Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-20 09:27:48 • 732 klik
PEMERIKSAAN VIRUS Viral Nervous Necrosis (VNN) MENGGUNAKAN METODE NESTED PCR PADA IKAN BANDENG (Chanos-Chanos) DI LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II
disusun oleh UMI ROHMATIN
| Subyek: | VIRUS Viral Nervous Necrosis (VNN) PCR IKAN BANDENG LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II |
| Kata Kunci: | VIRUS Viral Nervous Necrosis (VNN) PCR IKAN BANDENG LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II |
[ Anotasi Abstrak ]
Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus VNN pada ikan bandeng adalah dengan pemilihan benih unggul dan pemantauan terhadap kualitas air. Hal ini sesuai dengan arahan dari World Wild Fund (2014) yang menyebutkan bahwa pengecekan kualitas air pada budidaya ikan bandeng harus dilakukan antara 2-3 kali. Chi (2006) menjelaskan bahwa penularan melalui media air lebih cepat dibandingkan dengan media pakan. Apabila terdapat tanda- tanda ikan bandeng yang terserang virus VNN, maka perlu dilakukan diagnosis secara cepat dan akurat untuk meminimalkan terjadinya penularan pada ikan bandeng lainnya. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh The World Organisation for Animal Health (OIE) (2006), kegiatan pendeteksian virus VNN dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode Integrated Factory Acceptance Test (IFAT), Enzyme Linked Immunosorbent Essay (ELIS), Imunosito (histo) kimia, dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode IFAT memerlukan spesimen otak dalam keadaan segar dengan pengawet glycerin 50%. Hal tersebut menjadi kendala di lapang karena tidaksemua spesimen dapat diterima di laboratorium dalam keadaan segar (Wirata et al., 2014). Ghurafa et al. (2019) menyebutkan bahwa pengujian dengan menggunakan ELISA memiliki spesifitas yang rendah. Imunohistokimia merupakan metode berupa penawaran jaringan yang menggunakan reaksi imunologik dan kimiawi (Apsari et al.,2017). PCR merupakan sebuah teknik sintesis dan amplifikasi DNA secara in vitro yang melibatkan beberapa tahapan yang berulang serta terjadi duplikasi jumlah target (Dewi et al., 2019). Pendeteksian virus VNN dapat dilakukan dengan menggunakan metode PCR. Pemeriksaan virus VNN dengan metode PCR memiliki selektivitas yang tinggi dan lebih spesifik. Kurniawati et al. (2019) telah mengidentifikasi virus VNN dengan menggunakan metode PCR pada ikan kerapu dan dihasilkan sampel uji yang positif. Fitriatin dan Abdul (2015) juga melaporkan sebanyak 62 sampel ikan hasil pemeriksaan dengan menggunakan metode PCR menunjukkan yang hasil negatif. Balai Karantina Pengendalian Mutu dan ketahanan hasil perikanan (BKIPM) Surbaya II merupakan salah satu badan yang dinaungi oleh Kementerian Kelautaan dan Perikanan. Tugas BKIPM Surabaya II adalah melakukan penyelenggaraan tindakan karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, serta keamanan hayati ikan. Dalam pelaksanaan tugasnya, BKIPM Surabaya II menjamin penerapan manejemen mutu berstandar ISO 9001:2015 serta pemeriksaan penyakit ikan dan pengujian mutu hasil perikanan yang berstandar ISO 17025:2017. Tugas lain dari BKIPM Surabaya II adalah mencegah terjadinya penyebaran Hama dan Penykit Ikan Karantina (HPIK) sehingga ikan yang masuk maupun keluar dari Indonesia khususnya Jawa Timur dapat terjamin mutu dan keamananannya. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan di bidang teknologi, penggunaan metode PCR dalam kegiatan pemeriksaan dan pendeteksian serangan virus VNN pada produk perikanan yang kerap kali muncul pada kegiatan budidaya ikan bandeng perlu diketahui dan dipelajari lebih lanjut. Oleh karena itu, kegiatan PKL yang bertujuan untuk mempelajari prosedur pemeriksaan virus VNN dan mengetahui hasil pemeriksaan virus VNN menggunakan metode nested PCR di Laboratorium BKIPM Surabaya II penting untuk dilaksanakan agar dapat mencegah kemungkinan masuk dan keluarnya penyebaran HPIK di Indondesia.
| Kontributor | : Junaedi, S.Si., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2022-06-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190351100019 |
| No Koleksi | : 190351100019 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24262-190351100019-LAPORAN PKL. UMI ROHMATIN. 190351100019.pdf - 2422 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS POLA KEMUNDURAN MUTU IKAN BANDENG (Chanos chanos) FASE PRE RIGOR HINGGA RIGOR MORTIS DARI DUA LOKASI YANG BERBEDA
- KONSENTRASI SENG (Zn) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN LINGKUNGAN TAMBAK DI DESA TANJUNGAN KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
- ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN BAU LUMPUR IKAN BANDENG (Chanos chanos) DARI DUA LOKASI YANG BERBEDA
- PENGARUH KOMPOS DAN PROBIOTIK PADA PERTUMBUHAN IKAN BANDENG
- EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA IKAN BANDENG DI DESA GUMENO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK
Kembali ke Daftar 