Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-15 14:54:04 • 577 klik
TEKNIK PEMELIHARAAN KERANG ABALON (Haliotis sp.) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT
disusun oleh RIO DWI SAPUTRA
| Subyek: | KERANG ABALON BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT |
| Kata Kunci: | KERANG ABALON BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT |
[ Anotasi Abstrak ]
Abalon merupakan salah satu jenis moluska, yang lebih dikenal dengan kerang mata tujuh, medao, atau sea ears. Abalon juga merupakan gastropoda laut yang hidup di daerah pasang surut dan tersebar mulai dari perairan tropis sampai subtropis. Abalon memiliki cangkang tunggal atau monovalve dan menutupi hampir seluruh tubuhnya. Abalon berbentuk oval dengan sumbu memanjang dari depan (anterior) ke belakang (posterior) bahkan beberapa spesies berbetuk lebih lonjong. Berbentuk seperti umumnya siput, cangkang abalon berbentuk spiral namun tidak membentuk kerucut akan tetapi berbentuk gepeng (Fallu, 1991). Abalon merupakan kelompok moluska laut, di Indonesia dikenal dengan nama “kerang mata tujuh” atau “siput lapar kenyang” dimana beberapa jenis merupakan komoditi ekonomis. Kerang mata tujuh ini memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan khususnya jenis abalon H. squamata memiliki cita rasa daging yang khas dan sebagai salahsatu komoditas yang tergolong ekspor (Hayati et al., 2018). Pengembangan budidaya abalon sendiri sangat potensial dilakukan di Indonesia. Perairan laut Indonesia yang luas dan juga potensi pakan abalon yang bisa diproduksi sepanjang tahun merupakan faktor yang sangat mendukung untuk budidaya abalone (Indarjo, 2007). Budidaya abalon dapat menjadi alternatif atau tambahan penghasilan bagi masyarakat pesisir dan sekaligus memberikan dampak positif secara ekologis, yaitu mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumber daya abalon dari alam. Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu pulau di Indonesia yang mempunyai potensi sumber daya alam yang bagus. Wilayah perairan pulau ini menunjukkan keberadaan abalon yang cukup melimpah. Banyaknya manfaat yang menunjukkan potensi abalon dari segi ekonomi maupun konsumsi cukup tinggi. Salah satu sebab belum berkembangnya budidaya abalon di Indonesia adalah minimnya penelitianmengenai abalon padahal kandungan yang dimiliki abolon sangat banyak (Indarjo 2007). Berangkat dari latar belakang diatas, pelaksanaan praktik kerja lapang (PKL) maka, penulis memilih pelaksanaan kegiatan teknik pembesaran kerang abalone (Haliotis sp) di Balai Perikanan Budidaya Laut(BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
| Kontributor | : Dr. H. Agus Romadhon, SP., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-22 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190341100020 |
| No Koleksi | : 190341100020 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24113-190341100020-RIO DWI SAPUTRA#190341100020#ILMU KELAUTAN.pdf - 2026 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- TEKNIK PEMBERIAN PAKAN KERANG ABALONE (Haliotis sp.) MENGGUNAKAN PAKAN BERBAHAN BAKU ULVA SP., GRASILARIA SP. DAN NITZCHIAS SP. DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT, NUSA TENGGARA BARAT
- TEKNIK PEMELIHARAAN KERANG ABALON (Haliotis sp.) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT
- TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK KERANG ABALON (Haliotis squamata) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT
Kembali ke Daftar 