Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2022-07-27 08:16:31  •  429 klik

PERAN PENDAMPINGAN PLUT-KUMKM DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DI KABUPATEN PELALAWAN
disusun oleh T. ZHILA SHEINTIKA ALFEN

Subyek: PLUT-KUMKM
KABUPATEN PELALAWAN
Kata Kunci: PLUT-KUMKM
KABUPATEN PELALAWAN

[ Anotasi Abstrak ]

Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat di Indonesia semakin tertarik untuk terjun ke dunia usaha. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh tuntutan ekonomi, tetapi juga karena adanya peluang mendapatkan keuntungan yang besar, kebebasan berekspresi, dan keahlian untuk menjalankan usaha tersebut. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) karena keberadaannya dapat mendorong dan memulihkan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data (KemenkopUKM, 2019) jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 65.465.497 UMKM dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,51% atau setara dengan Rp 9.580.762,7 Milyar. Peran UMKM dalam pelaksanaan pembangunan Indonesia telah mampu mengurangi tingkat pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan (Desmaryani, 2018). Dalam rangka melaksanakan pemberdayaan kepada Koperasi dan UMKM, maka Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) membuat program pendampingan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). PLUT-KUMKM menjadi salah satu lembaga yang memberikan layanan jasa non finansial berupa pendampingan kepada KUMKM, sehingga KUMKM tidak perlu mengeluarkan sejumlah biaya untuk layanan pendampingan yang diterima. Berdirinya PLUT- KUMKM diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas kerja, dan daya saing KUMKM di Indonesia. Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bagus di sektor perikanan, peternakan, perkebunan, maupun kehutanan sehingga memungkinkan terbentuknya UMKM yang unggul. Namun, tidak jarang UMKM yang dijalankan mengalami berbagai permasalahan yang dapat mempengaruhi keberlangsungannya seperti terbatasnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengatur pembiayaan, persediaan bahan baku, inovasi produk, dan pemasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Hubeis (2009) dalam (Desmaryani, 2018) bahwa permasalahan umum UMKM adalah kesulitan pemasaran, keterbatasan finansial, keterbatasan SDM, masalah bahan baku, keterbatasan teknologi, kemampuan manajemen, kemitraan, dan institusionalisasi. Akibatnya UMKM yang terbentuk di Kabupaten Pelalawan masih kurang memiliki daya saing yang baik jika dibandingkan dengan UMKM luar daerah. Terkait kurangnya daya saing UMKM, tentunya peran lembaga pemerintah melalui aktivitas pendampingan PLUT-KUMKM Kabupaten Pelalawan sangat diperlukan. Sejalan dengan dilaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk menerapkan ilmu dari perkuliahan, maka kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menerapkan peran pendampingan PLUT-KUMKM dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Pelalawan.

Kontributor: Dian Eswin Wijayanti, SP., M.Sc
Tanggal tercipta: 2022-07-25
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190321100064
No Koleksi: 190321100064


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-24637-190321100064-T. ZHILA SHEINTIKA ALFEN#190321100064#AGRIBISNIS.pdf - 2285 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar