Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 180341100069 pada 2022-07-22 10:07:02 • 517 klik
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROALGA EPIFIT PADA DAUN LAMUN Thalassia Hempricii DI PERAIRAN PRANCAK KABUPATEN BANGKALAN PULAU MADURA
COMPOSITION AND ABUNDANCE OF EPIPHYTIC MICROALGAE ON LEAF SEAGRASS THALASSIA HEMPERICI IN PRANCAK WATERS, BANGKALAN REGENCY, MADURA ISLAND
disusun oleh FANESYAH AMELIA PUTRI
| Subyek: | Mikroalga Epifit Kelimpahan Komposisi Lamun Desa Prancak Kabupaten Bangkalan. |
| Kata Kunci: | Mikroalga Epifit Kelimpahan Komposisi Lamun Desa Prancak Kabupaten Bangkalan. |
[ Anotasi Abstrak ]
Epifit merupakan organisme yang menempel atau tersangkut pada benda hidup bisa hewan maupun tumbuhan. Lamun merupakan salah satu ekosistem yang menjadi habitat mikroalga epifit di laut. Identifikasi biota epifit di ekosistem lamun khususnya di daun lamun penting untuk diidentifikasi untuk memberikan gambaran komposisi dan jenis miroalga yang ada di lamun. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi, menentukan komposisi, menghitung kelimphan serta indeks keanekaragaman epifit. Metode pengambilan data sampel epifit maupun parameter perairan yakni dilakukan dengan metode purposive yaitu dengan menentukan jarak dalam pengambilan data. Komposisi mikroalga epifit pada daun lamun Thalassia Hemperici pada perairan Desa Prancak kab. Bangkalan ditemukan 16 spesies yang dimana 14 spesies di stasiun 1 dan 8 spesies di stasiun 2. Spesies yang ditemukan sebagai berikut : Ulothrix zonata, Synedra acus, Closteriopsis acicularis, Oedogonium cardiacum, Spirogyra prolifica, Closterium gracile, Hantzscia araucaniana, Mougeotia viridis, Biddulphia sinensis, Ceratalina pelagiku, Monoraphidium tortile, Micraectinium pusillum, Chlamydomonas reinhartii, Dictyosphaerium ehrenbergianum, Cladophora crispata, Prymnesium parvum. Kelimpahan mikroalga yang ditemukan pada stasiun 1 yakni 1646,25 sel/cm² dan pada stasiun 2 yakni 1781,25 sel/cm². jumlah kelimpahan tersebut tergolong rendah jika dibandingan dengan hasil penelitian lain. Untuk indeks keanekaragaman mikroalga epifit pada stasiun 1 yakni 1,794376 dan pada stasiun 2 yakni 1,429134 yang dikategorikan melimpah sedang.Penelitian ini patut untuk dikembangkan lebih lanjut agar mendapatkan hasil data yang lebih baik serta manfaat kedepannya sebagai kontrol terhadap keberadaan mikroalga epifit serta ekosistem lamun.
Deskripsi Lain
Epiphytes are organisms that attach to are stuck on living things, both animals and plants. Seagrass is one of the ecosystems that is a habitat for epiphytic microalgae in the sea. Identification of epiphytic biota in seagrass ecosystems, especially in seagrass leaves, is important to identify to provide an overview of the composition and types of miroalgae present in seagrass. This is the background of this research. This study aims to identify, determine composition, calculate abundance and index of epiphytic diversity. The method of collecting data for epiphytic samples and water parameters is carried out by the purposive method, namely by determining the distance in data collection. The composition of epiphytic microalgae on the leaves of the seagrass Thalassia Hemperici in the waters of Prancak Village, Kab. Bangkalan found 16 species of which 14 species were at station 1 and 8 species were at station 2. The species found were follows: Ulothrix zonata, Synedra acus, Closteriopsis acicularis, Oedogonium cardiacum, Spirogyra prolifica, Closterium gracile, Hantzscia araucaniana, Mougeotia viridis, Biddulphia sinensis Ceratalina pelagiku, Monoraphidium tortile, Micraectinium pusillum, Chlamydomonas reinhartii, Dictyosphaerium ehrenbergianum, Cladophora crispata, Prymnesium parvum. The abundance of microalgae found at station 1 was 1646.25 cells/cm² and at station 2 was 1781.25 cells/cm². the amount of abundance is relatively low when compared to the results of other studies. The epiphytic microalgae diversity index at station 1 is 1.794376 and at station 2 is 1.429134 which is categorized moderately abundant. seagrass.
| Kontributor | : Dr. Apri Arisandi, S.Pi., M.Sc. |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445 |
| No Koleksi | : 180341100069 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE ABSTRACT.pdf - 36 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-180341100069-cover.pdf - 931 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE CHAPTER 1.pdf - 54 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE CHAPTER 2.pdf - 167 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE CHAPTER 3.pdf - 475 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE CHAPTER 4.pdf - 696 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE CONCLUSION.pdf - 71 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE REFERENCES.pdf - 133 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24445-FILE APPENDICES.pdf - 429 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 