Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-08 10:56:08 • 455 klik
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN PENOLONG PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG
disusun oleh CHARISMA INTAN ENGGAR PANJARIKA
| Subyek: | BAHAN BAKU BAHAN PENOLONG PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG |
| Kata Kunci: | BAHAN BAKU BAHAN PENOLONG PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG |
[ Anotasi Abstrak ]
Garam adalah suatu kumpulan senyawa kimia memiliki penyusun terbesar yaitu natrium klorida (NaCl) dan pengotor yaitu kalsium sulfat (CaSO4), serta magnesium klorida (MgCl2), sedangkan garam alami mengandung senyawa magnesium klorida, magnesium sulfat, magnesium bromida dan senyawa yang lainnya (Arwiyah et al. 2015). Garam memiliki sifat/karakteristik higroskopis yaitu suatu benda yang mudah menyerap air dengan tingkat kepadatan sebesar 0,8-0,9 dan titik lebur pada tingkat suhu 801̊C. garam bisa berasal dari air laut dan air danau asin, selanjutnya tersimpan di dalam tanah/tambak garam (Daulay 2019). Terdapat dua sektor yang berkaitan dengan penggunaan komoditi garam yaitu konsumsi rumah tangga dan industri. Dimana jumlah garam konsumsi yang akan dibutuhkan dapat diketahui dengan cara mengkalikan jumlah penduduk Indonesia dengan rata-rata konsumsi tiga kilogram per kapita per tahun. Di indonesia tingkat konsumsi garam yang cukup tinggi, dapat dilihat dari pengelompokan konsumsi garam yaitu terbagi dalam empat kelompok, yang pertama garam konsumsi rumah tangga dan industri aneka pangan, pengolahan minyak, industri kulit dan tekstil serta industri Chlor alkali plan dan industri obat- obatan (Daulay 2019). Indonesia salah satu negara pengahasil garam yang menggunakan air laut sebagai bahan baku pembuatan garam. Garam yang dihasilkan merupakan hasil proses penguapan dan kristalisasi air laut dikenal dengan istilah garam krosok (kasar). Garam krosok ini tidak dapat dikonsumsi secara langsung ataupun menjadi bahan baku dan bahan penolong untuk kebutuhan industri, karena kadar NaCl masih dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI). Maka dari itu perlu dibutuhkan suatu proses untuk mengubah garam krosok (kasar) menjadi garam konsumsi ataupun garam industri (Sumada et al. 2016). Salah satu pulau penghasil garam terbesar yaitu pulau Madura, dimana lahan garamnya sebesar 15.000 hektar. Sampang merupakan salah satu kabupaten di pulau Madura yang menghasilkan produk garam paling besar di urutan kedua di Indonesia. Pada tahun 2015 kabupaten Sampang memproduksi sebanyak 466.200 ton. Sepanjang tahun 2019 pemerintah telah melakukan impor garam sebanyak 2,6 juta ton, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 5,4% apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. PT Garam (Persero) unit Camplong merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di Kabupaten Sampang yang mengolah garam kasar (krosok) menjadi garam konsumsi (halus). Garam bahan baku (krosok) yang diproses oleh PT Garam (Persero) ini berasal dari beberapa daerah yang ada di Madura, yaitu Pamekasan, Sumenep dan Pengarengan. Hasil produksi dari PT Garam (Persero) selalu memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. PT Garam (Persero) unit Camplong dapat memproduksi jenis garam halus (release) kurang lebih 70 ton dalam sehari. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran perusahaan yaitu mengenai produksinya. Kelancaran produksi ini dapat mempengaruhi laba yang akan diperoleh dari perusahaan. Oleh karena itu setiap perusahaan mampu mengendalikan persediaan bahan baku yang optimal untuk kelancaran proses produksinya. Melalui pengendalian persediaan ini perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu dan meminimalkan biaya persediaan (Lahu 2017).
| Kontributor | : Khoirul Hidayat, S.T., M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-28 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190331100085 |
| No Koleksi | : 190331100085 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23916-190331100085-Charisma Intan Enggar Panjarika#190331100085.pdf - 1743 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Perancangan sistem penilaian Prestasi kerja karyawan guna menentukan insentif karyawan
- Perancangan dan aplikasi sistem informasi pengadaan bahan baku PR.djagung padi Malang-Jawa Timur
- PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE ALGORITMA WAGNER WITHIN DAN SILVER MEAL(STUDI KASUS DI UD. BUDI JAYA)
- ANALISIS PRODUKSI INDUSTRI GENTENG DI KECAMATAN KARANG PENANG KABUPATEN SAMPANG
- ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERDASARKAN ALIRAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIFO(Studi Kasus Di PJ. Madura Sari Sampang)
Kembali ke Daftar 