Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-15 15:48:55 • 1289 klik
TEKNIK POLINASI PADA PRODUKSI BENIH TANAMAN SEMANGKA (Citrulus lanatus Thunberg.) di PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER
disusun oleh WINDA EKA SARI
| Subyek: | POLINASI BENIH TANAMAN SEMANGKA PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER |
| Kata Kunci: | POLINASI BENIH TANAMAN SEMANGKA PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER |
[ Anotasi Abstrak ]
Buah semangka merupakan salah satu komoditi buah-buahan tropika yang mempunyai daya tarik khusus karena buahnya yang segar, banyak mengandung air kurang lebih 92%. Walaupun nilai gizinya termasuk rendah yaitu hanya mengandung 70% karbohidrat dalam bentuk gula dan kandungan vitamin serta mineralnya pun tergolong rendah, namun buah ini diminati konsumen karena rasanya yang segar (Kalie, 2001). Semangka (Citrullus lanatus Thunberg.) merupakan salah satu jenis buah hortikultura yang berasal dari Afrika. Buah semangka satu kerabat dengan buah melon, mentimun, dan labu-labuan yang memiliki rasa manis dan segar sehingga banyak dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat. Buah semangka yang kaya zat gizi dan kaya akan kandungan air nya sangat cocok untuk dikonsumsi di daerah tropis (Laksono, 2018). Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah sub tropis maupun tropis. Tanaman semangka bersifat semusim dan tergolong cepat berproduksi. Daya tarik petani terhadap budidaya semangka yaitu terletak pada nilai ekonomiknya yang tinggi. Selain itu beberapa kelebihan usaha tani semangka diantaranya umur tanaman yang relatif pendek (genjah) yaitu sekitar 70-80 hari, dapat dijadikan tanaman penyelang atau pengganti di lahan sawah pada musim kemarau, mudah dilakukan oleh petani dengan cara biasa (konvensional) maupun dengan cara semi intensif hingga intensif, serta memberikan keuntungan usaha yang memadai (Rukmana, 2006). Produksi buah semangka nasional sekitar 497.650 ton dan konsumsi buah semangka 498.483 ton. Untuk memenuhi kebutuhan nasional memerlukan impor sebesar 832, 38 ton. Produksi buah semangka untuk konsumsi nasional membutuhkan benih sebanyak 14,7 ton, sedangkan produksi benih semangka dalam negeri sekitar 12,5 ton. Oleh sebab itu membutuhkan impor benih sebanyak 2,2 ton benih (BPS, 2015). Sedangkan produksi semangka pada tahun 2019 mencapai 148.803 ton (BPS, 2019). Setiap tahunnya kebutuhan konsumsi semangka mengalami peningkatan tetapi kurang dalam menyediakan benih semangka yang unggul. Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Benih hibrida ialah benih yang berasal dari persilangan antara dua tetua yang berbeda secara genetik. Materi genetik yang digunakan dalam persilangan harus berasal dari tetua yang unggul, dalam hal ini adalah tetua betina sebagai sumber putik dan tetua jantan sebagai sumber serbuk sari (Widiastuti, 2008). Dalam penentuan benih yang unggul efektifitas penyerbukan (polinasi) merupakan hal yang penting. Efektifitas penyerbukan sangat ditentukan oleh kualitas super daya manusia penyerbuk serta jumlah berapa yang harus diserbukkan. Sementara itu, waktu penyerbukan juga menentukan keberhasilan produksi. Penyerbukan untuk pembentukan buah dan biji menjadi penentu tinggi rendahnya produksi semangka. Keberhasilan penyerbukan dipengaruhi oleh kematangan dari bunga jantan dan bunga betina itu sendiri. Masa kematangan stigma dan polen pada sebagian besar tumbuhan bunga terjadi dalam waktu singkat yaitu antara 1-3 hari. Bahkan ada beberapa jenis tumbuhan masa kematangan stigma dan polen hanya terjadi dalam beberapa jam (Heslop, 1970). Jumlah biji yang dihasilkan pada buah semangka merupakan faktor utama penentu keberhasilan dalam produksi benih semangka di tingkat produsen benih. Rendahnya jumlah biji yang dihasilkan pada semangka bisa disebabkan oleh dua faktor yaitu inkompatibilitas genetis dan fertilisasi yang tidak efektif (Rahajeng, 2013). Alternatif yang perlu dilakukan untuk mengatasi jumlah biji rendah yang disebabkan fertilisasi tidak efektif ialah dengan memilih waktu polinasi dan frekuensi polinasi yang tepat. Waktu polinasi berkaitan erat dengan reseptivitas putik pada bunga. Kegiatan polinasi pada saat reseptivitas putik kurang maksimum dapat mengurangi hasil jumlah biji. Waktu polinasi berkaitan dengan beberapa faktor lingkungan seperti suhu udara (°C) dan kelembaban udara (%). Frekuensi polinasi pada penelitian ini artinya kegiatan jumlah polinasi dilakukan satu kali atau dua kali pada setiap bunga (Bomfim et al., 2015). Penyerbukan bunga dapat dilakukan lebih dari satu kali selama bunga betina masih berada pada masa reseptive (Kwak, 1986). Jumlah biji merupakan indikator keberhasilan dalam produksi benih, semakin banyaknya biji maka produksi benih juga meningkat. Benih yang baik harus sesuai dengan komponen mutu benih yang meliputi mutu fisik, mutu fisiologi, mutu genetik, dan kesehatan benih. Dalam mencapai mutu genetik benih hal yang mempengaruhi adalah teknik polinasi yang dilakukan. Dalam melakukan polinasi yang harus diperhatikan adalah tepat cara, tepat waktu, dan tepat fase. Oleh karena diperlukan suatu pemahaman yang benar mengenai teknik polinasi. PT. Benih Citra Asia merupakan tempat yang tepat untuk belajar dan memperoleh informasi serta tempat praktik kegiatan polinasi pada produksi benih tanaman semangka. PT. Benih Citra Asia adalah produsen benih unggul tanaman pangan dan hortikultura. Guna mempelajari lebih lanjut tentang teknik polinasi pada produksi benih tanaman semangka, penulis melaksanakan praktik kerja lapang di PT. Benih Citra Asia Jember.
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan., S.P., M. Si |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-27 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100016 |
| No Koleksi | : 180311100016 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24126-180311100016-Winda Eka Sari_180311100016_Laporan PKL.pdf - 949 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- OPTIMALISASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI DAN EFISIENSI PEMASARAN SEMANGKA DI KECAMATAN BANYUATES KABUPATEN SAMPANG
- KARAKTERISTIK SIRUP SEMANGKA DENGAN KONSENTRASI BAHAN PENGAWET NATRIUM BENZOAT YANG BERBEDA
- Pengaruh Dosis Pupuk NPK (15:15:15) dan Sambung Susu Kaki Ganda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Schard.) Varietas Serif Saga Agrihorti
- PENENTUAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH SEMANGKA MENGGUNAKAN SENSOR MAX9814 DENGAN PEMUTUSAN LOGIKA FUZZY
- TEKNIK POLINASI PRODUKSI BENIH TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI CV. AURA SEED INDONESIA KEDIRI
Kembali ke Daftar 