Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-07 14:40:36  •  591 klik

TEKNIK PEMBESARAN IKAN BADUT (Amphiprion ocellaris) MENGGUNAKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
disusun oleh RENGGANIS KIRANA DEWI

Subyek: PEMBESARAN IKAN
IKAN BADUT
KERAMBA JARING APUNG
BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Kata Kunci: PEMBESARAN IKAN
IKAN BADUT
KERAMBA JARING APUNG
BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia menjadi salah satu negara yang diharapkan dapat menghasilkan produk kelautan dan perikanan terbesar pada tahun 2015 (Kusrini 2010). Sector perikanan dan kelautan menjadi wadah untuk menjadi salah satu penggerak utama perekonomian yang masih harus ditingkatkan roda produksinya agar dapat memenuhi kesejahteraan hidup masyarakat. Salah satu hasil perikanan dan kelautan adalah ikan hias, baik ikan hias air tawar dan juga ikan hias air laut.ikan hias adalah salah satu hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dalam pasar lokal maupun internasional. Ikan hias banyak diminati karena memiliki warna yang menarik terutama ikan hias air laut. Ikan hias air laut merupakan ikan hias yang hidup pada air asin atau laut, yang diambil bukan untuk keperluan konsumsi melainkan untuk hiasan seperti pada aquarium (Hasanah et.al 2019). Jenis ikan hias di Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional salah satunya yaitu ikan badut (Amphiprion ocellaris) dan banggai cardinal fish (Kusrini 2010). Salah satu jenis yang banyak dibudidayakan yaitu ikan badut jenis Amphiprion ocellaris. Jenis Amphiprion ocellaris banyak diminati untuk dibudidayakan karena relative mudah dalam proses pembudidayaannya. Proses yang dilakukan dalam pembudidayaan ikan badut Amphiprion ocellaris yaitu proses pembenihan, pemenihan, pendederan sampai budidaya atau pembesaran (Arjanggi et.al 2013). Proses budidaya ikan badut (Amphiprion ocellaris) yang relative mudah membuat para pembudidaya terus meningkatkan kualitas hasil agar dapat memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas ikan badut (Amphiprion ocellaris). Peningkatan komoditas dalam proses budidaya biasanya dilakukan dengan menggunakan system Keramba Jaring Apung (KJA). System Keramba Jaring Apung (KJA) menjadi salah satu system budidaya yang mengalami perkembangan yang pesat. System Keramba Jaring Apung (KJA) banyak digunakan karena memiliki teknologi yang baik dalam pembenihan dan pembesaran, harga jual yang tinggi, dan juga kebijakan pemerintah yang memberikan subsector perikanan budidaya menjadi prioritas utama dalam pembangunan perikana dimasa yang akan datang (Yunus et.al 2019). Tingginya nilai ekonomi pada ikan badut (Amphiprion ocellaris) menjadi sumber penghasilan utama bagi para pembudidaya. Permintaan pasar yang tinggi membuat ikan badut (Amphiprion ocellaris) banyak dibudidayakan sehingga perlu diperhatikan dari segi efisiensi waktu dan tenaga, namun dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil yang dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui Teknik Pembesaran Ikan Badut dengan Sistem Keramba Jaring Apung di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kontributor: Dr. H. Agus Romadhon
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100008
No Koleksi: 190341100008


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23880-190341100008-RENGGANIS KIRANA DEWI#190341100008.pdf - 4378 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar