel. Jenis kemasan berdasarkan struktur sistem kemasnya dibedakan menjadi kemasan primer, kemasan sekunder, kemasan tersier, dan kemasan kuarter. Teknologi yang semakin modern mendorong para pelaku usaha untuk berlomba-lomba menciptakan kemasan yang sesuai dengan produk yang dikemas. Jenis kemasan yang dapat ditemui saat ini diantaranya kemasan plastik, kertas, logam, gelas atau kaca, dan kemasan kayu atau bambu. Bentuk dan jenis kemasan tersebut dibuat beraneka ragam dan disesuaikan dengan produk yang dikemas karena fungsi utama kemasan adalah melindungi produk dari pengaruh udara luar sehingga produk yang dikemas terjaga kualitasnya. Fungsi lain kemasan diantaranya untuk meningkatkan efisiensi produk, memperkenalkan identitas produk, sebagai media promosi serta untuk menarik minat konsumen untuk menjadi pelanggan dari suatu produk melalui bentuk dan desain yang bervariasi. Kemasan juga dapat disebut sebagai sales yang diam karena kemasan berperan dalam memberikan informasi terkait produk yang dikemas seperti nama produk, komposisi bahan pembuatan produk dan informasi lainnya yang dapat mendeskripsikan produk tersebut. Pemilihan kemasan produk juga diterapkan pada PT. Cahaya Pasifik Raya karena kemasan akan sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk memilih dan membeli suatu produk yang dihasilkan. Oleh karena itu para pelaku usaha harus memperhatikan pemilihan kemasan yang sesuai dengan produk yang dikemas serta menggunakan desain kemasan yang menarik. Pengemasan yang baik dan inovatif juga termasuk salah satu strategi untuk menarik perhatian konsumen sehingga konsumen akan membeli bahkan menjadi pelanggan dari produk tersebut. Pengemasan produk sangat penting dilakukan karena dapat menentukan peningkatan kuantitas penjualan produk yang dikemas karena fungsi kemasan tidak hanya sebagai wadah yang melindungi produk dari kerusakan namun juga dapat memberikan kesan menarik, nyaman, dan praktis bagi pelanggan, karena pentingnya pengemasan pada proses produksi, maka dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini membahas topik mengenai proses pengemasan.
| Kontributor | : Khoirul Hidayat, S.T., M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-07 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190331100062 |
| No Koleksi | : 190331100062 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23811-190331100062-Alfa Nursafitri#190331100062.pdf - 2232 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- FENOMENA WARUNG KOPI PANGKON (Studi Kasus Tentang Prostitusi Ilegal Warung Kopi Pangkon Di Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)
- MAKNA KEBERADAAN WARUNG KOPI (Studi Atas Makna Warung Kopi Giras 26 Bagi Masyarakat Konsumen di Jalan Banyu Urip Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya)
- Potret Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik Sebagai Media Ruang Publik ( Studi Deskriptif Kualitatif Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik )
- Moshing sebagai Media Koping Stres bagi Remaja
- PENGARUH PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN(Studi Kasus di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan)
Kembali ke Daftar 