Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-08-09 13:51:17  •  574 klik

PENGARUH MEDIA AIR CUCIAN BERAS TERHADAP KERAPATAN SPORA Trichoderma sp. DALAM PEMBUATAN METABOLIT SEKUNDER DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
disusun oleh MINDA MAULIANA

Subyek: SPORA Trichoderma sp.
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
Kata Kunci: SPORA Trichoderma sp.
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

[ Anotasi Abstrak ]

Perguruan tinggi merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki peran besar dalam upaya pengembangan sumberdaya manusia serta meningkatkan daya saing. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya saing yakni dengan mengadakan program Praktik Kerja Lapang (PKL). Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan bentuk kegiatan akademik yang berorientasi pada bentuk pembelajaran, pelatihan maupun penerapan ilmu kuliah. Praktik Kerja Nyata (PKL) dapat dilaksanakan di sebuah lembaga, instansi maupun perusahaan dengan tujuan yang sama yaitu agar mahasiswa memperoleh pengalaman, bekal serta keterampilan yang akan digunakan saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Salah satu Instansi yang dapat digunakan mahasiswa pertanian untuk melaksanakan PKL yaitu Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. BBPPTP Surabaya bergerak di bidang Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan yang berada di bawah naugan Direktorat Jendral Perkebunan. Dalam tugasnya BBPPTP Surabaya mempunyai peran untuk mengembangakan proeksi tanaman yang efektif serta mudah diterapkan oleh petani. Permasalahan umum yang sering muncul dalam bidang pertanian serta perkebuanan adalah rendahnya produktivitas tanaman yang dibudidayakan. Banyak jenis Organisme Penganggu Tanaman (OPT) yang diketahui menyerang tanaman yang dibudidayakan sehingga mampu mengakibatkan kerugian baik kualitas maupun kuantitas bahkan sampai kehilangan hasil panen. Untuk mengendalikan serangan OPT tersebut maka dapat dilakukan dengan pengendalian hayati yaitu dengan cara mengendalikan hama yang aman bagi lingkungan serta dapat menekan residu kimia pada produk pertanian yaitu pengendalian hayati. Pengendalian hayati diharapkan mampu memaksimalkan peranan musuh alam dalam upaya pengelolaan hama. Agen pengendali hayati (APH) memiliki peran penting dalam suatu agrosistem, karena mampu menekan kepadatan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jenis agens hayati yang dapat dimanfaatkan dalam pengendalian OPT diantarnya adalah jamur Trichoderma sp. Trichoderma sendiri mempunyai sifat antagonis terhadap jamur patogen. Trichoderma sp. mampu mengendalikan patogen yang menyerang tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.

Kontributor: Ir. Achmad Djunaidy, M.P.
Tanggal tercipta: 2021-04-20
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100080
No Koleksi: 180311100080


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-25145-180311100080-MINDA MAULIANA_180311100080.pdf - 2527 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar