Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-06 13:58:49  •  338 klik

TEKNIK PEMERIKSAAN White Spot Syndrom Virus (WSSV) PADA UDANG Penaeus spp. DENGAN METODE NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION (NESTED PCR) DI LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II
disusun oleh NAFIDHOTUL LAILI UMMAH

Subyek: White Spot Syndrom Virus (WSSV)
UDANG Penaeus spp.
NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION (NESTED PCR)
LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II
Kata Kunci: White Spot Syndrom Virus (WSSV)
UDANG Penaeus spp.
NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION (NESTED PCR)
LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II

[ Anotasi Abstrak ]

Biologi sel dan molekuler merupakan bidang ilmu yang terus menerus berkembang. Ilmu ini bermanfaat hampir di semua bidang, baik dalam bidang medis untuk menangani kelainan-kelainan genetik dan penemuan obat-obat baru, pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, dan kelautan. Infeksi penyakit salah satunya yaitu virus adalah ancaman terbesar bagi produksi dan budidaya udang di banyak negara. Peningkatan pesat dalam bidang budidaya sejak 1980 memfasilitasi tingginya penyebaran dan wabah patogen, virus pada khususnya. Udang merupakan salah satu jenis ikan mempunyai komoditas ekspor yang tinggi yang berada dalam sektor perikanan selain hal tersebut udang juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi (Amrillah et al., 2015). White Spot Syndrom Virus (WSSV) telah menjadi salah satu masalah utama penyakit dalam budidaya udang di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi penyebab uatam kegagalan budidaya udang. White Spot Syndrom Virus (WSSV) adalah sebuah penyakit udang yang secara signifikan menyebabkan tingginya mortalitas udang dan kerusakan parah pada budidaya udang. Infeksi White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada budidaya udang menyebabkan kematian kumulatif hingga 100% dalam waktu 3-4 hari. Gejala penyakit pada organisme dapat timbul karena interaksi antara tiga faktor, yaitu inang, agen penyakit, dan lingkungan. Lingkungan yang tidak terjaga dengan baik, maka akan cenderung berpengaruh pada pertumbuhan patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada organisme peliharaan. Praktik Kerja Lapang ini dilakukan karena ingin mengetahui metode yang digunakan untuk pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada udang. Udang merupakan salah satu sumberdaya yang belum dieksplorasi secara optimal dan banyak dibudidayakan di Indonesia tetapi memiliki banyak permasalahan seperti salah satu nya White Spot Syndrom Virus (WSSV) yang merugikan petambak udang (Zhu et al., 2019). Pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada produk kelautan dan perikanan dilakukan karena merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin mutu dari produk kelautan dan perikanan. Kegiatan yang dilakukan dalam pengujian virus pada produk kelautan dan perikanan adalah nekropsi sampel, ekstraksi, amplifikasi dan elektroforesis. Sampel yang akan di uji memiliki parameter yang berbeda-beda dan pada setiap parameter memiliki pedoman standarisasi yang berbeda. Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai teknik pemeriksaan White Spot Syndrom Virus (WSSV) perlu untuk dilakukan yang merupakan bagian dari salah satu parameter pada laboratorium Balai KIPM Surabaya II, agar mengetahui apakah produk kelautan dan perikanan layak untuk dipasarkan serta aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut yang melatar belakangi kegiatan PKL dengan judul Teknik Pemeriksaan White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada Penaeus spp. Dengan Metode Nested Polymerase Chain Reaction (NESTED PCR) di Laboratorium Balai KIPM Surabaya II.

Kontributor: Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel., M.Si.
Tanggal tercipta: 2022-05-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100036
No Koleksi: 190341100036


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23866-190341100036-Nafidhotul Laili Ummah_190341100036_Ilmu Kelautan.pdf - 3971 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar