Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-14 14:55:12  •  386 klik

KONDISI KLOROFIL-A DI SELAT MADURA PADA MUSIM BARAT DAN TIMUR TAHUN 2000 (LA NINA), 2010 (NETRAL) DAN 2014 (EL NINO)
disusun oleh INDAH ANGGARAENI

Subyek: KLOROFIL-A
SELAT MADURA
MUSIM BARAT DAN TIMUR
Kata Kunci: KLOROFIL-A
SELAT MADURA
MUSIM BARAT DAN TIMUR

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan sebuah negara maritim yang hampir 2/3 wilayahnya adalah lautan dengan banyak gugusan pulau yang dihubungkan oleh perairan (Kurnianingsih et al., 2017). Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang maritim, seperti perikanan. Salah satu wilayah yang berpotensial dalam bidang perikanan adalah Perairan Selat Madura. Selat madura merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) II yang ada pada Provinsi Jawa Timur dan memilliki luas sekitar 10.962 km2 hal tersebut menjadikan Perairan Selat Madura menempati urutan ke-3 setelah Laut Jawa dan Samudera Hindia. Adapun sumberdaya ikan yang dapat ditemukan pada Perairan Selat Madura antara lain ikan layang, ikan kembung, ikan kurisi, ikan teri, ikan selar, ikan tembang, ikan layur, ikan tongkol dan ikan tenggiri (Hidayah et al., 2020). Banyaknya ikan yang ditemukan di Perairan Selat Madura tentunya memiliki sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas perairan tersebut. Produktivitas primer merupakan perubahan karbon anorganik menjadi karbon organik. Produktivitas primer dari suatu perairan dapat diketahui dengan kelimpahan fitoplankton yang berperan dalam proses fotosintesis. Fitoplankton dapat ditemukan dari permukaan air laut hingga pada kedalaman tertentu dimana intensitas cahaya masih bisa menembusnya untuk melakukan fotosintensis (Nuzapril et al., 2019). Klorofil-a merupakan indikator untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton di suatu wilayah perairan (Nuzapril et al., 2017). Klorofil-a juga disebut dengan pigmen fotosintetik dari fitoplankton. Indeks klorofil-a dapat menghubungkan produksi ikan karena adanya sebaran klorofil-a pada suatu perairan yang mengindikasikan banyaknya ikan pada wilayah perairan tersebut (Prayoga et al., 2017). Konsentrasi klorofil-a dipengaruhi oleh kondisi musim dan fenomena iklim, salah satunya adalah fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang t erbagi menjadi fase El Nino dan La Nina (Nurkhairani et al., 2018). ENSO merupakan variabilitas tahunan yang menonjol di wilayah Pasifik tropis karena memberikan pengaruh iklim yang signifikan di berbagai wilayah yang ada di seluruh dunia (Su et al., 2018). ENSO terjadi karena interaksi antara laut dan atmosfer yang dimodifikasi dari proses dinamika dari ENSO itu sendiri (Putra et al., 2020). Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian mengenai konsentrasi klorofil-a di Selat Madura saat kondisi normal dan ENSO akankah ditemukan perbedaan jumlah konsentrasi atau tidak.

Kontributor: Ary Giri Dwi Kartika, S.Kel.,M.Si
Tanggal tercipta: 2022-07-06
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100066
No Koleksi: 190341100066


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24066-190341100066-INDAH ANGGARAENI#190341100066#ILMU KELAUTAN.pdf - 4653 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar