Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-20 13:36:39  •  590 klik

PENGUJIAN MUTU SECARA ORGANOLEPTIK DAN FORMALIN PADA IKAN KAKAP MERAH BEKU (Lutjanus campechanus) DI UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO, JAWA TIMUR
disusun oleh Nadia Putri Agustini

Subyek: ORGANOLEPTIK DAN FORMALIN
IKAN KAKAP MERAH
UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO
JAWA TIMUR
Kata Kunci: ORGANOLEPTIK DAN FORMALIN
IKAN KAKAP MERAH
UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO
JAWA TIMUR

[ Anotasi Abstrak ]

Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan kota Probolinggo (UPT PPP Mayangan), merupakan tempat untuk menampung dan melayani aktivitas perekonomian berbasis perikanan yang dilakukan oleh nelayan baik pendatang maupun nelayan asli dari Probolinggo. Kota Probolinggo adalah daerah yang memiliki hasil potensi perikanan yang sangat baik dan prospektif untuk dapat dikembangkan. Wilayah Probolinggo ini memiliki potensi sumberdaya alam yang bisa untuk dikembangkan salah satunya sebagai usaha perikanan tangkap, budidaya perikanan maupun pengelolaan ruang laut. Kegiatan perikanan tangkap sudah sangat begitu melekat dengan masyarakat pesisir Probolinggo. Perikanan memiliki peranan yang strategis untuk pembangunan dalam suatu perekonomian nasional, yang dapat dilihat dari luas wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh perairan (Wulandari et al., 2018). Ikan kakap merah (Lutjanus campechanus) adalah salah satu hasil tangkapan perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Ikan ini menjadi obyek atau sasaran utama penangkapan bagi para nelayan yang beroperasi Di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, kota Probolinggo. Ikan kakap merah merupakan salah satu spesies jenis ikan yang biasanya paling banyak tertangkap oleh jaring nelayan dan juga memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi bagi kalangan masyarakat. Selain itu, ikan kakap merah tersebut dapat juga distribusikan keluar negeri maupun bisa dijadikan sebagai produksi olahan ikan asin oleh para masyarakat di sekitar Pelabuhan Pantai Mayangan Di kota Probolinggo (Usman et al., 2014). Hasil dari tangkapan ikan kakap merah Di Pantai Mayangan kota Probolinggo sangat banyak, data hasil produksi pada ikan kakap merah dalam jangka waktu 12 bulan (1 tahun) pada tahun 2020 yakni sebesar 13,7 ton. Kualitas dan mutu ikan dapat dilihat dan dapat ditentukan dari berbagai hal, diantaranya seperti mulai dari tekstur pada daging, bau, bentuk mata, warna insang, dan lendir di permukaan kulit, suhu habitat tempat ikan hidup, jenis ikan, cara penangkapan, dan juga cara penanganannya. Setelah ikan ditangkap dari perairan, mutu dan kualitas ikan akan mengalami kondisi kemunduran mengikuti beberapa fase, yakni fase pre-rigor mortis, fase rigor mortis, dan fase post-rigor mortis. Ikan yang segar dapat ditandai dengan nilai pH yang mendekati nilai netral yakni bernilai pH 7. Ikan kakap merah ini salah satu jenis ikan yang sangat diminati oleh para kalangan masyarakat kota Probolinggo karena memiliki cita rasa yang nikmat dari dalam dagingnya, dan juga mempunyai nilai ekonomi dan protein yang tinggi sehingga menjadi komoditas bagi perikanan (Ilyas,1983). Formalin atau 37% formaldehid yaitu bahan pengawet yang sering dimanfaatkan sebagai pembunuh hama, pengawet specimen dan banyak digunakan dalam industri sebagai perekat. Bahaya formalin salah satunya dapat menyebabkan kanker dan berujung pada kematian. Konsumen memerlukan produk pangan dengan kualitas dan mutu yang bau serta dapat menjamin kesehatan atau keamanan makanan yang dibeli. Oleh karena itu, penelitian ini digunakan untuk mengamati adanya penggunaan formalin (Khasanah Rusmalina, 2019). Tingkat dalam kesegaran ikan yang menentukan kualitas pada mutu dan nilai jual ikan, tingkat kerusakan yang terjadi pada bagian tubuh ikan tersebut juga turut mempengaruhi mutu dan nilai jualnya. Kerusakan yang akan dialami oleh ikan secara fisik ini biasanya disebabkan oleh penanganan yang kurang baik, sehingga menyebabkan luka ataupun memar pada bagian daerah tubuh ikan. Kualitas mutu ikan dapat dipertahankan maka diperlukan penanganan yang tepat agar ikan bisa sampai ke tangan konsumen atau pabrik pengolahan dalam keadaan segar (Syafitri, 2016). Pengujian organoleptik penting dilakukan karena dapat berkaitan dengan penerimaan konsumen terhadap suatu produk hasil perikanan. Uji hedonik adalah sebuah pengujian dalam analisa sensori organoleptik yang digunakan untuk dapat mengetahui besarnya perbedaan kualitas diantara beberapa produk sejenis dengan memberikan penilaian atau skor terhadap sifat tertentu dari suatu produk dan untuk mengetahui tingkat kesukaan dari suatu produk. Melakukan pengujian secara organoleptik perlu diperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaanya agar pengujian organoleptic dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang ada dan memiliki hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan (Wahyu et al., 2019).

Kontributor: Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, M. Sc.
Tanggal tercipta: 2022-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100075
No Koleksi: 190351100075


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24279-190351100075-Nadia Putri Agustini_190351100075_LAPORAN PKL.pdf - 2969 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar