Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-22 14:19:43  •  498 klik

MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) DI BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN
disusun oleh ELFIRA PUSPA SUGIANTI

Subyek: IKAN LELE MUTIARA
BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN
Kata Kunci: IKAN LELE MUTIARA
BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan lele merupakan jenis ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat serta mampu hidup di perairan dengan kondisi buruk. Ikan lele hidup pada perairan tawar dan sudah dibudidayakan secara luas oleh masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Ikan lele menjadi salah satu produk unggulan di masyarakat dan memiliki nilai jual cukup tinggi serta budidayanya cukup mudah dilakukan (Sitio et al., 2017). Ikan lele dapat dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Salah satu spesies ikan lele yang saat ini dibudidayakan yaitu ikan lele mutiara (Clarias gariepinus). Ikan lele mutiara memiliki kelebihan saat dibudidaya yaitu pertumbuhannya cepat, pakan yang efisien, memiliki ukuran yang seragam, dan tahan terhadap penyakit. Keunggulan lain dari ikan lele mutiara yaitu memiliki laju pertumbuhan tinggi yaitu 20-70% lebih tinggi dari benih ikan lele lainnya dengan waktu pemeliharaan singkat sekitar 45-50 hari pada kolam tanah dari benih tebar dengan ukuran 5-7 cm atau 7-9 cm. Ikan lele mutiara diartikan (Mutu Tinggi Tiada Tara) merupakan strain baru dari ikan lele Afrika Clarias gariepinus Burchell, 1822 yang dihasikan dari pengembangan Badan Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi dan telah dinyatakan lulus pada Penilaian Pelepasan Jenis/Varietas pada tanggal 27 Oktober 2014. Ikan lele mutiara merupakan hasil seleksi dari G(3) dimana generasi ini dibentuk dengan kombinasi persilangan empat strain lele Afrika yang ada di Indonesia seperti lele mesir, lele paiton, lele sangkuriang dan lele dumbo sebagai induk pembentuknya (Matasina dan Sartika, 2020). Permintaan konsumen cukup besar terhadap ikan lele sebagai konsumsi. Adanya peluang membuat pembudidaya ikan lele melakukan ekspor ke luar negeri. Tahun 2011-2015 produksi ikan lele mengalami kenaikan sebesar 21,31% pertahun. Produksi ikan lele dihasilkan dari kegiatan pembenihan, pendederaan dan pembesaran ikan lele. Secara nasional hasil produksi ikan lele hasil dari budidaya pada tahun 2011 sebesar 337.557 ton, dan mengalami kenaikan pada tahun 2015 sebesar 772.623 ton. Tercatat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan lele mengalami kenaikan lebih dari 70% sehingga pemenuhan target ikan ikan lele sebesar 50,65 kg/kapita/tahun pada tahun 2018 dan tahun selanjutnya akan tetap dipertahankan. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Kampar pada tahun 2017, produksi benih ikan lele tertinggi sebesar 146.289.163 ekor (Tasyah et al., 2020). Budidaya perikanan dilakukan untuk memperoleh dan meningkatkan produksi perikanan dengan ukuran panjang serta berat tertentu pada lingkungan terkontrol dalam jumlah yang banyak dan mempertimbangkan biaya secara efisien. Budidaya ikan lele harus memperhatikan dalam pembenihan dan pembesaran yang dilakukan secara bersamaan. Pembenihan dilakukan sebagai langkah awal proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan benih ikan dengan standar mutu tinggi (Yulinda, 2012). Produksi budidaya perikanan dapat dipengaruhi oleh kualitas benih, kualitas pakan dan kualitas air. Kualitas air merupakan parameter yang penting dalam suatu budidaya ikan. Kualitas air yang baik akan memberikan suasana yang nyaman terhadap pergerakan ikan. Kualitas air yang layak juga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal sehingga mampu memberikan produktifitas yang tinggi pada kolam. Proses pembenihan ikan lele yang berada pada kualitas air buruk menyebabkan pertumbuhannya terganggu bahkan mengalami kematian. Kematian yang sering terjadi pada saat proses pendederan disebabkan oleh sisa pakan buatan yang ada di dalam air kolam sehingga menurunkan kualitas airnya dan meningkatkan kandungan amoniak (Augusta, 2016). Balai Benih Ikan (BBI) Pamekasan merupakan lembaga pemerintahan yang bergerak di bidang produksi pembenihan ikan air tawar. BBI Pamekasan memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan cukup baik sehingga cocok digunakan sebagai tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk mengetahui teknik pembenihan ikan lele mutiara serta manajemen kualitas air selama proses pembenihan berlangsung

Kontributor: Dr. Hafiludin, S.Pi., M.Si.
Tanggal tercipta: 2022-06-08
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100041
No Koleksi: 190351100041


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24471-190351100041-LAPORAN PKL ELFIRA PUSPA SUGIANTI 190351100041.pdf - 2340 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar