Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-12 11:15:30 • 862 klik
PENERAPAN SANITASI INDUSTRI PADA PROSES PRODUKSI TEH HIJAU (Camellia Sinensis L) DI PT CANDI LOKA NGAWI
disusun oleh INDRIANA WULANDARI
| Subyek: | SANITASI INDUSTRI PROSES PRODUKSI TEH HIJAU PT CANDI LOKA NGAWI |
| Kata Kunci: | SANITASI INDUSTRI PROSES PRODUKSI TEH HIJAU PT CANDI LOKA NGAWI |
[ Anotasi Abstrak ]
Teh hijau merupakan produk teh yang dihasilkan tanpa proses oksidasi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase yang terdapat pada daun teh menggunakan suhu tinggi. Metode tersebut dilakukan agar dapat mencegah terjadinya oksidasi enzim katekin, sehingga teh hijau mengandung katekin yang tinggi (Nadhira et al., 2020). Katekin merupakan salah satu senyawa utama dari substansi teh hijau yang paling mempengaruhi mutu daun teh. Karakteristik teh hijau dapat dibedakan menjadi dua yaitu karakteristik sifat luar dan karakteristik sifat dalam. Karakteristik sifat luar yaitu warna teh kering hijau muda dan hijau kehitaman, ukuran homogen dan tidak tercampur remukan, bentuk tergulung dan terpilin, aroma wangi sampai kurang wangi, dan tidak apek. Sedangkan karakteristik sifat dalam yaitu air seduhan jernih, sedikit berwarna hijau atau kekuning–kuningan. Warna tersebut tetap walaupun seduhannya sudah menjadi dingin. Rasa khas teh hijau sedikit pahit dan lebih sepat dibanding teh hitam. Ampas seduhan berwarna hijau. Teh hijau memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kanker, membantu dalam menurunkan berat badan, dan mencegah kerusakan gigi. Kandungan dari teh hijau yaitu polifenol, asam fenolik dan tanin (Rusmayati et al., 2017). Berdasarkan karakteristik tersebut, maka diperlukan proses produksi yang menghasilkan teh hijau sesuai dengan standart. Teh hijau yang dihasilkan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI merupakan syarat untuk menentukan kelayakan suatu produk untuk dipasarkan. SNI digunakan untuk menentukan standar kelayakan yang akan digunakan pada suatu produk. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01- 03945-1995 kriteria teh hijau yang harus dipenuhi agar dapat dipasarkan meliputi warna, bentuk, bau, tekstur, benda asing dan keragaman ukuran sehingga perusahaan harus menerapkan standar tersebut. Selain itu, beberapa parameter seperti kadar air, kadar abu total, kadar abu larut dalam air, kadar abu larut asam, dan kadar alkalinitas abu merupakan parameter yang sering dilakukan untuk mengevaluasi mutu produk teh. Hal tersebut dikarenakan parameternya sudah ditetapkan dan diakui pada berbagai standar kualitas teh di dunia. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 3945-2016 bahwa pada kandungan teh hijau harus memenuhi kadar air maksimal 8%, total abu minimal 4% dan maksimal 8%, kandungan abu larut air minimal 45%, kandungan abu tak larut asam maksimal 1%, alkanilitas abu minimal 1% dan maksimal 3%, serat kasar maksimal 16,5, dan kandungan polifenol minimal 15%. Untuk memenuhi standart tersebut maka perlu memperhatikan mengenai penerapan sanitasi industri dan SSOP perusahaan. Setiap proses produksi harus memenuhi standart sanitasi industri. Produk yang bermutu dan terjamin keamanannya memerlukan adanya sanitasi industri yang baik. Sanitasi merupakan pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran dan kerusakan pada hasil olahan. Sanitasi bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman. Sanitasi adalah suatu usaha dalam mencegah berbagai penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap produk (Marsanti Widiarini, 2018). Menurut Agustina (2018), Sanitasi adalah pengendalian terhadap sesuatu yang ingin dijaga terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan maupun pencemaran. Sanitasi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu usaha yang mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempengaruhi efek, merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup (Rianti et al., 2018). SSOP merupakan rangkaian prosedur standart penerapan prinsip pengelolaan lingkungan dengan melalui kegiatan sanitasi dan hygiene, untuk memelihara kondisi sanitasi yang umumnya berhubungan dengan seluruh fasilitas produksi atau area perusahaan. Dalam proses pengolahan teh, sanitasi sangat penting untuk dilakukan demi menjaga dari kerusakan maupun tercemarnya produk teh. Aspek sanitasi dalam produksi pangan merupakan program yang tidak dapat dipisahkan dalam industri. Sanitasi dalam industri meliputi sanitasi bahan baku sampai dengan produk akhir dan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi yang dapat menyebabkan kontaminasi pada produk seperti sanitasi peralatan produksi, sanitasi pekerja, sanitasi bangunan, serta perlakuan-perlakuan yang berhubungan langsung dengan bahan karena sanitasi sangat terkait dengan keamanan pangan bagi konsumen (Floridiana, 2019). Berdasarkan pengaruh penerapan sanitasi industri dan SSOP perusahaan terhadap keseluruhan aspek produksi suatu produk ini menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan praktik kerja lapang di PT Candi Loka. Dimana aspek sanitasi yang akan dibahas meliputi sanitasi pekerja, sanitasi bangunan, sanitasi peralatan dan mesin, sanitasi proses produksi, dan sanitasi limbah. Penerapan SSOP tersebut meliputi keamanan air; kondisi dan kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan pangan; pencegahan kontaminasi silang; menjaga fasilitas pencuci tangan, sanitasi dan toilet; proteksi dari bahan-bahan kontaminan; pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan bahan toksin yang benar; pengawasan kondisi kesehatan personil yang dapat mengakibatkan kontaminasi; dan pengendalian hama. SSOP sangat penting untuk diterapkan supaya menghasilkan produk yang berkualitas dan aman. Adanya Praktik Kerja Lapang ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya sekaligus sebagai sarana pembanding antara teori dan praktik langsung dari teori tersebut.
| Kontributor | : Dr. Burhan, S.TP. MT |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-14 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190331100063 |
| No Koleksi | : 190331100063 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23982-190331100063-INDRIANA WULANDARI#190331100063.pdf - 3670 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Sanitasi Industri di perusahaan brem suling indah jaya Madiun
- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- SANITASI INDUSTRI IKAN TERI DI PT. MARINAL INDOPRIMA
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Kembali ke Daftar 