Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-07 15:00:21  •  410 klik

TEKNIK PENGGELONDONGAN IKAN KERAPU HYBRID CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) DI INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK
disusun oleh Mohammad Arizal Mustofa

Subyek: PENGGELONDONGAN IKAN
IKAN KERAPU HYBRID CANTANG
INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK
Kata Kunci: PENGGELONDONGAN IKAN
IKAN KERAPU HYBRID CANTANG
INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi, kerapu ini dapat dibudidayakan pada padat tebar tinggi dan pertumbuhannya lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis kerapu yang lainnya (Rahma-ningsih dan Ari, 2013). Menurut Mayunar et.al. (1993) ikan kerapu memiliki peluang besar dalam pasar domesrik seperti Batam, Tanjung Pinang, dan jakarta atau pasar internasional seperti Hongkong, Singapura, Korea, Taiwan, dan Jepang. Ikan kerapu tersebar diseluruh daerah tropis dan sub tropis di dunia (Randal dan Ben-Tuvia, 1983). Ikan Kerapu Cantang merupakan hasil pesilangan atau hibridasi antara Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) betina dan Kerapu Kertang (Epinephelus lanceoulatus) jantan yang merupakan hasil dari penelitian BPBAP Situbondo. Tingkat pertumbuhan benih kerapu cantang dapat mencapai 2 kali lipat pertumbuhan kerapu macan (Wibowo, 2010). Budidaya Ikan kerapu merupakan komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tingginya permintaan mengharuskan kegiatan budidaya memenuhi stok bibit dan tidak mengambil dari alam karena tidak mencukupi dan terbatas. Perlu adanya distribusi benih ke balai benih agar memenuhi permintaan stok bibit serta ternyaminnya kontinunitas benih tiap musim, namun saat ini masih belum ada produksi benih secara masal (Puja dan Panudyamanu, 2007). Beberapa tempat budidaya kerapu berbentuk industri yang terintegrasi dengan sistem produksi tersegmentasi. Segmentasi ini terdiri dari pembenihan, penggelondongan, dan pembesaran yang umumnya terpisah pada lokasi berbeda. Kerapu dipelihara di hatchery sampai ukuran 2-3 cm, kemudian dilanjutkan dengan penggelondongan (nursing) sampai ukuran 7-10 cm untuk selanjutnya dibesarkan di karamba jaring apung (KJA) di laut (Ismi dan Budi, 2020). Penggelondongan dilakukan di bak yang ada di darat (onshore tank) untuk mencegah tingkat kematian yang tinggi (Ismi et. al., 2012). Penggelondongan merupakan salah satu cara untuk mempersingkat waktu pemeliharaan di keramba jaring apung (KJA) agar kontinuitas produksi dapat terpenuhi sesuai permintaan pasar (Aslianti, 2010). Penggelondongan kerapu membutuhkan sistem pemeliharaan yang tepat dan efisien untuk mempertahankan peforma budidaya benih yang optimal. Kombinasi produksi yang efisien dengan performa budidaya yang baik akan menghasilkan keuntungan ekonomi yang tinggi bagi pembudidaya yang menerapkan segmentasi produksi (Ismi dan Budi, 2020).

Kontributor: Dr. Apri Arisandi, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100053
No Koleksi: 190341100053


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23883-190341100053-Mohammad Arizal Mustofa_190341100053_Ilmu Kelautan.pdf - 11766 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar