Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-19 14:01:39 • 514 klik
PENERAPAN SANITASI INDUSTRI PADA PRODUKSI SIOMAY DI UKM YAMOIS INDO PRIMA
disusun oleh ANIS TOHIR
| Subyek: | SANITASI INDUSTRI PROSES PRODUKSI SIOMAY UKM YAMOIS INDO PRIMA |
| Kata Kunci: | SANITASI INDUSTRI PROSES PRODUKSI SIOMAY UKM YAMOIS INDO PRIMA |
[ Anotasi Abstrak ]
Salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni). Ikan tenggiri merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang mengandung kurang lebih 18% 22% protein, 0,2% 5% lemak, karbohidrat kurang dari 5%, air 60% 80%. Komoditas kelautan dan perikanan mengalami kenaikan volume ekspor ikan yang tercetat oleh Balai Karantina ikan, pengendalian mutu, dan hasil perikanan (BKIPM) jakarta II selama periode 2019 sebanyak 357.402 ton meningkat sebanyak 8,74% di tahun 2020 menjadi 388.655 ton. Adapun nilai ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 8,09% dengan total Rp 20,57 triliun. Daging ikan tenggiri banyak dimanfaatkan dalam berbagai jenis produk olahan makanan. Ikan tenggiri termasuk komoditas yang bersifat mudah rusak (perishable). Sumber pembusuk yang ada pada ikan terutama disebabkan oleh kegiatan bakteri dan enzim yang terdapat dalam tubuh ikan. Sifat ikan yang cepat busuk mengakibatkan ikan tidak dapat dikonsumsi di tempat yang jauh dari tempat produksi, maka dari itu perlu usaha pencegahan berupa pengawetan dan pengolahan (Baharudin 2018). Proses penanganan dan pengolahan ikan merupakan kegiatan penting dari mata rantai perikanan. Penanganan dan pengolahan bertujuan mempertahankan mutu ikan dengan cara menghambat penyebab kemunduran mutu maupun penyebab kerusakan ikan, agar tetap segar sebelum diproduksi (Andarwulan 2019). Ikan tenggiri banyak digunakan sebagai bahan baku makanan, salah satunya yaitu siomay. Siomay pada umumnya terbuat dari tepung terigu atau tepung tapioka dan daging ikan atau daging ayam. Daging ikan yang digunakan dalam pembuatan siomay adalah ikan tenggiri karena memiliki rasa gurih, tekstur daging sedikit kenyal, serta mampu menimbulkan aroma yang tajam. Siomay termasuk pangan semi basah yang memerlukan pembentukan gel yang baik saat pembuatan adonan sehingga perbandingan tepung dan daging ikan yang digunakan sangat mempengaruhi kualitasnya. Pangan yang aman dan bermutu untuk dikonsumsi merupakan harapan dan hak setiap konsumen. Produksi pangan yaitu suatu kegiatan proses yang mengasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas, mengemas kembali dan mengubah bentuk pangan. Makanan yang aman dikonsumsi merupakan makanan yang tidak tercemar dan tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak serta tidak bertentangan dengan kesehatan manusia. Syarat keamanan pangan yang dikonsumsi harusnya menjadi syarat pertama yang harus dipenuhi. Kemanaan pangan (food safety) sangat penting bagi masyarakat sebagai konsumen. Maka dari itu diperlukan penerapan sanitasi dan hygiene di perusahaan industri baik di skala kecil atau besar. Upaya pelaksanaan sanitasi dapat berupa pemeliharaan lingkungan subjeknya seperti penggunaan air bersih untuk mencuci tangan atau penyediaan tempat sampah (Retno 2018). Sanitasi berfungsi untuk mengurangi kerusakan bahan pangan sebagai akibat pembusukan oleh mikroorganisme, mengurangi perubahan bau dan rasa bahan pangan yang diolah, serta menghindaari kemungkinan kontaminasi suatu jenis penyakit yang berhubungan dengan bahan pangan. Penerapan sanitasi sangat penting di industri pangan. salah satu contoh kecil penerapan sanitasi industri di UKM Yamois Indoprima yang bergerak di bidang makanan yang memproduksi siomay dengan bahan baku ikan tenggiri. Usaha mikro kecil menengah Yamois Indo Prima terletak di Jalan Kemayoran atas 8 Blok AQ No 18-19, Kelurahan Cemorokandang, Kec.Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65138 yang telah berdiri sejak tahun 2008 dengan usaha berupa frozen food. Produk makanan yang dihasilkan yaitu siomay dengan beberapa varian rasa seperti ikan tuna, cumi-cumi, udang, ayam pedas dan juga memproduksi makanan lainnya yaitu roti maryam dengan tiga varian yaitu coklat, pandan dan original. Selain itu UKM Yamois juga memproduksi tahu tuna, dan hasil ikan laut lainnya kerang dan bandeng tanpa duri. Pemenuhan produk yang aman dan sehat diawali dengan penerapan Sanitation Standard Operation System (SSOP) pada proses pengolahan. Sanitasi yang baik dapat mencegah perpindahan penyakit pada produk. Melalui Praktik Kerja Lapang (PKL) ini mahasiswa dapat menerapkan teori mengenai sanitasi yang pernah dipelajari sebelumnya dan melihat prosesnya secara langsung. Sanitasi pangan yang akan dikaji di UKM Yamois Indo Prima meliputi antiseptik dalam pengolahan, pengemasan, lingkungan pabrik, hama, limbah industri yang dihasilkan dan pekerja.
| Kontributor | : Cahyo Indarto, S.TP,.MP.,PhD |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100044 |
| No Koleksi | : 180331100044 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24235-180331100044-LAPORAN PKL _ANIS TOHIR_180331100044.pdf - 1209 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Sanitasi Industri di perusahaan brem suling indah jaya Madiun
- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- SANITASI INDUSTRI IKAN TERI DI PT. MARINAL INDOPRIMA
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Kembali ke Daftar 