Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2022-07-05 09:11:41  •  462 klik

PERAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KOMODITAS BAWANG MERAH DAN CABAI RAWIT DI KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP
disusun oleh Dia Ayuni; Nur Hasiani Agustina

Subyek: BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
BUDIDAYA TANAMAN
BAWANG MERAH
CABAI RAWIT
KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP
Kata Kunci: BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
BUDIDAYA TANAMAN
BAWANG MERAH
CABAI RAWIT
KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia sebagai salah satu negara agraris menunjukkan bahwa sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Masyarakat Indonesia sebagian besar juga menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Hal ini menandakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga petani di Indonesia. Secara lebih luas, sektor pertanian terbagi dalam beberapa komoditas seperti komoditas pangan, komoditas hortikultura, komoditas peternakan, komoditas perikanan dan komoditas perkebunan. Masing-masing daerah yang ada di Indonesia tentu memiliki potensi komoditas unggulan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lahan dan iklim. Potensi komoditas unggulan tersebut harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan petani dan membantu dalam pertumbuhan pembangunan pertanian. Penyuluh pertanian sebagai sarana pembelajaran bagi petani memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas petani. Penyuluhan pertanian merupakan upaya pemberdayaan petani agar mereka mengetahui dan mampu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pertaniannya sehingga mampu meningkatkan hasil usahanya dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan suatu kegiatan menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada petani terkait dengan kegiatan pertanian. Harapan dilakukannya penyuluhan pertanian yaitu petani mampu mengubah pola perilaku dalam berusahatani dan mampu menerapkan informasi yang disampaikan oleh penyuluh. Balai penyuluhan pertanian merupakan kelembagaan penyuluh yang menaungi para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) untuk berkontribusi bagi petani dalam memaksimalkan potensi komoditas pertanian suatu daerah. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rubaru merupakan salah satu lembaga penyuluhan pertanian yang juga berperan aktif dalam memberikan informasi dan pengetahuan terhadap petani terkait dengan kegiatan pertanian mulai dari hulu sampai hilir. Di samping itu, Kecamatan Rubaru merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi pada beberapa komoditas pertanian, seperti komoditas pangan dan komoditas hortikultura. Pada komoditas pangan, Kecamatan Rubaru memiliki potensi pada komoditas padi dan jagung. Sedangkan pada komoditas hortikultura, potensi unggulannya yaitu bawang merah dan cabai rawit. Bawang merah dan cabai rawit merupakan dua komoditas yang banyak diusahakan sebagai mata pencaharian oleh petani di samping padi dan jagung. Hal ini dikarenakan kondisi lahan yang tersebar pada 11 desa di Kecamatan Rubaru memiliki potensi pengembangan pada dua komoditas tersebut. Menurut (Hasan & Suprapti, 2021) Kecamatan Rubaru menjadi sentra produksi bawang merah di Kabupaten Sumenep dengan luas panen pada tahun 2019 mencapai 669 ha atau 62.08% dari total luas panen bawang merah di Kabupaten Sumenep. Modal usahatani bawang merah menjadi salah satu kendala yang dirasakan oleh petani karena untuk melakukan budidaya bawang merah dengan baik membutuhkan modal yang relatif besar. Keterbatasan modal ini berdampak pada alokasi input yang tidak tepat jenis, waktu dan jumlah (Hasan & Suprapti, 2021). Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi yang akan mengalami penurunan. Kendala lain yang dirasakan oleh petani bawang merah yaitu alokasi pupuk bersubsidi yang tidak merata serta harga bawang merah yang cenderung berfluktuasi. Pada komoditas cabai rawit, kendala umum yang dihadapi oleh petani yaitu menurunnya produksi yang disebabkan oleh perubahan iklim yang tidak dapat diperkirakan. Menurut (Yasin et al., 2017) perubahan iklim yang cukup ekstrim berdampak pada penurunan produksi cabai yang cukup signifikan sehingga keuntungan petani cenderung menurun dan mengakibatkan kerugian pada petani. Sama halnya dengan bawang merah, fluktuasi harga juga menjadi kendala yang berarti bagi para petani cabai rawit di Kecamatan Rubaru. Kendala yang terjadi pada usahatani bawang merah dan cabai rawit di Kecamatan Rubaru membutuhkan peran penyuluh sebagai lembaga yang memfasilitasi petani dalam pemecahan masalah terkait dengan kegiatan pertaniannya. Peran penyuluh yang belum optimal sebagai media komunikasi dan fasilitasi juga menjadi salah satu faktor penyebab kendala yang dihadapi oleh petani belum terpecahkan. Oleh karena itu, perlu adanya optimalisasi peran Balai Penyuluhan Pertanian sebagai media komunikator, fasilitator, dan edukator antara penyuluh dengan petani dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh para petani bawang merah dan cabai rawit di Kecamatan Rubaru.

Kontributor: Andrie Kisroh Sunyigono, SP., MP. Ph.D
Tanggal tercipta: 2022-06-02
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190321100004
No Koleksi: 190321100004


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23833-190321100004-BPP Sumenenp.pdf - 2469 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar