Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-04 10:16:04 • 479 klik
BUDIDAYA TANAMAN MELON HIDROPONIK FERTIGASI MENGGUNAKAN SISTEM DRIP DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA, PASURUAN
disusun oleh Nur Hidayah
| Subyek: | BUDIDAYA TANAMAN MELON HIDROPONIK SISTEM DRIP CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA PASURUAN |
| Kata Kunci: | BUDIDAYA TANAMAN MELON HIDROPONIK SISTEM DRIP CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA PASURUAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah semusim yang masih satu keluarga dengan semangka, blewah, dan mentimun. Produksi melon selalu mengalami peningkatan dan rata-rata konsumsi buah melon di Indonesia mencapai 332.698 ton per tahunnya pada kurun waktu 2016-2020. Melon-melon yang diproduksi memang banyak, namun sebagian besar petani hanya fokus pada kuantitas yang dihasilkan. Sehingga kualitas dari buah melon yang dihasilkan tidak memuaskan. Rasa yang dihasilkan dari produksi melon biasanya memiliki rasa hambar, bentuknya relatif kecil, dan bau dari melon yang tidak harum. Permintaan pasar yang semakin tinggi terhadap buah melon ini masih terkendala oleh terbatasnya luas lahan yang produktif sehingga pilihan teknologi dan teknik penanaman yang tepat dapat mengatasi masalah ini. Salah satu teknik penanaman yang menghasilkan pada lahan tidak produktif serta lahan terbatas adalah sistem hidroponik. Menurut Nelson (2009), sistem hidroponik sesuai dengan keinginan konsumen perkotaan saat ini yaitu mencari produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah terhadap manfaat kesehatan, berpenampilan menarik, dan dapat berjangka lama dalam pemakaiannya. Sistem hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Hidroponik berasal dari bahas latin, hydro yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Dalam dunia pertanian, hidroponik adalah kegiatan pertanian yang menjadikan air sebagai media utama untuk menggantikan tanah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hidroponik adalah sistem penanaman tanpa menggunakan media tanah. Jadi, sistem ini bisa digunakan sebagai alternatif jika tidak ada lahan yang dapat ditanami. Media tanam yang digunakan dalam sistem hidroponik dapat berupa media cair atau padat. Lingga (2005) budidaya tanaman secara hidroponik memiliki beberapa keuntungan seperti : perawatan lebih praktis, pemakaian pupuk lebih efisien, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kebersihan terjamin, penanaman dapat dilakukan terus menerus tidak bergantung pada musim, dapat dilakukan penjadwalan pemanenan sehingga dapat memproduksi tanaman secara terus menerus, serta harga jual tanaman hidroponik lebih mahal. Media tanam yang baik juga patut diperhatikan dengan mencari media yang mampu menyediakan air dan unsur hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Bahan-bahan organik terutama yang bersifat limbah yang ketersediaannya melimpah dan murah dapat dimanfaatkan untuk alternatif media tumbuh yang sulit tergantikan. Pemanfaatan bahan organik seperti sabut kelapa atau cocopeat sangat cocok digunakan sebagai media tanam. Olahan minuman kelapa muda saat ini mudah ditemukan di tempat-tempat kuliner, tentu saja yang dimanfaatkan dari kelapa muda yaitu air dan dagingnya. Sedangkan tempurung dan sabutnya akan menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah kelapa muda memiliki sabut yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Cocopeat mempunyai sifat berongga sehingga udara, air, dan akar mudah masuk dalamnya dan dapat mengikat air. Hal ini sangat penting bagi akar tanaman karena media tumbuh sangat berkaitan dengan pertumbuhan akar (Putri, 2008). Selain itu kelebihan cocopeat sebagai media tanam adalah memiliki sifat yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat, serta mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P) (Muliawan, 2009).
| Kontributor | : Choirul Umam STP., MT |
| Tanggal tercipta | : 2022-05-17 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190311100026 |
| No Koleksi | : 190311100026 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23814-190311100026-Nur Hidayah#190311100026.pdf - 10195 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Kajian Dosis Pemupukan ( Urea ) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Semangka Lokal ( Cittrulus Vulgaris SCARD )
- PENGARUH MEDIA TANAM DAN WAKTU PINCHING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA KENIKIR HIAS (TAGETES PATULA L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT
- KAJIAN DOSIS PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus spinosus L.)
- Manajemen Agribisnis Melon di Paguyuban Petani Hortikultura Berkah Tani, Dusun Buluh, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun
- PENGARUH MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI UKURAN POLYBAG DENGAN SISTEM HIDROPONIK
Kembali ke Daftar 