Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-07-25 03:18:50 • 1690 klik
MONITORING PERTUMBUHAN BENIH IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x E. lanceolatus) DI UNIT PENDEDERAN BPBAP SITUBONDO
disusun oleh LILIES HANDAYANI
| Subyek: | IKAN KERAPU UNIT PENDEDERAN BPBAP SITUBONDO |
| Kata Kunci: | IKAN KERAPU UNIT PENDEDERAN BPBAP SITUBONDO |
[ Anotasi Abstrak ]
Ikan kerapu cantang merupakan hasil hibridisasi atau persilangan antara ikan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus) dan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan (KKP, 2018; Putra et al., 2020). Ikan kerapu di Indonesia memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi serta permintaan pasar lokal maupun pasar internasional yang cukup tinggi (Chaniago, 2020). Ikan kerapu cantang menjadi komoditi ekspor unggulan Indonesia beberapa tahun terakhir. Ikan kerapu cantang merupakan salah satu spesies ikan yang menjadi komoditas penting ekspor Indonesia seperti Hongkong, Cina, Singapura, Taiwan, dan Jepang (Dedi et al., 2018). Berdasarkan kondisi tersebut, budidaya ikan kerapu cantang berpotensi dikembangkan secara luas. Ikan kerapu cantang dari pembenihan di hatchery umumnya diproduksi hingga ukuran 2-3 cm, selanjutnya di pendederan hingga ukuran 5-10 cm, kemudian pembesaran di KJA dan tambak pada ukuran lebih dari 10 cm. Pertumbuhan yang lambat merupakan salah satu permasalahan dalam budidaya ikan kerapu cantang dengan masa pemeliharaan sekitar 9-12 bulan (Setiawati 2020). Ikan kerapu cantang memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat dan tahan terhadap penyakit dibandingkan ikan kerapu lainnya (Folnuari et.al, 2017). Ikan kerapu cantang tumbuh dengan cepat saat pembenihan dengan ukuran 1 hingga 3 inchi. Laju pertumbuhan ikan kerapu cantang dari segi panjang dan bobot paling tinggi dibandingkan ikan kerapu hibrid lainnya (BPBAP Situbondo, 2017). Berdasarkan Jiet dan Nadirah (2018), menyatakan bahwa pertumbuhan ikan kerapu cantang selama masa pemeliharann yaitu sebesar 2,29 gram/hari dengan didukung kualitas air dan pengelolaan pakan yang baik. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan kerapu cantang merupakan tingkat presentasi ikan yang mampu bertahan hidup dari total keseluruhan ikan yang dipelihara. Tingkat kelangsungan hidup yang rendah merupakan salah satu faktor yang menjadi kendala dalam kegiatan budidaya ikan kerapu cantang. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup yang tinggi diantaranya padat penebaran, kondisi lingkungan, nutrisi, dan kualitas air (Panggabean et.al 2015; Putra et.al 2020). Kualitas air pada budidaya perlu dimonitoring untuk menjaga keberlangsungan hidup ikan kerapu cantang. Pengukuran kualitas air harus disesuaikan dengan Standar Nasional (SNI 8036.2 Tahun 2014) sebagai prasyarat kualitas air pada pemeliharaan ikan kerapu cantang. Suhu yang sesuai untuk produksi ikan kerapu cantang berkisar antara 28°C-32°C. Ikan kerapu cantang tumbuh optimal pada kadar salinitas antara 24 g/l-33 g/l. Kadar oksigen terlarut yang sesuai minimal 4 mg/l. Kadar alkalinitas ikan kerapu cantang yang sesuai berkisar antara 80 mg/-120 mg/l. Nilai pH yang sesuai pemeliharaan ikan kerapu cantang berkisar antara 7,5-8,5. Sedangkan kandungan nitrit maksimal 1 mg/l. Menurut Dedi et al., (2018), budidaya ikan kerapu cantang berpotensi menghadapi beberapa permasalahan seperti laju pertumbuhan dan kualitas perairan. Kualitas air yang tidak sesuai dapat berpengaruh pada laju pertumbuhan ikan kerapu cantang. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ikan kerapu cantang diantaranya pemberian pakan dan perubahan lingkungan. Pemberian jenis pakan, jumlah dan mutu pakan yang digunakan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan kerapu cantang. Berdasarkan hal tersebut yang melatarbelakangi dari laporan Praktik Kerja Lapang yang berjudul “Monitoring Pertumbuhan Benih Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus Fuscoguttatus >< E. Lanceolatus) Di Unit Pendederan BPBAP Situbondo” ini. Selain itu, kegiatan PKL dilakukan agar dapat menambah pengetahuan serta praktik dalam usaha pembenihan ikan kerapu cantang. Monitoring pertumbuhan benih ikan kerapu cantang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pemeliharaan untuk meningkatkan produksi ikan kerapu cantang yang lebih optimal.
| Kontributor | : D. Apri Asandi. S.Pi., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-06 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190341100050 |
| No Koleksi | : 190341100050 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24530-190341100050-Lilies Handayani_190341100050_Ilmu Kelautan.pdf - 9593 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Perancangan dan Implementasi Program Aplikasi Ujian Masuk Seleksi Program Minat & Prestasi Universitas Trunojoyo
- Analisis Penerapan Pertanyaan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 59 Tentang Pengelolaan Zakat Pada Bank Syariah Mandiri (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Cabang Pamekasan)
- Pengaruh faktor-faktor pelayanan terhadap tingkat kepuasan pelanggan pada PT. Perusahaan Daerah Air minum Cabang Bangkalan di Kabupaten Bangkalan
- ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT PADA PD. BPR BANK DAERAH LAMONGAN
- Perancangan dan pembuatan perangkat lunak sistem pendukung keputusan seleksi pemohon beasiswa dengan pendekatan metode analytical hierarchy prosess
Kembali ke Daftar 