Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-07 14:35:35  •  495 klik

UJI KADAR HISTAMIN PADA IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN (PMP2KP) BANYUWANGI
disusun oleh Aprilia Putri

Subyek: KADAR HISTAMIN
IKAN LEMURU
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN (PMP2KP) BANYUWANGI
Kata Kunci: KADAR HISTAMIN
IKAN LEMURU
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN (PMP2KP) BANYUWANGI

[ Anotasi Abstrak ]

Potensi perikanan di Selat Bali sangat tinggi, salah satunya yaitu ikan pelagis. Ikan pelagis kecil yang mempunyai potensi tinggi kebanyakan yaitu jenis ikan lemuru. Tidak hanya potensinya yang tinggi, namun juga nilai ekonomisnya. Masyarakat Indonesia sudah banyak yang mengkonsumsi ikan lemuru. Ikan lemuru termasuk dalam ikan musiman karena kemunculannya tergantung oleh musim. Tangkapan ikan lemuru mencapai 80% sehingga dapat terbilang besar. Daerah tangkapan ikan lemuru juga tergatung oleh kondisi perairan (Rahadian et al. 2019). Histamin yang terkandung dalam ikan dapat menyebabkan keracunan pada manusia, apabila dikonsumsi. Seseorang yang mengkonsumsi ikan dengan histamin tinggi maka akan timbul gejala setelah 20-30 menit mengkonsumsinya. Gejala yang terjadi antara lain seperti kemerahan pada wajah, sakit perut, diare, sakit kepala, dan jantung berdebar. Gejala lainnya seperti kemerahan pada leher, pinggang atau kemerahan umum. Gejala ringan dapat disembuhkan dengan sendirinya dalam waktu 12-28 jam (Joenputri dan Ketut 2018). Ikan lemuru biasanya mengandung beberapa bakteri yang dapat merusak serta menurunkan kualitas suatu produk. Bakteri tersebut antara lain Bacillus subtilis, M. morganii, dan E. coli yang ditandai dengan naiknya kadar histamin pada ikan. Histamin terbentuk mulai dari ikan yang mati dan pada ikan yang dibekukan pada suhu diatas 4°C dengan waktu yang lama. Punggung ikan merupakan bagian yang dapat membentuk histamin lebih banyak. Daging ikan lemuru mengandung asam amino yang tinggi sehingga berpotensi dalam dekarboksilasi asam amino, berbeda dengan jenis ikan lainnya. Histidin merupakan asam amino standart di dalam protein. Asam amino histidine terdapat pada ikan yang memiliki komponen utama dari buffer non karbonat yang akan melindungi ikan dari perubahan pH. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kandungan histamin pada ikan lemuru semakin meningkat. (Akirthasary 2021). Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan pengujian di Laboratorium Kimia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Banyuwangi mengenai uji kadar histamin pada ikan lemuru (Sardinella Lemuru).

Kontributor: Wahyu Andy Nugraha S. T., M. Sc., PhD
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100109
No Koleksi: 190341100109


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23879-190341100109-APRILIA PUTRI_190341100109_ILMU KELAUTAN.pdf - 2959 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar