Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2022-07-05 09:01:42  •  285 klik

AGRIBISNIS KOMODITAS KANGKUNG DAN BAYAM HIJAU ORGANIK DI KURNIA KITRI AYU FARM MALANG DENGAN PENERAPAN URBAN FARMING
disusun oleh ROSITA INDAH SARI; AGUNG WAHYUDI; USWATUN HASANAH; ZEINAL ARIFIN

Subyek: MANAJEMEN AGRIBISNIS
KANGKUNG
BAYAM HIJAU
ORGANIK
KURNIA KITRI AYU FARM MALANG
URBAN FARMING
Kata Kunci: MANAJEMEN AGRIBISNIS
KANGKUNG
BAYAM HIJAU
ORGANIK
KURNIA KITRI AYU FARM MALANG
URBAN FARMING

[ Anotasi Abstrak ]

Pertanian organik sudah dikenal seiring berkembangnya kegiatan bercocok tanam yang telah dipraktikkan oleh manusia sejak zaman dahulu. Sementara pertanian organik modern dapat dikatakan sebagai suatu sistem budidaya pertanian yang dilakukan dengan menggunakan bahan alami dan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Tujuan dari pelaksanaan pertanian organik adalah untuk menyediakan produk-produk pertanian yang sehat dan bergizi serta dapat membantu melestarikan lingkungan. Hal ini sangat diperlukan karena kondisi pertanian Indonesia yang semakin lama semakin sulit dikendalikan baik dalam hal budidaya maupun kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini terlihat dari salah satu program yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu Revolusi Hijau. Adanya pelaksanaan Revolusi Hijau, pada era 80-an pertanian Indonesia mengalami kemajuan dan berhasil mencapai swasembada pangan serta mampu menutup keran impor. Indonesia juga mampu melakukan ekspor komoditas pertanian yang mengalami surplus ke beberapa negara di kawasan ASEAN (Alawiyah & Gunawan, 2020). Namun keberhasilan ini tidak sejalan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan yaitu kerusakan lingkungan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus menerus. Hal ini berdampak pada terjadinya kerusakan agroekosistem dan membuat hama semakin resisten terhadap pestisida kimia. Menyadari hal tersebut, salah satu solusi untuk mengurangi dampak kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas pertanian yaitu pemerintah mencanangkan program “Go Organic” pada tahun 2010 (Mayrowani, 2012 dalam Alawiyah & Gunawan, 2020). Sebelum adanya rencana dari pemerintah untuk mencanangkan mengenai program Go Organic, telah berdiri sebuah usaha yang bergerak di bidang pertanian organik bernama Kurnia Kitri Ayu Farm Malang. Usaha ini dibangun oleh seorang pensiunan Dinas Pertanian yaitu Bapak Hary Soejanto pada tanggal 6 April 2006 dengan tagline “Nyangkul Organik”. Dengan memegang teguh tiga kunci pasar yaitu kontinuitas, kuantitas dan kualitas yang membuatnya terus eksis dan berkembang hingga kini. Usaha ini juga telah mengantongi sertifikat dari INOFICE yaitu Organik Indonesia dan telah berstandar SNI yang diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hal ini menunjukkan KKAF merupakan salah satu usaha pertanian organik berbasis urban farming yang kualitasnya telah diakui secara nasional. Beberapa komoditas yang ada di KKAF adalah kangkung dan bayam hijau. Komoditas tersebut dibudidayakan secara kontinu dengan sistem urban farming. Berdasarkan data BPS pada tahun 2019 Provinsi Jawa Timur Komoditas tersebut juga memiliki segmentasi pasar yang luas serta memberikan keuntungan yang besar. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mempelajari agribisnis komoditas kangkung dan bayam hijau organik di Kurnia Kitri Ayu Farm Malang dengan penerapan urban farming.

Kontributor: Dr. Mardiyah Hayati, S.P., M.P.
Tanggal tercipta: 2022-05-19
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190321100036
No Koleksi: 190321100036


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23832-190321100036-LAPORAN PKL KKAF.pdf - 2154 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar