Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-15 07:40:44  •  395 klik

TEKNIK PEMBERIAN PAKAN CALON INDUKAN IKAN BADUT (Amphiprion ocellaris) DENGAN PAKAN PELET DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) SEKOTONG LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT
disusun oleh ISMAYA KENZA CHALIZTA

Subyek: IKAN BADUT
PELET
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) SEKOTONG LOMBOK
NUSA TENGGARA BARAT
Kata Kunci: IKAN BADUT
PELET
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) SEKOTONG LOMBOK
NUSA TENGGARA BARAT

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga bagiannya terdiri dari lautan dengan keanekaragaman terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai ikan hias maupun ikan konsumsi. Salah satu sumber daya laut adalah segala jenis ikan hias laut yang memiliki peluang menjanjikan di pasar internasional. Ikan hias laut salah satunya adalah ikan Badut (Amphiprion ocellaris) atau biasa disebut ikan anemon adalah ikan akuarium yang hidup di terumbu karang (Moria et al., 2007). Terumbu karang merupakan satu dari ekosistem laut yang memiliki produktivitas primer yang sangat tinggi, dengan produktivitasnya yang tinggi menjadikan terumbu karang sebagai sebagai salah satu habitat serta tempat aktivitas berbagai biota laut. Dengan kelebihannya tersebut, diperkirakan bahwa terumbu karang dihuni oleh sekitar 30% dari 15.000 spesies dari ikan laut yang ratusan jenisnya dapat hidup berdampingan dengannya (Sari et al., 2014). Umumnya, ikan yang menghuni terumbu karang menetap di kawasan tersebut seumur hidup. Satu dari berbagai jenis ikan karang berasal dari Familia Pomacentridae dengan subfamili Amphiprioninae. Semua ikan dalam subfamili Amphiprioninae yang hidup di terumbu karang bersimbiosis dengan anemon. Anemon berperan sebagai host (tuan rumah) untuk ikan badut (Amphiprion ocellaris) dapat ditemukan di perairan dangkal. Turunnya kondisi terumbu karang di Indonesia berdampak pada berbagai aspek, salah satu dari aspek tersebut adalah penurunan jumlah spesies anemon yang berdampak langsung pada hilangnya habitat ikan badut (Amphiprion ocellaris) yang hidupnya bergantung pada anemon yang secara langsung mengakibatkan penurunan dalam kelimpahan ikan badut (Amphiprion ocellaris) di alam liar (Sari et al., 2014). Kondisi terumbu karang di Indonesia semakin menurun akibat dari degradasi atau kerusakan ekosistem terumbu karang. Adapun penyebab dari kerusakan terumbu karang dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan kerusakan yang disebabkan oleh alam (Sari et al., 2014). Rusaknya terumbu karang di Indonesia berdampak pada kebutuhan benih ikan hias laut, salah satunya ikan badut (Amphiprion ocellaris). Jumlah permintaan untuk Amphiprion sp. sebagai ikan hias terus meningkat, tetapi karena kerusakan habitat alami dan efek dari penangkapan ikan yang berlebihan, jumlah ikan Amphiprion sp. menurun drastis (Abduh, M. Y et al., 2021). Ikan badut (Amphiprion ocellaris) sangat populer di kalangan aquarist karena warnanya yang terang, tingkah lakunya yang menarik, serta kemampuan beradaptasi dalam penangkaran. (Raheem et al., 2021). Berdasarkan kepopulerannya tersebut, ikan badut (Amphiprion ocellaris) jika tidak segera dilakukan kegiatan penangkaran atau pembudidayaan, maka akan berakibat kelangkaan populasi dari ikan badut (Amphiprion ocellaris) di alam. Budidaya ikan badut (Amphiprion ocellaris) merupakan salah satu solusi demi mencegah permasalahan terhadap ekosistem pantai serta kelangkaan dari penangkapan berlebih (overfishing) di alam (Johan et al., 2019). Pembudidayaan ikan tak lepas dari teknik pemberian pakan. Pakan dibutuhkan untuk pengembang biakan dan pertumbuhan ikan badut (Amphiprion ocellaris). Ikan badut (Amphiprion ocellaris) merupakan ikan omnivora atau ikan pemakan hewan dan tumbuhan, makanan ikan badut (Amphiprion ocellaris) adalah invertebrata kecil dengan ukuran yang sesuai dengan bukaan mulutnya. Invertebrata tersebut dapat berupa crustacea, cacing renik, dan larva dari ikan. Algae juga diketahui memenuhi 20 -25 dari kebutuhan nutrisi ikan badut (Amphiprion ocellaris). Ikan badut (Amphiprion ocellaris) yang dibudidayakan kebanyakan diberi pakan buatan berupa pellet (BPBL Ambon, 2014). Berdasarkan alasan tersebut, diperlukannya teknik pemberian pakan pada budidaya ikan badut (Amphiprion ocellaris) agar dapat memenuhi kebutuhan benih yang diperlukan. Adapun pada pulau Lombok terdapat Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok dengan salah satu kegiatannya adalah Pembudidayaan Ikan Badut (Amphiprion ocellaris). Hal tersebut melatar belakangi dilakukannya Praktik Kerja Lapang dengan judul “Teknik Pemberian Pakan Pada Calon Indukan Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) Dengan Pakan Pelet di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok”.

Kontributor: Dr. H. Agus Romadhon, SP., M.Si.,
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100103
No Koleksi: 190341100103


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24091-190341100103-ISMAYA KENZA CHALIZTA_190341100103_ILMU KELAUTAN.pdf - 4997 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar