Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-07-11 14:30:48  •  516 klik

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CAISIM (Brassica juncea) DI CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
disusun oleh AMMAR HERWANTO

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
CAISIM
CV. TANI ORGANIK MERAPI
KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
CAISIM
CV. TANI ORGANIK MERAPI
KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

[ Anotasi Abstrak ]

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan tanaman sayuran yang tumbuh di iklim sub-tropis yang mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Kandungan yang terdapat pada Caisim adalah protein 6,3%, karbohidrat 11,2%, Vitamin A 84,9%, Vitamin B 12,3%, dan Vitamin C 59%. Selain itu daun Caisim berkhasiat untuk peluruh air seni, akarnya berkhasiat sebagai obat batuk, obat nyeri pada tenggorokan dan peluruh air susu, bijinya berkhasiat sebagai obat sakit kepala. Caisim pada umumnya banyak ditanam di dataran tinggi, namun dapat pula di dataran rendah. Caisim termasuk tanaman yang mampu beradaptasi terhadap suhu tinggi (panas). Caisim merupakan komoditi yang memiliki nilai komersial dan digemari masyarakat Indonesia. Tanaman Sawi merupakan salah satu tanaman sayur yang sudah populer di masyarakat dan termasuk komoditi yang digemari terutama varietas sawi hijau sehingga permintaan jenis sayur ini sangat besar. Di Provinsi Gorontalo produksinya mencapai 220 ton pada tahun 2007 dan meningkat menjadi 244 ton pada tahun 2008. Namun pada tahun 2009 menurun menjadi 108 ton dan semakin menurun hingga tahun 2011 menjadi 83 ton. Masa panen yang singkat dan pasar yang terbuka luas merupakan daya tarik untuk mengusahakan caisim. caisim mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis crop, kubis bunga dan brokoli. Konsumsi caisim diduga akan mengalami peningkatan sesuai pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya daya beli masyarakat, kemudahan tanaman ini diperoleh di pasar, dan peningkatan pengetahuan gizi masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan budidaya yang sudah ada agar hasilnya meningkat(Rukmana, 1994). Permintaan masyarakat terhadap caisim semakin lama semakin meningkat. Dengan permintaan caisim yang semakin meningkat, maka untuk memenuhi kebutuhan konsumen, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas, perlu dilakukan peningkatan produksi. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan daun Caisim baik sebagai bahan pokok maupun sebagai pelengkap masakan tradisional serta sering sebagai pelengkap masakan cina.

Kontributor: Ir. Amin Zuchri M. P.
Tanggal tercipta: 2021-04-20
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100062
No Koleksi: 180311100062


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23969-180311100062-Ammar Herwanto_180311100062.pdf - 3317 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar