Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-14 09:42:56 • 772 klik
PENGARUH PASANG SURUT DAN BATIMETRI TERHADAP ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
disusun oleh SOFYANA ASHARI
| Subyek: | PASANG SURUT AIR LAUT BATIMETRI PELAYARAN TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR |
| Kata Kunci: | PASANG SURUT AIR LAUT BATIMETRI PELAYARAN TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR |
[ Anotasi Abstrak ]
Oseanografi fisik mempunyai parameter dengan ruang lingkup yang terbilang cukup banyak, namun dalam hal ini hanya beberapa parameter terkait yang akan dibahas, seperti batimetri dan pasang surut yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Parameter-parameter tersebut nantinya akan berguna dalam berbagai aktivitas atau kegiatan di perairan Teluk Balikpapan. Menurut Tanto et al., (2016) juga mengungkapkan bahwa data batimetri atau kedalaman dasar laut, serta pasang surut akan sangat berguna dalam alur perlayaran kapal dan keperluan navigasi lainnya, yang mana terdapat beberapa lokasi (topografi) dasar laut dengan kedalaman yang cukup rendah, apalagi terjadi pada saat kondisi air laut surut sehingga kapal atau karam yang melintas di wilayah tersebut akan berakibat fatal. Pasang surut adalah sebuah fenomena yang terjadi akibat adanya kombinasi antara gaya gravitasi dengan gaya tarik menarik benda-benda astronomi khususnya matahari, bulan, dan bumi, sehingga menyebabkan terjadinya pergerakan naik turunnya permukaan air laut. Indonesia diapit oleh samudera Pasifik dan samudera Hindia, hal tersebut menyebabkan pasang surut air laut terjadi secara periodik dan berkala (Fadilah et al., 2014). Informasi mengenai pasang surut sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, mengingat ilmu tersebut merupakan salah satu dasar, khususnya pada bidang kelautan, seperti menangkap ikan, proses keberangkatan dan masuknya kapal ke pelabuhan, pembangunan dermaga, pelabuhan, tol laut dan infrastruktur lepas pantai, selain itu juga digunakan untuk eksplorasi mineral, minyak bumi, dan penanaman pipa atau kabel bawah laut yang didalam proses pengerjaannya sangat membutuhkan informasi pasang surut (Missa et al., 2018). Batimetri merupakan ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut atau kedalaman dari suatu perairan. Menurut Maulana Oktiyas, (2018) menjelaskan bahwa parameter batimetri merupakan parameter yang sangat penting dalam kegiatan perencanaan struktur dekat pantai seperti pekerjaan engineering, penentuan jalur pipa, manajemen pelabuhan, operasi pengerukan, pengeboran minyak, pendeteksi topografi, dan lain-lain. Peta batimetri menunjukkan relief dasar laut dari sebuah perairan yang disajikan dalam bentuk garis kontur kedalaman. Peta batimetri pada implementasinya digunakan untuk mengetahui relief dasar bawah air, penentuan jalur pelayaran, perencanaan pembangunan pinggir pantai, pendeteksi bencana bawah air, mengetahui karakteristik morfologi suatu perairan, dan lain-lain (Sayyid et al., 2020). Kedalaman perairan akan selalu berkaitan dengan faktor-faktor hidro oseanografi, seperti pasang surut, arus, dan gelombang lokal (internal waves) serta dipengaruhi oleh morfologi dari suatu perairan (Maulana Oktiyas, 2018). Pembangunan sarana dan prasarana dalam keselamatan navigasi perlu dilakukan perkembangan dan kemajuan, salah satunya alur pelayaran kapal. Menurut Syaputri et al., (2016) menjelaskan bahwa penentuan alur pelayaran membutuhkan data-data pendukung seperti data batimetri, pasang surut, serta ukuran kapal yang akan masuk ke dalam wilayah tersebut. Alur pelayaran yang ditentukan diawali dengan tahapan survei batimetri terlebih dahulu. Hal ini diperlukan karena pergerakan pasang surut air laut bersifat periodik, sehingga pada saat melakukan survei batimetri terjadi perubahan ketinggian permukaan laut. Survei batimetri adalah pengumpulan data dengan metode penginderaan atau rekaman permukaan dasar laut yang dibuat berdasarkan hasil sounding (pengukuran kedalaman) dan dihubungkan dengan nilai elevasi muka air laut, orientasi medan, dan hasil pengukuran geodetik (Irawan et al., 2018). Lokasi penelitian yang terletak di perairan Teluk Balikpapan dipilih karena menjadi jalur pelayaran kapal, sehingga membutuhkan informasi mengenai keadaan pasang surut air laut dan batimetri perairan dengan tujuan keamanan navigasi. Data pasang surut dan kedalaman dasar laut (batimetri) yang digunakan sebagai penentuan alur pelayaran ditujukan agar kapal-kapal yang melintasi tidak mengalami kecelakaan, serta tidak merusak ekosistem lingkungan sekitar. Informasi pasang surut air laut juga berguna bagi penduduk setempat dalam melangsungkan kebutuhan hidupnya, serta bermanfaat untuk analisa perencanaan fasilitas laut, mengetahui tipe pasang surut, meramalkan fluktuasi muka air, dan lain-lain (Nurqolis Vitta, 2020).
| Kontributor | : Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App,Sc |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-06 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190341100030 |
| No Koleksi | : 190341100030 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24050-190341100030-SOFYANA ASHARI#190341100030#ILMU KELAUTAN.pdf - 9753 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pemetaan Batimetri di Perairan Pulau Mandangin dengan Data Citra Landsat 8
- Studi Batimetri Untuk Kesesuaian Ekowisata Pantai Di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep
- PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN ALAT FISH FINDER GARMIN DAN FURUNO DI PERAIRAN PULAU GILI KETAPANG,KABUPATEN PROBOLINGGO.
- PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
- PEMETAAN BATIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) DI PULAU NUSA BARUNG, JEMBER
Kembali ke Daftar 