Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2022-07-15 14:48:06  •  607 klik

TEKNIK PEMBERIAN PAKAN KERANG ABALONE (Haliotis sp.) MENGGUNAKAN PAKAN BERBAHAN BAKU ULVA SP., GRASILARIA SP. DAN NITZCHIAS SP. DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT, NUSA TENGGARA BARAT
disusun oleh MAURA SYAFA HAFIDAH

Subyek: PAKAN TERNAK
KERANG ABALONE
ULVA SP.
GRASILARIA SP.
NITZCHIAS SP
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT
NUSA TENGGARA BARAT
Kata Kunci: PAKAN TERNAK
KERANG ABALONE
ULVA SP.
GRASILARIA SP.
NITZCHIAS SP
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT
NUSA TENGGARA BARAT

[ Anotasi Abstrak ]

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau dalam wilayah kepulauan Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok merupakan pulau di Indonesia yang sangat indah dan asri. Pulau Lombok ini dikenal juga sebagai pulau seribu masjid yang dikelilingi oleh pantai-pantai yang sejuk dan indah. Seiring dengan banyaknya tempat pariwisata, Pulau Lombok juga memiliki kualitas lingkungan sebagai tempat budidaya biota laut salah satunya kerang abalone (Haliotis sp.) atau biasa disebut dengan kerang mata tujuh (Maharani et al., 2021). Kerang abalone (Haliotis sp.) atau kerang mata tujuh ini merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi mencapai US$ 10-12 per kilogramnya. Hal ini dapat menunjukan bahwa komoditas kerang abalone (Haliotis sp.) layak untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Kerang abalone (Haliotis sp.) memiliki beberapa hal yang sangat penting sehingga dapat dipilih dan dijadikan target utama dalam pengembangan spesies unggulan sebagai kegiatan akuakultur oleh industry Indonesia. Kegiatan akuakultur oleh industry Indonesia memanfaatkan daging kerang abalone (Haliotis sp.) yang memiliki kandungan protein 71,99%, lemak 3,20%, serat 5,60%, kadar abu 11,11% dan kadar air 0,60%. Selain itu cangkang kerang abalone (Haliotis sp.) memiliki nilai estetika yang dapat digunakan untuk perihasan dan bentuk kerajinan lainnya. Oleh karena itu, komoditas ini sangat penting dan butuh perhatian lebih untuk budidaya hidupnya (Ataria et al., 2021). Kerang abalone (Haliotis sp.) lebih banyak diperoleh dari tangkapan alam yang dapat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pengambilan yang tak terkendali, sehingga dapat memepengaruhi pertumbuhan kerang abalone (Haliotis sp.) serta kelangkaan yang akan berhakhir kepunahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perkembangbiakan serta pengawasan dalam pemberian pakan kerang abalone (Haliotis sp.) diantaranya stock enhancement pada habitat asli, perkembangbiakan secara buatan yang terkendali seperti tempat budidaya sebagai komoditas kerang abalone (Haliotis sp.) yang dapat dijadikan usaha komersil yang menguntungkan, pengawasan pemberian pakan dalam masa pertumbuhan untuk tetap menjaga kestabilan keturunan kerrang abalone. Pemberian pakan kerang abalone ini memiliki beberapa Teknik sesuai dengan masa pertumbuhan. Teknik pemberian pakan kerrang abalone yang sesuai dengan masa pertumbuhannya ini terdiri dari beberapa bahan baku salah satunya rumput laut. Rumput laut yang digunakan dalam pemberian pakan ini salah satunya Ulva Sp., Grasilia Sp. Dan Nitzchias Sp. Dari fiktoplanton. Terbatasnya jumlah unit pembenihan dan tingkat kelangsungan hidup benih masih rendah pada stadia larva yang membuat jumlah benih sangat kecil. Usaha budidaya ini membutuhkan suatu tempat untuk berlangsungnya perkembangan kerang abalone (Haliotis sp.) seperti tempat balai perikanan dengan pengawasan lebih. Salah satu balai perikanan yang mengembangkan usaha budidaya kerang abalone (Haliotis sp.) ini ada di Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai mengembangkan usaha budidaya kerang abalone (Haliotis sp.) yang diperekayasan pada tahun 2002. Harapan yang dihasilkan oleh BBL Lombok Barat ini dapat menjadi suplay benih serta teknologi yang siap diadopsi oleh pembudidaya. Berkaitan dengan nilai ekonomis kerang abalone (Haliotis sp.) yang tinggi, maka penulis memilih pelaksanaan kegiatan teknik pemberian pakan kerang abalone (Haliotis sp.) sebagai Praktik Kerja Lapang (PKL) di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kontributor: Dr. H. Agus Romadhon, SP., M.Si.,
Tanggal tercipta: 2022-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190341100028
No Koleksi: 190341100028


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24111-190341100028-MAURA SYAFA HAFIDAH#190341100028#ILMU KELAUTAN.pdf - 1949 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar