Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-08-02 14:42:11 • 629 klik
PENANGANAN BAHAN BAKU PADA PROSES PRODUKSI TEH HIJAU (Camellia sinensis) DI PT CANDI LOKA NGAWI, JAWA TIMUR
disusun oleh SRI WULANDARI
| Subyek: | PROSES PRODUKSI TEH HIJAU PT CANDI LOKA NGAWI JAWA TIMUR |
| Kata Kunci: | PROSES PRODUKSI TEH HIJAU PT CANDI LOKA NGAWI JAWA TIMUR |
[ Anotasi Abstrak ]
Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki berbagai kandungan senyawa antioksidan yang berguna bagi kesehatan (Fajar et al. 2018). Teh adalah bahan minuman penyegar yang memiliki beberapa kandungan senyawa kimia yang dapat memberi efek warna, rasa dan aroma yang memuaskan peminumnya. Sehingga sampai saat ini, teh adalah salah satu minuman penyegar yang banyak diminati. Selain sebagai bahan minuman, teh juga banyak dimanfaatkan untuk obat-obatan dan kosmetika (Anjarsari 2016). Teh hijau diproses dengan cara khusus. Setelah dipetik, daun teh akan mengalami pengasapan. Proses ini akan mengeringkan daun teh, namun tidak sampai mengubah warna daun. Kondisi inilah yang menyebabkan air seduhan daun teh tetap terlihat berwarna hijau muda. Proses ini kemudian terbukti dapat mempertahankan berbagai kandungan nutrisi, antara lain zat antioksidan polyphenols pada daun teh, yang lebih besar dibandingkan teh hitam maupun teh merah. Ada tiga kandungan bahan utama yang membuat teh hijau dapat menurunkan berat badan, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG) Caffein, dan L- tehanine (Wulandari dan Rahmanisa 2016). Dalam proses produksi perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk menjalankan proses produksi maka perusahaan memerlukan bahan baku untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan kualitas terbaik (Daud 2017). Proses penanganan bahan menjadi sangat penting karena seluruh bahan dan produk harus diatasi dengan baik sehingga dapat mencapai tujuannya dengan aman dan juga untuk menjaga kondisi dan kualitas bahan-bahan tersebut. Penanganan bahan baku atau disebut juga Material Handling merupakan proses yang mencakup operasi dasar dalam pergerakan, perlindungan, penyimpanan dan pengendalian bahan dan produk di seluruh pembuatan (manufaktur), pergudangan, distribusi, konsumsi dan pembuangan (disposal) (Kurniawan dan Pramesti 2019). Aktivitas proses produksi tidak dapat berjalan tanpa adanya kegiatan material handling. Kegiatan ini biasanya meggunakan mesin atau dengan tenaga manusia. Peralatan material handling tergantung pada karakteristik benda yang akan dipindahkan, jalur yang dipakai dan harga dari peralatan tersebut. Ada tiga peralatan utama dalam material handling yaitu, conveyor (ban berjalan), crane (derek) dan trucks (alat angkut kereta) (Astuti dan Iftadi 2016). Untuk menghasilkan produk yang bermutu dan kualitasnya terjamin diperlukan adanya penanganan dari bahan baku yang baik. Pengaruh penanganan bahan baku terhadap keseluruhan aspek produksi produk ini menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan praktik kerja lapang di PT Candi Loka, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Adanya praktik kerja lapang ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan proses pembuatan teh hijau dari bahan baku hingga barang jadi. Selain itu diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya sekaligus sebagai sarana pembanding antara teori dan praktik langsung dari teori tersebut.
| Kontributor | : Umi Purwandari, M. App. Sc., P. hD |
| Tanggal tercipta | : 2021-05-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100085 |
| No Koleksi | : 180331100085 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-24953-180331100085-LAPORAN PKL_180331100085_SRI WULANDARI_.pdf - 959 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PRODUK KERUPUK KEDELAI DI UD. SBY PRODUCTION LAMONGAN
- PERANCANGAN MODEL SIMULASI LINI PRODUKSI SEPATU (Studi Kasus : PT. Widaya Inti Plasma, Sidoarjo)
Kembali ke Daftar 