Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-08-02 14:23:25 • 421 klik
PROSES PENGGUDANGAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KOPI BANGELAN, MALANG
disusun oleh FETI APRILIYANTI
| Subyek: | KOPI ROBUSTA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KOPI BANGELAN MALANG |
| Kata Kunci: | KOPI ROBUSTA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KOPI BANGELAN MALANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Kopi adalah salah satu produk hasil perkebunan yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. Kopi memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional, baik sebagai sumber pendapatan bagi petani kopi, sumber devisa negara dan sebagai penyedia lapangan pekerjaan. Tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia pada tahun 2020 yaitu Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, dan Cina. Ekspor kopi Indonesia dari tahun 2010 hingga Agustus 2020 tercatat sebanyak 218,1 ribu ton. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,58% dibandingkan pada tahun 2019 dengan periode yang sama. Selama 10 tahun terakhir, volume ekspor kopi cenderung tidak stabil yaitu berada di atas 200 ribu ton (Ditjenbun 2020). Budi daya kopi di Indonesia sebagian besar diusahakan oleh rakyat, perkebunan besar swasta, serta perkebunan besar negara. Jenis kopi yang umum dibudidayakan ada dua jenis yaitu kopi robusta dan kopi arabika. Produksi komoditas kopi nasional Indonesia didominasi oleh kopi robusta yang mencapai 90% dan kopi arabika 10%. Sementara itu untuk komoditas kopi di dunia dikuasai kopi arabika yaitu 85%, 10% kopi robusta, dan 5% untuk kopi liberika dan kopi ekselsa. Sebagian besar hasil panen kopi di dunia diproduksi di Amerika bagian selatan dan tengah, Asia serta Afrika (Rahardjo 2017). Proses penyimpanan dan penggudangan sangat penting dilakukan pada kopi. Hal ini untuk mencegah timbulnya jamur yang dapat merusak kualitas pada kopi. Kegiatan penyimpanan dan penggudangan merupakan tahapan akhir dari proses pasca panen kopi. Selama proses penyimpanan kopi harus dijaga secara benar, baik dari aspek kadar air, jenis kemasan dan kondisi ruang penyimpanan. Ketiga aspek tersebut akan mengontrol tingkat serangan jamur dan faktor lain yang menyebabkan turunnya kualitas dari kopi, karena kopi yang tidak sesuai dengan kualitas dapat mempengaruhi cita rasa dari kopi itu sendiri. Sehingga sangat perlu adanya pengkajian mengenai pelaksanaan penggudangan kopi di PTPN XII Kebun Bangelan, Malang.
| Kontributor | : Ir. Umi Purwandari M.App.Sc., P.hD |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-17 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100083 |
| No Koleksi | : 180331100083 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24949-180331100083-180331100083_FETI APRILIYANTI_LAPORAN PKL.pdf - 2587 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENERAPAN SANITASI KOPI ROBUSTA PADA PTPN XII NGRANGKAH PAWON KEDIRI JAWA TIMUR
- Manajemen Agribisnis Kopi Robusta (Coffe chanephora) PTPN XII Kebun Bangelan Kec. Wonosari Kab. Malang
- ANALISIS SALURAN PERNIAGAAN KOPI ROBUSTA(STUDI KASUS DESA SAMBIREJO KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG)
- TEKNIK PERAWATAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.) DI PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO (PUSLITKOKA) JEMBER
- MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DAN MANAJEMEN PRODUKSI KOMODITAS KOPI ROBUSTA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN BANGELAN MALANG
Kembali ke Daftar 