Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-04 14:16:41 • 375 klik
UJI KOMPATIBILITAS Trichoderma sp DENGAN FUNGISIDA SEBAGAI PENGENDALI BUSUK AKAR DAN PANGKAL BATANG TEBU DI PUSAT PENLITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA (P3GI) PASURUAN
disusun oleh ZAHRATUS SYAMSIYAH
| Subyek: | Trichoderma sp FUNGISIDA TEBU PUSAT PENLITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA (P3GI) PASURUAN |
| Kata Kunci: | Trichoderma sp FUNGISIDA TEBU PUSAT PENLITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA (P3GI) PASURUAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Pendidikan merupakan salah satu dari sebuah sistem dimana berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan menambah ilmu pengetahuan yang baru di dalamnya. Perguruan tinggi sendiri merupakan salah satu intansi berbasis ilmu pengetahuan untuk sekolah menengah ke atas yang akan melanjutkan pendidikannya dengan lulusan sarjana atau diploma. Peserta didik dalam perguruan tinggi disebut mahasiswa sedangkan para tenaga pendidikannya disebut dengan dosen sehingga perguruan tinggi ini diselenggarakan agar dapat dihasilkannya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis, profesional serta dapat menerapkan dan mempraktikkan ilmunya kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 1961 tentang perguruan tinggi yang menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang tentang Perguruan Tinggi di bab 1 kententan umum pasal 2 ayat 3 yang berisi Perguruan Tinggi bertujan agar mahasiswa dapat melakukan penelitian dan usaha kemajuan dalam lapangan ilmu pengetahuan yang didapat serta dari kebudayaan dan kehidpan masyarakat . Dalam upaya untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas maka Perguruan Tinggi menetapkan program Pelatihan Kerja Lapangan atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswanya. Pelatihan Kerja Lapangan atau on-the-job training atau biasa disebut dengan PKL adalah salah satu kegiatan pelatihan dan cara penerapan ilmu kuliah yang didapatkan untuk mahasiswa dari proses pembelajaran pada saat berada di bangku kuliah yang dilakukan di sebuah perusahaan atau instansi yang memiliki relevansi erat dengan penerapan dan pengembangan ilmu oleh mahasiswa. Dengan mengikutiPKL diharapkan mahasiswa dapat menambah pengalaman dan pengetahuannya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang sebenarnya. Selain itu, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman baru dalam dunia kerja dengan menambah pengetahuan dan memiliki pandangan bekerja di dunia kerja.Lokasi PKL dipilih di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) karena beberapa pertimbangan. P3GI merupakan lembaga penelitian yang mengkaji teknologi, produk pergulaan dan pemanis yang berumur lebih dari 133 tahun sehingga akan sangat baik untuk mahasiswa mendapatkan pengetahuan terkait gula. Selain itu komoditas tebu dan tanaman pemanis yang diteliti di P3GI berkaitan erat dengan bidang pertanian dan teknologi peertanian. Selain itu lokasi P3GI di Pasuruan cukup jauh dengan Universitas Trunojoyo. Fasilitas untuk PKL di P3GI juga cukup lengkap sehingga memudahkan mahasiswa melaksanakan PKL di P3GI. Selama ini penelitian yang dilakukan di P3GI ini selalu menggunakan prinsip-prinsip biologi, sehingga dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi mahasiswa, P3GI merupakan salah satu instansi yang tepat sebagai tempat PKL untuk menambah pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas mahasiswa sesuai bidang minat mahasiswa yang sudah ditekuninya . Pelaksanaan kegiatan PKL di P3GI diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dan mengetahui secara langsung instansi tersebut sebagai salah satu tempat penerapan disiplin ilmu dan mahasiswa dapat mempelajari serta menerapkan ilmu yang didapat mahasiswa di P3GI ini. Judul PKL yang diambil adalah Uji Fungisida untuk Jamur Antagonisme Trichoderma sp Di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Penyakit busuk akar dan pangkal batang atau disebut penyakit lapuk akar dan pangkal batang atau juga yang disebut penyakit Xylaria merupakan salah satu penyakit yang relatif baru di perkebunan tebu Indonesia. Penyakit tersebut pertama ditemukan pada tahun 1993 di perkebunan tebu PT Gunung Madu Plantation, Provinsi Lampung (Hersanti dan Sitepu 2005; Sitepu et al. 2010). Penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu ini memiliki arti ekonomi yang penting pada budi daya tebu saat ini karena penyakit tersebut dapat mengakibatkan kematian pada tanaman, menurunkan bobot batang, dan dapat menurunkan rendemen. Selain itu penyakit ini juga dapat mengakibatkan tanaman keprasan (ratoon cane) gagal tumbuh karena tanaman induknya mati. Kerugian akibat penyakit busuk akar dan pangkal batang akan lebih tinggi pada tanaman ratoon dibandingkan dengan tanaman dari bibit (plant cane) dan akan terus meningkat pada generasi tanaman ratoon berikutnya. Kerugian lainnya ialah apabila pada tanaman ratoon pertama mengalami serangannya yang tinggi maka harus dilakukan penanaman ulang (replanting) untuk menghindari dapat kerugian yang lebih besar sehingga kebutuhan benih tanaman menjadi lebih banyak.
| Kontributor | : Dr. Agr., Eko Setiawan. SP., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-27 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100161 |
| No Koleksi | : 180311100161 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23826-180311100161-ZAHRATUS SYAMSIYAH_180311100161_Laporan PKL.pdf - 1867 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Proses pemurnian nira tebu di PTPN xi unit Pg. Kedawoeng Pasuruan
- KAJIAN DAN RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU VARIETAS PSJK 922 PADA LAHAN BEKAS SAWAH DAN LAHAN TEGAL (STUDI KASUS DI KECAMATAN BURNEH DAN LABENG)
- PENGARUH MEDIAPOTTRAY TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU(Saccharumofficinarum L)ASAL BAHAN TANAM BUD CHIPS
- STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN USAHATANI TEBU DI MADURA
- RESPON PERTUMBUHAN ANAKAN PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS BULULAWANG (BL) PADA LAHAN TEGAL DAN LAHAN TIDUR(STUDI KASUS DI DESA RUBARU KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP)
Kembali ke Daftar 