Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-15 08:04:21  •  1429 klik

KADAR HISTAMIN PADA PRODUK PERIKANAN DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRPHY (HPLC) DI UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA
disusun oleh Amirul Suryana

Subyek: HISTAMIN
UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA
Kata Kunci: HISTAMIN
UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA

[ Anotasi Abstrak ]

Wilayah Indonesia memiliki perairan dengan luas kurang lebih 3,1 juta km2 serta Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dengan luas kurang lebih 2,7 juta km2 yang menyimpan banyak jenis ikan dan hasil perairan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Produk perikanan yang didapatkan dari kawasan ekonomi eksklusif Indonesia menghasilkan produk ekspor sebagai andalannya, salah satu jenisnya adalah ikan tuna dan udang (Yusni et al., 2019). Ikan pelagis dikelompokkan menjadi dua yaitu ikan pelagis besar yang terdiri atas ikan tuna, ikan cakalang dan ikan tongkol dan ikan pelagis kecil yeng terdiri atas ikan layang, ikan teri, dan ikan kembung. Jenis ikan dari family scombridae mengandung histidin bebas (Firman et al., 2021). Kelompok ikan jenis scombridae dapat menghasilkan senyawa scombrotoxin yang bisa menyebabkan keracunan jika mengkonsumsi ikan yang mengandung histamin dengan kadar yang melibihi standart. Histamin terbentuk oleh adanya aktivitas enzimatik dan mikrobiologi (Yusni et al., 2019). Proses ini memecah asam amino histidin bebas menjadi histamin oleh enzim histidine dekarboxyilase (HDC) yang dihasilkan oleh bakteri. Enzim histidine dekarboxysilase terbentuk secara endogenik yaitu terbentuk pada ikan itu sendiri maupun secara eksogenik yang dihasilkan oleh beberapa bakteri. Bakteri yang menghasilkan enzim histidin diantaranya adalah, Morganella morgani, Enterobacter aerogenes, Raoultella planticola, Hafnia, Klebsiella, Escherichia, Clostridium, Lactobacillus, Enterobacter, dan proteus. Pertumbuhan dari bakteri penghasil enzim histidin tersebut dapat dikendalikan dan dihambat pada suhu dibawah 4,4 ĚŠ C, serta pembentukan histamin dapat dihentikan dengan cara melakukan penyimpananpada kondisi beku (Santoso et al., 2020). Januar (2009) menyatakan metode instrumentasi dalam melakukan pengukuran kadar histamin salah satunya adalah dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Metode dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan salah satu metode dari teknik kromatografi, lebih tepatnya kromatografi cair yang digunakan untuk memisahkan berbagai macam komponen dalam campuran (Annisa et al., 2020). Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan suatu campuran zat menggunakan fase gerak dan fase diam yang dimana pemisahan terjadi akibat adanya perbedaan daya adsorpsi, kelrutan, partisi, ukuran molekul, ukuran ion, dan tekanan uap pada komponen yang dibawa oleh fase gerak melalui fase diam (Aulia et al., 2016). Histamin dapat menimulkan efek berupa gejala akut seperti warna kulit yang memerah pada wajah, leher, dada bagian atas, muntah, berkeringat, mual, kram perut, sakit kepala, diare, pusing dan jantung yang berdetak tidak semestinya jika dikonsumsi melebihi standart. Bahaya kemanan yang ditimbulkan oleh histamin disebut dengan scombroid fis poisoning. Informasi mengenai persyaratan baku mutu dan keamanan pangan termasuk kasus histamin tidak sesuai dapat diketahui melalui portal website pada negara tujuan ekspor atau dengan informasi notifikasi yang disampaikan oleh otoritas kompeten negara tujuan kepada otoritas negara pengekspor. Otoritas-otoritas yang dimilki oleh tujuan negara ekspor yang mempunyai wewenang untuk menahan dan menolak produk perikanan asal Indonesia diantaranya adalah Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) melalui portal EU dari otoritas Uni Eropa, Import Refusal Reeport dari Food and Drug Administration (FDA) otoritas milik Amerika Serikat dan CFIA Rejection of Product from Indonesia otoritas dari Kanada (Santoso et al., 2020). Pengujian pada produk perikanan dan kelautan yang dilakukan oleh UTP. Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan merupakan hal yang sanngat penting dalam menjamin mutu dari produk perikanan dan kelautan. Kegiatan yang dilakukan pada saat pengujian adalah preparasi sampel, pengujian pada sampel dan mengeluarkan sertifikat mengenai kualitas baku mutu produk perikanan dan kelautan. Sampel yang akan diuji memeilki berbagai macam parameter yang berbeda dan setiap parameter memilki pedoman standarisasi tersendiri yang akan digunakan. Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai analisa kadar histamin perlu untuk dilakukan yang merupakan bagian salah satu dari parameter pada laboratorium kimia UPT. PMP2KP Surabaya, agar mengetahui apakah produk perikanan dan kelautan layak untuk dipasarkan dan aman untuk dikonsumsi. Hal inilah yang melatar belakangi kegiatan PKL dengan judul Kadar Histamin pada Produk Perikanan dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) di UPT. PMP2KP Surabaya.

Kontributor: Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel., M.Si
Tanggal tercipta: 2021-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180341100097
No Koleksi: 180341100097


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24097-180341100097-PKL_Amirul Suryana_180341100097_IKL.pdf - 3608 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar