Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-07-25 03:29:12  •  676 klik

TEKNIK PENANGANAN KUALITAS AIR TAMBAK PEMBESARAN UDANG PUTIH (Penaeus indicus) DI BBPBAP JEPARA
disusun oleh AL KAFI UBAIDILLAH MUBAROK

Subyek: UDANG PUTIH
BBPBAP JEPARA
Kata Kunci: UDANG PUTIH
BBPBAP JEPARA

[ Anotasi Abstrak ]

Perikanan di Indonesia memiliki potensi dan kekayaan sumberdaya yang cukup besar. Perikanan budidaya merupakan sektor yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan produksinya. Budidaya merupakan salah satu kegiatan alternatif untuk meningkatkan produksi perikanan. Komoditas perikanan di Indonesia sangat beragam, salah satunya udang. Komoditas udang meliputi udang vaname, udang windu, udang galah, dan udang putih. Peningkatan budidaya komoditas udang diperlukan dalam memacu peningkatan produksi, konsumsi udang domestic, dan tujuan ekspor. Udang putih merupakan salah satu komoditas yang penting untuk ditingkatkan produksinya. Kelebihan budidaya udang jenis ini antara lain memiliki siklus reproduksi relatif cepat, tahan penyakit, konversi pakan rendah, dan toleransi salinitas yang lebar (Nur et al., 2018). Budidaya udang putih diakukan untuk mencegah terjadinya kelangkahan stok atau speciesnya. Budidaya dilakukan untuk melestarikan dan menambah ketersediaan benih udang putih di Indonesia. Menurut Wahyuni et al. (2017) alat yang digunakan dalam penangkapan udang putih dinilai kurang selektif, sehingga semua ukuran udang ikut terangkat. Perlu dilakukan bubidaya untuk mengurangi penangkapan udang putih yang dilakukan masyarakat dan menjaga kelestarian udang putih. Udang putih perlu untuk dikenalkan kepada masyarakat untuk dibudidayakan. Udang putih memiliki keunggulan yang tidak kalah dari jenis udang lainnya. Udang putih lebih tahan terhadap penyakit dan fluktuasi kualitas air sehingga proses bubidaya udang putih tergolong cukup mudah dibanding jenis udang lain. Permasalahan utama yang sering ditemukan dalam kegagalan produksi udang adalah buruknya kualitas air selama masa pemeliharaan. Pengelolaan kualitas air berperan penting dalam menentukan keberhasilan produksi budidaya udang. Udang adalah hewan air yang segala kehidupan, kesehatan dan pertumbuhannya tergantung pada kualitas air sebagai media hidupnya. Pengukuran kualitas air selama pemeliharaan udang penting dilakukan untuk mengetahui gejala-gejala yang terjadi sebagai akibat perubahan salah satu parameter kualitas air. Mengetahui gejala-gejala tersebut maka dapat diambil tindakan untuk mengatasi perubahan-perubahan yang kurang baik terhadap sintasan dan pertumbuhan udang yang dipelihara (Makmur et al., 2018). Kualitas air menjadi faktor yang penting dikarenakan air dalam tambak menjadi lingkungan hidup udang. Kualitas air tambak semakin lama akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya waktu pemeliharaan, terutama pada tambak intensif. Hal tersebut dapat terjadi karena akumulasi senyawa beracun dari pakan yang tidak termakan, hasil metabolisme udang (feses) dan persaingan udang yang tinggi untuk mendapatkan oksigen. Akumulasi senyawa beracun seperti amonia dan nitrit dapat menyebabkan kematian pada udang. Senyawa beracun tersebut menyebabkan kandungan oksigen terlarut dalam tambak semakin berkurang dan menyebabkan kualitas air tambak akan menurun sehingga selama pemeliharaan udang perlu dioksidasi (Supono, 2018). Senyawa beracun dan konsumsi oksigen udang menyebabkan kualitas air pada tambak pemeliharaan udang dapat semakin menurun. Penurunan kualitas air budidaya disebabkan oleh limbah budidaya yang mengandung bahan organik dan nutrien baik yang bersifat partikel tersuspensi maupun terlarut. Limbah budidaya udang berupa bahan organik merupakan sumber utama ammonia di media budidaya. Kadar amonia yang tinggi berpengaruh negatif terhadap kehidupan organisme akuatik dan bersifat toksik bagi organisme. Menurut Hidayat (2018) pengelolaan dan perlakuan dalam menjaga kondisi kualitas air perlu dilakukan agar pertumbuhan udang dapat maksimal dan tidak menyebabkan datangnya penyakit pada udang. Pengelolaan kualitas air perlu adanya pemahaman lebih dalam budidaya udang putih,sehingga diperlukan pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai teknik penanganan kualitas air tambak pembesaran udang putih. BBPBAP Jepara sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pokok untuk uji terapan dan timbangan teknis terkait dengan kegiatan budidaya komoditas air payau. Sehingga diperlukan untuk dilaksaakan PKL di BBPBAP Jepara. 1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui cara mengelola kualitas air baik dari monitoring pengecekan parameter dan perlakuan untuk manjaga kualitas air pada tambak udang putih di BBPBAP Jepara. Khusunya pada teknik penanganan kualitas air tambak pembesaran udang putih.

Kontributor: Haryo Triajie, S.Pi., M.Si.
Tanggal tercipta: 2022-03-22
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100038
No Koleksi: 190351100038


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24532-190351100038-Al Kafi U M 190351100038 laporan akhir PKL.pdf - 2458 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar