Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-08-02 13:57:53 • 282 klik
ALUR PRODUKSI GARAM SISTEM TERINTEGRASI DI PT. GARAM PEGARAMAN PAMEKASAN
disusun oleh HIKMATULLAH AHMAD
| Subyek: | GARAM PT. GARAM PEGARAMAN PAMEKASAN |
| Kata Kunci: | GARAM PT. GARAM PEGARAMAN PAMEKASAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memliki potensi sangat besar dalam bidang kemaritiman. Status Indonesia sebagai negara kepulauan semakin dipertegas dengan Konvensi Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS). Menurut (Direktorat Jendral Pengolahan Ruang Laut. 2020) Indonesia memiiki luas lautan 74% dari total luas negara indonesia. panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia (Zainal dan Aprilina, 2018). Indonesia juga memiliki iklim tropis yang memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau. Potensi ini perlu dimanfaatkan dengan baik oleh masyrakat indonesia khusunya dalam produksi garam. Garam adalah salah satu kebutuhan pokok bagi manusia baik dalam bidang pangan maupun non pangan. Garam merupakan kumpulan senyawa kimia dengn bagian utama NaCl dengan zat pengotor lainnya (Ari Wibowo, 2020). Garam dengan kualitas NaCl tinggi akan memiliki daya saing dalam pasar lokal maupun global. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya penelitian-penelitian bagaimana cara meningkatkan kadar NaCl dan banyaknya inovasi yang telah diterapkan baik dari masyarakat maupun perusahaan yang bergelud di dunia pegaraman. Pada awalnya mengunakan meja tanah yang dinilia kurang baik dalam menghasilkan garam dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Salah satu contoh dalam inovasi untuk mendapatkan garam dengan kualitas NaCl yaitu dengan menggunakan meja kristalisasi geomembran dan batu. Produksi garam di Indonesia masih memanfaatkan panas matahari dalam prosesnya. Produksinya dilakukan dengan banyak metode dan sistem yang berbeda pada setiap pegaraman. Produksi garam yang masih dilakukan secara konvensional tidak jarang memiliki pengaruh dari kebiasaaan, tingkah laku, dan kondisi alam di daerah tersebut. Penggunaan metode ulir sudah sering kita jumpai dengan memanfaatkan kemiringan lahan dan gaya gravitasi bumi. Metode ini dinilai lebih efektif dengan metode yang biasanya menggunakan kincir angin untuk mengalirkan air dari petak satu ke petak lainnya. Pegaraman yang ada di Indonesia masih banyak yang tidak memilki sistem yang jelas dalam menerapkan proses produksi. Sistem dalam penerapan suatu produksi sangat dibutuhkan agar apa yang dikerjakan memiliki alur dan fungsi yang jelas pada setiap tahapannya. Sistem yang jelas dapat memudahkan pekerjaan dan mempercepatnya. Sistem trintegrasi yang sudah mulai diterapkan pada pegaraman besar dengan memanfaatkan luas area dan kondisi lahan. Hasil produksi berupa garam memiliki kualitas yang berbeda-beda dengan kandungan Nacl yang berda. Garam yang dihasilkan juga harus sesuai standar SNI ini berdasarkan kepada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 tahun 1994 tentang pengadaan garam beriodium dan Keputusan Menteri Perindustrian No. 29/M/SK/2/1995. Garam dibedakan menjadi garam konsumsi dan garam industri dengan kandungan NaCl minimal 94% merupakan garam konsumsi dan minimla 97% untuk industri pangan, kadar Ca dan Mg 600 ppm (Ari Wibowo, 2020) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode dan sistem yang digunakan pada pegaraman berjalan dengan baik. Metode ulir menggunakan gravitasi yang dapat menekan biaya produksi telah banyak digunakan hanya saja keterbatasan dalam luas lahan yang menyebabkan sistem yang diterapkan tidak jelas dan tumpang tindih. Sistem yang tidak jelas mempengaruhi dari pengerjaan, waktu, biaya produksi, dan hasil produksi. Harapan saya penelitian ini dapat membantu masyrakat untuk belajar metode dan sistem yang digunakan pada pegaraman besar yang dinilai lebih efektif dalam menghasilkan garam.
| Kontributor | : Wiwit Sri Werdi Pratiwi, S.Si., M.Si., M.Sc |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-12 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190341100006 |
| No Koleksi | : 190341100006 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24944-190341100006-HIKMATULLAH AHMAD#190341100006#ILMU KELAUTAN.pdf - 1349 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENGOLAHAN LIMBAH GARAM (BITTERN) MENJADI STRUVITE DENGAN PENGONTROLAN PH
- PENGOLAHAN LIMBAH GARAM (BITTERN) MENJADI PUPUK STRUVITE DENGAN JENIS BASA KUAT YANG BERBEDA
- FLUKTUASI KADAR KEPEKATAN AIR LAUT PADA KADAR NATRIUM KLORIDA (NaCl)HASIL GARAM DI TIGA LOKASI TAMBAK GARAM RAKYAT KECAMATAN PANGARENGAN SAMPANG
- KANDUNGAN NaCl DAN H2O GARAM RAKYAT PADA MEDIA PENYIMPANAN BERBEDA
- kajian sifat fisik di tambak garam pada kecamatan kamal dan kecamatan kwanyar kabupaten bangkalan
Kembali ke Daftar 