Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-18 09:15:22 • 474 klik
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN DARI DATA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK) TAHUN 2021
disusun oleh SUSANTI
| Subyek: | SUNGAI BRANTAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK) |
| Kata Kunci: | SUNGAI BRANTAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK) |
[ Anotasi Abstrak ]
Air merupakan sumber daya alam dan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Laut teritorial menurut letaknya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu perairan umum di darat atau yang biasa dikenal dengan perairan pedalaman dan perairan laut. Kedua perairan ini digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia dan makhluk lainnya. Air bersih adalah dambaan umat manusia, baik itu untuk kehidupan sehari-hari, keperluan industri, sanitasi perkotaan, dan keperluan pertanian. Penggunaan yang berlebihan tanpa memperhatikan lingkungan dapat menyebabkan perubahan kualitas dan kuantitas air. Laut teritorial secara umum dikuasai oleh negara, tetapi hak untuk menggunakan atau mengembangkan sumber dayanya dapat diberikan oleh negara kepada individu atau kelompok yang memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku (Soemirat, 2002). Air merupakan senyawa yang paling melimpah di alam, namun seiring dengan meningkatnya standar hidup manusia, permintaan akan air pun semakin meningkat. Akses air bersih di kota-kota besar sangat jarang dijumpai dan bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan sumber air yang masih asri. Masalah ini dapat disebabkan oleh banyaknya kegiatan industri di kota-kota besar yang membutuhkan air dalam jumlah tertentu untuk mendukung produksinya serta kepadatan penduduk di perkotaan dan juga perilaku manusia. Perairan di Indonesia banyak yang sudah tercemar, salah satunya adalah air sungai. Perairan di Indonesia banyak yang teridentifikasi tercemar atau terkontaminasi bahan toksik, mulai dari pencemaran ringan, sedang, hingga berat. Kontaminasi adalah keadaan yang berubah dari bentuk aslinya menjadi keadaan yang lebih buruk. Perubahan bentuk susunan dari keadaan semula ke keadaan yang tidak diinginkan ini dapat terjadi karena masuknya polutan atau bahan pencemar. Polutan ini sering memiliki toksisitas yang berbahaya bagi organisme hidup (Palar, 1994). Isu kuantitas dan kualitas air akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat, dan banyak penyebab penurunan kualitas dan kuantitas air, terutama pencemaran. Perubahan status kualitas air, salah satunya adalah dampak pembuangan oleh pengguna lahan yang berada disekitar daerah aliran sungai. Pergeseran pola penggunaan lahan ke arah lahan pertanian dan pemukiman serta meningkatnya aktivitas industri akan berdampak pada hidrologi daerah aliran sungai. Aktivitas manusia yang beraneka ragam mulai dari kegiatan industri, domestik maupun pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan menghasilkan limbah yang akan mengakibatkan penurunan kualitas air. Pencemaran daerah aliran sungai selain akibat dari adanya aktivitas manusia juga disebabkan oleh perubahan iklim Sampah yang merupakan salah satu penyebab penurunan kualitas air sungai. Sampah juga dapat menimbulkan endapan yang menghambat aliran air, dan jika endapan atau tempat pembuangan tidak dibersihkan, maka dapat mengubah kondisi air dan juga dapat menyebabkan banjir (Idrus, 2015). Konservasi tanah dan air dilakukan untuk memperbaiki daerah aliran sungai dan sekitarnya. Upaya penanggulangan telah dilakukan untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan permasalahan pencemaran air salah satunya pada daerah aliran sungai agar air dapat digunakan atau dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan menjadi produktif bagi kehidupan makhluk hidup (Eram, 2012).
| Kontributor | : Dr. Akhmad Farid, S.Pi., MT |
| Tanggal tercipta | : 2022-03-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190351100031 |
| No Koleksi | : 190351100031 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24172-190351100031-Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL)- Susanti-190351100031.pdf - 2529 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN DARI DATA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK) TAHUN 2021
- KAJIAN TATA GUNA LAHAN PADA HASIL PENGUJIAN KUALITAS AIR SUNGAI BRANTAS KOTA BATU
- PEMANTAUAN RUTIN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN KUALITAS AIR PADA ALIRAN SUNGAI BRANTAS DI KOTA BATU TAHUN 2019-2020
- PENGARUH KEPADATAN BAKTERI FECAL-COLIFORM TERHADAP KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BRANTAS DI KOTA BATU
- IDENTIFIKASI DAN ADVOKASI KEBERADAAN LIMBAH MIKROPLASTIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI BRANTAS
Kembali ke Daftar 