Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2022-07-11 10:05:11  •  231 klik

MESIN DAN PERALATAN INDUSTRI PADA PRODUKSI KARET (Heave Brasiliensis) PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI
disusun oleh RIFQI SYARIF HIDAYAT

Subyek: MESIN INDUSTRI
KARET
PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI
Kata Kunci: MESIN INDUSTRI
KARET
PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI

[ Anotasi Abstrak ]

Kegiatan produksi adalah kegiatan penambahan nilai guna suatu produk berupa barang atau jasa dengan melewati proses awal sampai dengan hasil akhir dari proses produksi. Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk akhir sebagai output dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input dalam proses produksi tersebut. Faktor produksi bersifat mutlak dalam setiap kegiatan produksi karena faktor produksi dapat menentukan kelancaran proses input menjadi output (Sudarso 2022). Jumlah faktor produksi adalah tetap, jumlah penggunaan faktor produksi tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada atau tidaknya kegiatan produksi, faktor produksi harus tetap tersedia sedangkan jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung tingkat produksinya. Semakin besar tingkat produksi, maka semakin banyak pula faktor produksi yang digunakan (Mandala dan Parthana 2002). Menurut Khaidarmasyah dan Ridwan (2019), identifikasi faktor yang memengaruhi kinerja proses produksi dikelompokkan berdasarkan kategorisasi yang telah ditetapkan berdasarkan faktor produksi, yang dikenal sebagai (5M) meliputi Man Money Material Machine Method. Menurut Hidayat (2019), pengelolaan persediaan dapat menentukan berapa banyak jumlah persediaan barang, keseimbangan faktor produksi juga diperlukan untuk menunjang kelancaran aktivitas produksi. Faktor produksi tersebut meliputi (5M) yaitu bahan (Material), mesin (Machine), metode (Method), modal (Money), dan sumber daya manusia (Man). Kelima faktor produksi tersebut harus saling melengkapi satu sama lain agar dapat mencapai keberhasilan suatu proses produksi. Mesin dan peralatan adalah suatu perlengkapan yang digunakan untuk mempermudah kinerja dalam menghasilkan barang maupun jasa. Untuk mencegah proses pengerjaan yang rumit, maka dari berbagai industri menggunakan mesin yang berteknologi canggih untuk mempermudah proses produksi sehingga lebih menghemat waktu dan lebih efisiensi terhadap SDM yang keluar (Aziza dan Irwan 2010). Menurut Jasasila (2017), mesin dan peralatan merupakan salah satu aspek penting untuk kinerja dalam sebuah perusahaan. Mesin dan peralatan juga merupakan suatu perlengkapan industri yang digerakkan oleh suatu kekuatan atau tenaga yang digunakan untuk membantu manusia dalam menghasilkan produk. Dengan kata lain apabila progresnya baik, maka dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini melaporkan tentang mesin dan peralatan industri berdasarkan referensi-referensi diatas. Terdapat beberapa mesin dan peralatan industri digunakan dalam industri karet setengah jadi pada PT Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon Kediri. Adapun beberapa mesin dan peralatan industri yang digunakan, diantaranya mesin crepe mangel TBC, mesin crepe mangel RSS, mesin crepe mangel sampel lateks, mesin press, perpipaan dan pengaliran lateks, perpipaan dan pengaliran air, bak koagulasi, sekat aluminium, tongkat pengaduk, mangkok cetakan, saringan, timbangan, bambu penjemur, begel, spray gun, alat pengangkut dan penggaris. Terdapat beberapa ruang lingkup pembahasan dalam pelaporan pelaksanaan PKL yang terkait mesin dan peralatan industri diantara, penjadwalan maintenance, kerusakan pada mesin dan peralatan industri dan cara perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan industri. Menurut Karunia et al. (2017), kegiatan penjadwalan maintenance diklasifikasikan menjadi kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance. Preventive maintenance merupakan tindakan perawatan yang dilakukan secara terencana untuk mencegah terjadinya potensi kerusakan. Sedangkan corrective maintenance dilakukan setelah terjadinya kerusakan, sehingga merupakan bagian dari perawatan yang tidak terencana. Menurut Daulay et al. (2013), kerusakan mesin disebabkan oleh komponen-komponen mesin yang sering atau terus-menerus mengalami kerusakan serta penyebabnya karena belum adanya tindakan perawatan yang baik yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut Tanurahardja et al. (2009), maintenance atau perawatan mempunyai arti aktivitas yang dilakukan untuk mencegah kerusakan. Sedangkan repair atau perbaikan mempunyai arti kegiatan atau tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan.

Kontributor: Dr. Darimiyya Hidayati, S.TP., M.P
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190331100020
No Koleksi: 190331100020


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23960-190331100020-Rifqi Syarif Hidayat#190331100020.pdf - 1965 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar