Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-07-25 14:45:26  •  510 klik

BUDIDAYA BUAH LEMON DAN PENGUJIAN pH SERTA KELEMBABAN TANAH DI KEBUN LEMON SABILA FARM 4
disusun oleh NUR FATIMAH CANDHA SARI

Subyek: LEMON
KEBUN LEMON SABILA FARM 4
Kata Kunci: LEMON
KEBUN LEMON SABILA FARM 4

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman buah lemon merupakan tanaman yang memiliki manfaat sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan vitamin C, asam sitrat, minyak atsiri, bioflavonoid, polifenol, kumarin, flavonoid, dan minyak-minyak volatil(Nizhar, 2012). Buah Lemon (Citrus limon (L.) Burm.) adalah buah berwarna prolate kuning atau kuning pucat dengan lima hingga sepuluh biji, dan digunakan dalam berbagai masakan. Air perasannya digunakan sebagai bahan makanan baik untuk konsumsi komersial maupun rumahan, dan bernilai karena rasanya yang asam, tajam, dan segar. Kulit buah lemon yang harum bisa dimanfaatkan sebagai hiasan dan penyedap serta merupakan sumber utama minyak esensial dan aroma senyawa komersial. Bunga lemon beraroma manis, dengan aroma yang mirip dengan bunga jeruk lainnya. Minyak esensial dari bunga, ranting, dan buah dapat disuling atau diekstrak untuk mendapatkan bahan yang cocok untuk digunakan dalam rasa dan wewangian. Karakteristik dari pohon lemon ialah berduri kecil yang dapat tumbuh dengan baik di seluruh wilayah tropis dan subtropis di dunia. Dibandingkan dengan jeruk dan anggur, pohon lemon cukup sensitif dengan udara dingin. Buah lemon memiliki kadar gula rendah yang dapat mengakibatkan beku pada temperatur tertentu (Goodrich, 2003). Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. Pada tanah-tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH- sedang pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH 7 (Hardjowigeno, 2007). Kelembaban tanah adalah air yang mengisi sebagian atau seluruh pori- pori tanah yang berada di atas water tabel (air tanah yang terperangkap diatas permukaan air tanah). Definisi yang lain menyebutkan bahwa kelembaban tanah menyatakan jumlah air yang tersimpan diantara pori-pori tanah sangat dinamis, hal ini disebabkan oleh penguapan melalui permukaan tanah. Tingkat kelembaban tanah yang tinggi dapat menimbulkan permasalahan dan keadaan tanah yang terlalu lembab mengakibatkan kesulitan dalam melakukan kegiatan permanen hasil pertanian atau kehutanan yang menggunakan alat-alat mekanik (Lutfiyana, et al. 2017). Pengukuran pH dan kelembaban tanah untuk budidaya tanaman lemon untuk memenuhi syarat tumbuh budidaya lemon, pengukuran ph dan kelembaban tanah pada saat pemupukan. Pemupukan budidaya lemon ini dilakukan setahun 4 kali.

Kontributor: Dr. Ir. Eko Murnyanto, MP
Tanggal tercipta: 2021-04-27
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100147
No Koleksi: 180311100147


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24566-180311100147-Nur Fatimah Candha Sar_147_laporan PKL di Sabila Farm4.pdf - 1612 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar