Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-08-24 13:46:41 • 373 klik
PERENCANAAN PRODUKSI TEH DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN BANTARAN SIRAH KENCONG
disusun oleh DESI RETNO WULAN SARI
| Subyek: | TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN BANTARAN SIRAH KENCONG |
| Kata Kunci: | TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN BANTARAN SIRAH KENCONG |
[ Anotasi Abstrak ]
Perencanaan produksi dilakukan untuk menentukan arah awal dari tindakan yang akan dilakukan dimasa mendatang, mengenai apa, seberapa banyak dan kapan pekerjaan tersebut harus dilakukan. Perencanaan produksi disusun berdasarkan data masa lalu dengan menggunakan beberapa asumsi. Perencanaan tidak akan selalu memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan dalam rencana tersebut, sehingga setiap perencanaan yang dibuat harus dievaluasi secara berkala. Perencanaan dan pengendalian produksi digunakan untuk menjamin kelancaran produksi yang dilakukan. Perencanaan produksi perlu mempertimbangkan semua keterbatasan perusahaan, terutama yang berkaitan dengan persediaan bahan baku dan kapasitas yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan produk yang menguntungkan sesuai dengan selera konsumen serta memiliki kualitas yang baik dan tersedia pada waktu yang disepakati. Perencanaan produksi bertugas mengkoordinasikan bagian produksi dengan bagian lainnya dalam perusahaan agar rencana produksi yang disusun benar-benar mencerminkan keadaan dan kemampuan perusahaan. Rencana produksi yang dibuat didasarkan pada ramalan penjualan untuk masa yang akan dating sehingga dapat ditentukan barang apa yang akan diproduksi, jumlah barang yang akan diproduksi, kapan produksi akan dimulai dan selesai, jumlah tenaga kerja, bahan- bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi tersebut. Teh merupakan komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Teh merupakan salah satu komoditas ekspor yang penting untuk meningkatkan devisa negara. Negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia pada tahun 2018 menurut Direktorat Jenderal Perkebunan (2019) adalah Malaysia sebanyak 9,001 ribu ton, Rusia 7,367 ribu ton, Pakistan 4,136 ribu ton dan negara-negara lain sebesar 25,255 ribu ton sehingga total ekspor teh pada tahun 2018 adalah sebesar 49,038 ribu ton. Total ekspor pada tahun 2018 tersebut setara dengan US$ 108,45 juta. Luas areal dan produksi teh menurut status pengusahaan pada tahun 2016 adalah sebesar 113.617 Ha dan 138.935 ton. Tahun 2017 luas areal pengusahaan teh sebesar 113.307 Ha dan memproduksi sebanyak 146.251 ton. Tahun 2018 memiliki luas areal 109.936 Ha dan dapat memproduksi teh sebanyak 140.236 ton. Data sementara tahun 2019 dan 2020 menunjukkan bahwa luas areal pengusahaan teh sebesar 108.750 Ha dan 107.905 Ha. Jumlah produksi teh pada tahun 2019 dan 2020 adalah sebesar 137.803 ton dan 138.323 ton. PTPN XII Kebun Bantaran Sirah Kencong merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki komoditas utama teh. Lokasi pabrik pengolahan teh hitam CTC (crushing, tearing, curling) berada di Sirah Kencong. Hasil produksi PTPN XII Kebun Bantaran Sirah Kencong akan dipasarkan dengan sistem lelang, dimana pembeli biasanya merupakan perusahaan dari luar negeri. Negara-negara tujuan ekspor teh hitam diantaranya adalah negara-negara di Benua Asia dan Eropa. Perencanaan produksi juga diterapkan pada PTPN XII Kebun Bantaran Sirah Kencong. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketersediaan bahan baku, waktu produksi serta mencegah terjadinya keterlambatan produksi. Perencanaan produksi akan terfokus pada pengaturan pengelolaan sumber daya dan alokasi biaya untuk meminimalkan biaya produksi dan meningkatkan jumlah produksi. Pengalokasian sumber daya pada perencanaan produksi meliputi jumlah pekerja, urutan pengerjaan dan kebutuhan material.
| Kontributor | : Rakhmawati, S.TP., MT |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100056 |
| No Koleksi | : 180331100056 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-25619-180331100056-Laporan PKL_180331100056.pdf - 3093 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- KOCCA TENGGHI SEBAGAI FASHION DAN IDENTITAS BLATER DI DESA SAWAH TENGAH KECAMATAN ROBATAL KABUPATEN SAMPANG MADURA
- ANALISIS KAPABILITAS PROSES PENGERINGAN PADA PENGOLAHAN TEH HITAM CTC (Crushing Tearing Curling)(Studi Kasus di PT. Perkebunan Nusantara XII (PERSERO) Wonosari – Lawang, Malang)
- ANALISIS KESESUAIAN EKOWISATA BAHARI SNORKLING DI DESA JATEH DAN DESA BANMALENG PULAU GILI RAJA KECAMATAN GILI GENTING KABUPATEN SUMENEP
- ANALISIS STRATEGI SEGMENTING, TARGETING DAN POSITIONING TERHADAP FAKTOR-FAKTOR KEPUTUSAN PEMBELIAN TEH CABE JAWA (Piper retrafractum Vahl.) CELUP
- ANALISIS KARAKTERISTIK DAN UJI SENSORIS TEH HERBAL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) PADA PERBEDAAN LETAK DAUN DAN LAMA PENGERINGAN
Kembali ke Daftar 