Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-25 03:24:06  •  539 klik

MONITORING LAJU PERTUMBUHAN DAN FEED CONVERTION RATIO (FCR) SERTA KUALITAS AIR TAMBAK PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA
disusun oleh CLARA ANGGRAENI

Subyek: IKAN BAWAL BINTANG
BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA
Kata Kunci: IKAN BAWAL BINTANG
BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) merupakan salah satu spesies budidaya perikanan laut yang tebilang masih baru di Indonesia, pada tahun 2007 pembenihan Bawal Bintang sudah berhasil di Balai Budidaya Laut Barat yang pertama kali di Indonesia, Ikan Bawal Bintang mempunyai pertumbuhan yang cepat, tahan penyakit, mudah dipelihara dan merupakan perenang aktif. Keunggulan inilah yang menjadikan permintaan pasar semakin tinggi mulai dari tingkat lokal dan internasional. Menurut (Arrokhman et al., 2012) budidaya Bawal Bintang pada tahap pembesarannya banyak dibudidayakan dilaut dengan sistem keramba jaring apung (KJA) namun potensi untuk membudidayakan ikan Bawal Bintang ditambak bersalinitas rendah juga mampu dilakukan. Kegiatan budidaya semakin modern seiring berkembangnya zaman. Budidaya ada yang dilakukan secara intensif dan ada pula yang masih tradisional. Budidaya ikan dengan teknologi intensif memiliki ciri-ciri yakni padat tebar benur yang tinggi, adanya pakan tambahan (pellet) dan sarana yang memadai (Romadhona et al., 2016). Budidaya yang menggunakan teknologi intensif membutuhkan benih yang berkualitas agar mendapatkan hasil yang optimal. Proses budidaya ikan dibagi menjadi beberapa proses yakni pembenihan hingga pembesaran. Kegiatan pembenihan meliputi pemilihan benur yang bagus. Kegiatan pembesaran ikan yang optimal meliputi persiapan tambak, pemilihan dan penebaran benur, pemeliharaan kualitas air, pengelolaan pakan, pengendalian penyakit dan panen. Proses budidaya juga perlu adanya pemberian dosis pakan yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan yang signifikan, pada tambak ikan intensif rata-rata pakan yang yang diberikan 100% adalah pakan buatan (pellet) (Purnamasari et al., 2017). Manajemen pakan merupakan hal penting untuk menunjang keberhasilan dalam berbudidaya, diharapkan dengan pemberian pakan yang dimanajemen mampu menghasilkan pertumbuhan yang efektif dan optimal. Penerapan yang dilakukan yakni pengaturan dosis pakan yang akan diberikan kepada ikan, berapa kali dalam 1 hari. Rata-rata para pembudidaya memberikan pakan menurut kebiasaan makannya, tanpa memperhatikan kandungan nutrisi, kualitas dan waktu pemberian pakan yang tepat. Manajemen pakan mengharuskan pakan yang diberikan tepat dosis, kualitas dan waktu agar partumbuhan ikan bisa maksimal (Fitriadi et al., 2020). Pakan yang dibutuhkan ikan sebagai sumber nutrisi terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan udang untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan.

Kontributor: Haryo Triajie S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-04-28
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100006
No Koleksi: 190351100006


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24531-190351100006-Clara Anggraeni_190351100006_Laporan PKL.pdf - 2685 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar