Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-22 14:48:31  •  611 klik

PENGUJIAN MIKROBIOLOGI (ALT, E. coli, DAN Salmonella) PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI BPMHP SEMARANG
disusun oleh AYU SULISTIANI

Subyek: MIKROBIOLOGI
BPMHP SEMARANG
Kata Kunci: MIKROBIOLOGI
BPMHP SEMARANG

[ Anotasi Abstrak ]

Salah satu indikator pencemaran mikrobia adalah keberadaan bakteri coliform. Coliform merupakan kelompok bakteri yang berbentuk batang, gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam yang ditandai dengan terbentuknya gas pada tabung yang telah diinkubasi pada media yang sesuai. Bakteri coliform dibagi menjadi dua macam yaitu bakteri faecal coliform dan non fecal coliform. Bakteri fecal coliform bersifat patogen sehingga dapat menimbulkan penyakit. Bakteri coliform masuk dalam famili Enterobacteriaceae yang mempunyai 14 genus. Bakteri faecal coliform yang menjadi indikator keamanan pangan seperti Escherchia coli, Salmonella, Stapylococcus aureus dan Vibrio cholera (Waluyo, 2007). Contoh kasus seperti penolakan produk perikanan Indonesia oleh Uni eropa pada tahun 2007 2017 karena cemaran bakteri patogen Salmonella, terdapat 12 kasus cemaran bakteri Salmonella pada produk udang, octopus dan paha kodok. Cemaran bakteri Vibrio parahaemoliticus ditemukan sebanyak 2 kasus dan Staphylococcus aureus sebanyak 1 kasus. Penyebab penolakan ini menjadi urutan ketiga setelah merkuri dan histamin. Faktor yang mempengaruhi adanya mikroba pada produk perikanan dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari jenis ikan karena di dalam tubuh ikan terdapat komponen zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. Faktor eksternal dapat disebabkan oleh penanganan yang kurang tepat dari mulai proses kedatangan bahan baku sampai dengan pendistribusian (Irawati et al., 2019). Pengujian secara mikrobiologi ini penting untuk dilakukan sebelum produk perikanan dipasarkan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai pengujian mikrobiologi khususnya pengujian ALT, E. coli dan Salmonella diperlukan pengalaman praktik kerja lapang sehingga penulis mendapat kesempatan untuk melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang. Balai tersebut berada di naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang bergerak di bidang pengujian hasil perikanan dan pengolahan mutu hasil perikanan. Pengujian mikrobiologi yang dilakukan terdiri atas pengujian ALT (Angka Lempeng Total), E. coli, Coliform, Salmonella, Staphlococcus aureus, ALT air, E. coli air, dan Coliform air. Pengujian mikrobiologi (ALT, E. coli, dan Salmonella) yang dilakukan pada produk perikanan perlu adanya peninjauan lebih rinci sehingga kegiatan praktik kerja lapang yang dilaksanakan memberi manfaat dan pengetahuan bagi mahasiswa.

Kontributor: Dr.Hafiludin,S.Pi., M.Si.,
Tanggal tercipta: 2022-06-21
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100026
No Koleksi: 190351100026


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24479-190351100026-LAPORAN PKL_AYU SULISTIANI_190351100026.pdf - 2397 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar