Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-07-25 14:48:02  •  479 klik

TEKNIK PEMBIBITAN TANAMAN MELON (Cucumis melo. L) HIBRIDA VARIETAS ME 1027 di PT.BISI INTERNATIONAL Tbk. KEDIRI JAWA TIMUR
disusun oleh FIKRI DHIYA ULHAQ

Subyek: MELON VARIETAS ME 1027
PT.BISI INTERNATIONAL Tbk. KEDIRI JAWA TIMUR
Kata Kunci: MELON VARIETAS ME 1027
PT.BISI INTERNATIONAL Tbk. KEDIRI JAWA TIMUR

[ Anotasi Abstrak ]

Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di instansi, lembaga atau perusahaan baik swasta maupun negeri dalam jangka waktu tertentu yang telah ditentukan. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang merupakan wujud aplikasi dari sikap, kemampuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa dibangku kuliah. Oleh karena itu, teori-teori yang dipelajari dari berbagai mata kuliah dapat langsung dipraktekkan di instansi, lembaga atau perusahaan baik swasta maupun negeri. Adanya kegiatan Praktek Kerja Lapang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan pengetahuan yang ada dilapang. Sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk dapat menghadapi dunia kerja. PT. Bisi International Tbk. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembenihan diantaranya meliputi komoditas jagung hibrida, jagung manis, jagung ketan, padi hibrida, mentimun hibrida, pare, melon, semangka dan masih banyak lagi produk hortikultura lainnya. Selain memiliki produktivitas yang tinggi, beberapa jenis benih hortikultura yang belum lama dilepas ke pasar juga memiliki kelebihan lain, yaitu ketahanan yang cukup baik terhadap serangan virus. Upaya perusahaan untuk menjamin ketersediaan benih secara berkesinambungan dan berkelanjutan yaitu dengan cara memproduksi benih yang akan dikomersilkan dengan cara bermitra dengan petani. Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah yang termasuk dalam family Cucurbitaceae, banyak yang menyebut bahwa tanaman melon berasal dari lembah panas daerah Mediterania, perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Buah melon dimanfaatkan sebagai buah yang segar dan bahan makanan yang memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi. Tanaman melon akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan Eropa. Waktu abad ke-14, melon dibawa ke Amerika oleh Columbus dan akhirnya ditanam di Colardo, California, dan Texas, akhirnya melon tersebar luas ke penjuru dunia terutama didaerah tropis dan subtropics termasuk Indonesia. Benih ialah biji tanaman yang dipergunakan untuk keperluan pengembangan usaha tani, memiliki fungsi agronomis atau merupakan komponen agronomi. Biji merupakan salah satu bagian tanaman yang berfungsi sebagai unit penyebaran (dispersal unit) perbanyakan tanaman secara alamiah. Sedangkan bibit ialah menabur atau menyebartumbuhkan atau menanam biji pada suatu tempat khusus yang memenuhi persyaratan-persyaratan untuk tumbuhnya biji atau benih hingga diperoleh perkecambahan atau pertunasan yang cepat dan baik tumbuhnya. Viabilitas benih merupakan refleksi dari mutu benih, yang dapat didefinisikan sebagai daya hidup benih yang ditunjukkan oleh fenomena pertumbuhan benih atau gejala metabolismenya dan dapat pula ditunjukkan oleh keadaan organel sitoplasma atau kromosom. Viabilitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh benih untuk berkecambah. Sedangkan perkecambahan adalah keberhasilan proses di dalam benih untuk menghasilkan semai yang baik di persemaian. Keberhasilan penanaman terutama dalam skala yang besar sangat dipengaruhi oleh interaksi antara factor-faktor biotik, klimatik, edafik, teknik maupun manajemen. Secara tidak langsung factor teknik seringkali dinyatakan sebagai penyebab utama kegagalan, misalnya karena rendahnya mutu benih. Untuk membedakan suatu benih bermutu atau tidak, secara visual sangat sulit. Apabila benih ditanam tanpa melalui proses pengujian mutu, maka perbedaan baru akan terlihat setelah benih tumbuh dilapangan atau setelah tanaman berproduksi, sehingga konsumen benih akan dirugikan karena kehilangan waktu, biaya dan kemungkinan harus melakukan penanaman ulang. Pengujian kualitas benih ini sangat penting karena terujinya kualitas benih dapat memberikan jaminan kepada petani dan masyarakat untuk mendapatkan benih dengan kualitas yang baik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tentunya dapat menghindari petani dari berbagai kerugian yang ditimbulkan. Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah factor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.

Kontributor: Dr. Achmad Amzeri, S.P., M.Si
Tanggal tercipta: 2019-04-09
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-160311100056
No Koleksi: 160311100056


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24567-160311100056-160311100056_PKL_Fikri Dhiya Ulhaq.pdf - 1497 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar