Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-08-18 14:27:43  •  344 klik

TEKNIK KULTUR JARINGAN KALUS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PUSAT PENELITIAN GULA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI
disusun oleh DODI ANDREAN WIJAYA

Subyek: TEBU
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI
Kata Kunci: TEBU
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI

[ Anotasi Abstrak ]

Pelaksanaan PKL ini difokuskan pada kegiatan budidaya tanaman tebu secara kultur jaringan. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditas penting bagi Indonesia karena mempunyai nilai strategis dan ekonomis yang tinggi sebagai bahan baku pembuatan gula. Untuk memenuhi kebutuhan gula yang terus meningkat setiap tahunnya, baik pemerintah maupun swasta berupaya meningkatkan produksi gula melalui peningkatan produktivitas tanaman tebu dan perluasan areal penanaman. Pada tahun 2013, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, telah menetapkan target produksi gula sebanyak 2,82 juta ton bibit, dengan produktivitas 80 t/ha, rendemen 7,75%, dan diperlukannya pertanaman tebu seluas 454.297 ha (Sukmadjaja, 2013). Apabila 30% dari luasan tersebut dilakukan bongkar tanam baru, maka dibutuhkan bibit yang sangat banyak, sekitar 3,4 miliar mata tunas. Sampai saat ini, pengadaan bibit tebu dilakukan melalui tahapan penjenjangan kebun pembibitan, mulai dari Kebun Bibit Pokok Utama (KBPU), Kebun Bibit Pokok (KBP), Kebun Bibit Nenek (KBN), Kebun Bibit Induk (KBI), hingga Kebun Bibit Datar (KBD), sebagai sumber bibit bagi penanaman Kebun Tebu Giling (KTG). Pembibitan tebu secara konvensional diperkirakan tidak akan cukup untuk memenuhi jumlah kebutuhan bibit tebu yang diperlukan. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan dari bibit tanaman tebu salah satunya dengan menggunakan teknik kultur jaringan atau kultur in vitro. Pengetahuan dan penguasaan sistem regenerasi dari tiap-tiap varietas tanaman tebu secara in vitro sangat diperlukan karena sangat menentukan dalam program peningkatan produktivitas tanaman tebu melalui pemanfaatan bioteknologi, baik untuk keperluan perbanyakan, perbaikan varietas, maupun transformasi gen. Aplikasi bidang bioteknologi tanaman melalui teknik kultur jaringan saat ini diyakini sebagai metode yang ampuh dalam mengatasi permasalahan produksibibit tanaman. Selama kurang lebih tiga puluh tahun nterakhir, aplikasi kultur jaringan tanaman semakin meluas penggunaannya terutama dalam menyediakan bibit tanaman secara massal, cepat, murah, dan bebas patogen pada tanaman holtikultura, tanaman pangan, dan tanaman industri (Behera dan Sahoo, 2009).

Kontributor: Ir. Slamet Supriyadi M.Si.
Tanggal tercipta: 2019-04-02
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-160311100031
No Koleksi: 160311100031


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-25365-160311100031-Laporan Pkl Dodi Andrean Wijaya 160311100031.pdf - 1474 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar