Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 180511100065 pada 2022-07-19 01:07:51 • 304 klik
THE LONELINESS OF A FEMALE CHARACTER IN RACHAEL LIPPINCOTT ET. AL.’S NOVEL FIVE FEET APART
THE LONELINESS OF A FEMALE CHARACTER IN RACHAEL LIPPINCOTT ET. AL.’S NOVEL FIVE FEET APART
disusun oleh DELLA MUFTAFRISDA ARIFIA
| Subyek: | psychoanalysis loneliness |
| Kata Kunci: | psychoanalysis loneliness |
[ Anotasi Abstrak ]
Studi ini berfokus pada kesepian yang dihadapi oleh tokoh utama wanita bernama Stella Grant dalam novel Five Feet Apart. Ada dua fokus dalam menganalisis studi ini, yang pertama adalah penyebab kesepian yang dialami oleh Stella Grant, dan yang kedua adalah cara mengatasi kesepian Stella Grant. Untuk menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan teori kesepian dari Peplau & Perlman.rnPenelitian ini bersifat kualitatif, karena penulis mengambil data dari narasi pengarang dan juga dialog dalam novel Five Feet Apart. Penulis menggunakan pendekatan psikoanalisis dengan teori kesepian. Narasi penulis dan juga dialog dalam novel membantu penulis untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi kesepian yang dihadapi Stella Grant yang sesuai dengan teori.rnPenyebab kesepian adalah perpisahan fisik, kematian, pengangguran, berakhirnya hubungan dengan orang terdekat. Pengaruh terbesar yang menyebabkan Stella merasa kesepian adalah karena perpisahan fisik dan kematian kakaknya. Pemisahan fisik membuatnya merasa sendirian dan ditinggalkan. Sedangkan kematian orang terdekat membuatnya kehilangan arah dan kehilangan semangat hidup. Kesepian dapat diatasi dengan adaptasi, melakukan tugas yang disukai, standar untuk mengevaluasi hubungan sosial, memaksimalkan keakraban, membentuk hubungan dengan orang baru, dan mencari pengganti. Sedangkan cara yang memberi dampak besar bagi Stella untuk mengatasi kesepiannya adalah dengan membentuk hubungan baru dan pilihan tugas yang dia sukai. Membentuk hubungan baru membantu Stella untuk menemukan seseorang yang baru dalam hidupnya sehingga dapat memberikan warna baru dalam hidupnya. Kemudian, pilihan tugas bisa memberinya kesibukan sehingga membantu dia melupakan kesepiannya.
Deskripsi Lain
This study focuses on the loneliness that is faced by the female main character, Stella Grant, in the Five Feet Apart novel. There are two focuses in analyzing this study, the first is the causes of Stella Grant’s loneliness, and the second is the copes of Stella Grant’s loneliness. To analyze this study, the writer uses loneliness theory by Peplau & Perlman (1979 & 1981). This study is qualitative research, the writer takes the data from the author’s narration and also dialogue in the Five Feet Apart novel. The writer uses a psychoanalysis approach about loneliness theory. The author’s narration and also dialogue in the novel help the writer to know the causes and the copes of the loneliness that Stella Grant faced that is suitable with the theory. The causes of loneliness are physical separation, death, unemployment, and the end of the relationship. The biggest influence that causes Stella to feel lonely is due to physical separation and the death of the closest person. Physical separation makes her feel alone and abandoned. While the death of the closest person makes her lose her direction and lack the spirit of life. The copes of loneliness are adaptation, task choice, and standards for evaluating social relationships, ways of using existing relationships more fully, ways of forming new relationships, and replacement relationships. Meanwhile, the way that gives the big impact for Stella to overcome her loneliness is forming a new relationship and task choice. Forming a new relationship helps Stella to find someone new in her life so it can give a new color to her life. Then, task choice can help her be busier and forget her loneliness.
| Kontributor | : Erika Citra Sari Hartanto, S.S.,M.Hum. |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234 |
| No Koleksi | : 180511100065 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-ABSTRACT.pdf - 118 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-COVER.pdf - 1310 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-CHAPTER1.pdf - 277 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-CHAPTER2.pdf - 373 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-CHAPTER3.pdf - 269 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-CHAPTER4.pdf - 474 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-CONCLUSION.pdf - 155 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24234-REFERENCE.pdf - 354 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- MARY BETH'S ANXIETY IN ANNA QUINDLEN'S EVERY LAST ONE
- JERRY’S LONELINESS IN EDWARD ALBEE’S THE ZOO STORY
- Margaret\'s Loneliness in Tennessee William\'s A Cat on the Hot Tin Roof
- Andrea Sach’s Anxiety in The Devil Wears Prada by Lauren Weisberger
- IDENTITY CONSTRUCTION AND SELF-COMPLETENESS IN HAN KANG’S THE VEGETARIAN: LACANIAN PSYCHOANALYSIS
Kembali ke Daftar 