Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-08-08 10:06:29  •  568 klik

PERBANYAKAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura sp.) DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
disusun oleh ANNISA DITA VALENSIA

Subyek: ULAT GRAYAK
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
Kata Kunci: ULAT GRAYAK
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

[ Anotasi Abstrak ]

Pada usaha untuk meningkatkan produksi tanaman masih terdapat kendala utama yang sering terjadi yaitu masalah hama. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama. Salah satunya dengan pengendalian yang cukup efektif, aman untuk lingkungan dan juga sesuai dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam hal itu, patogen serangga merupakan agens yang cukup potensial. Hama adalah organisme yang menginfeksi tanaman dan merusaknya sehingga mengakibatkan penurunan hasil pertanian, perkebunan maupun sayursayuran. Infeksi hama dan penyakit secara meluas dapat menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya pemberantasan hama . Sampai saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa terdapat agens hayati yang berada didalam tanah sebagai pengendali biopestisida. Salah satu agens hayati untuk mengendalikan tanaman yang dapat ditemukan didalam tanah adalah nematoda entomopatogen (NEP). Sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahwa nematoda entomopatogen terdapat didalam tanah dan dapat diambil dengan teknik sederhana, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agens pengendali hayati serta dikembangkan sebagai biopestisida. Jika nematoda entomo patogen ini dikembangkan dengan baik secara home industri ataupun secara skala besar sebagai biopestisida maka dapat menjadi peluang kerja untuk masyarakat di Indonesia (Borroe et al., 1982). Nematoda adalah salah satu mikroorganisme berbentuk cacing dengan ukuran 700-1200 mikron dan berada di dalam tanah. Di antara nematoda yang terdapat di dalam tanah beberapa bersifat hidup bebas (non parasit), nematoda untuk mengendalikan serangga hama pada tanaman pangan, perkebunan, rumput lapangan golf dan tanaman hortikultura. Kehidupan mikroorganisme tanah bergantung pada habitatnya karena keberadaannya dan kelimpahan mikroorganisme disuatu daerah ditentukan oleh kondisi daerah tersebut. NEP hidup di tanah dengan spesifikasi tekstur tanah, kelembapan, intensitas cahaya dan bahan organik yang sesuai. Hasil penelitian (Chaerani et al. 2007) menunjukkan bahwa NEP ditemukan pada tanah yang memiliki karakteristik tekstur tanah berpasir dan kelembapan tanah yang tinggi.

Kontributor: Ir. Achmad Djunaedy, M.P.
Tanggal tercipta: 2021-04-20
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100079
No Koleksi: 180311100079


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-25099-180311100079-LAPORAN PKL_ANNISA DITA VALENSIA_180311100079_AGROTEKNOLOGI.pdf - 1521 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar