Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2022-08-25 14:04:54  •  857 klik

PENGENDALIAN MUTU KERIPIK TEMPE DI UMKM ROHANI MALANG
disusun oleh MUHAMMAD ZULKIFLI FAISAL

Subyek: KERIPIK TEMPE
UMKM ROHANI MALANG
Kata Kunci: KERIPIK TEMPE
UMKM ROHANI MALANG

[ Anotasi Abstrak ]

Jumlah produsen tempe di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 100.000 produsen yang terbesar berada daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Aceh dan Lampung (Astawan et al. 2013). Angka konsumsi kedelai di Indonesia sebanyak 50% dari konsumsi kedelai di indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, sebesar 40% dalam bentuk tahu dan 10% dalam bentuk lain. Konsumsi tempe di Indonesia saat ini sekitar 6,45 kg per orang per tahun. Indonesia memproduksi kedelai hanya mencapai 700.000 ton atau setara dengan 29% dari total kebutuhan nasional. Sedangkan Indonesia membutuhkan kedelai mencapai 2,2 juta ton pertahun. Akibatnya Indonesia harus mengimpor kedelai sebanyak 2.087.986 ton untuk memenuhi 71 persen kebutuhan kedelai dalam negeri. Tempe banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Kandungan yang terdapat pada tempe antara lain kalsium, fosfor, zat besi, vitamin karoten. Tempe merupakan produk hasil fermentasi kedelai yang sudah lama dikenal di Indonesia. Faktor terpenting dalam pembuatan tempe adalah inokulum atau laru yang mengandung kapang Rhizopus. Jenis kapang yang berperan dalam fermentasi tempe adalah R. Oligosporus Tempe adalah produk fermentasi yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan mulai digemari oleh berbagai kelompok masyarakat. Tempe dapat dibuat dari berbagai bahan, namun yang biasa dikenal sebagai tempe oleh masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat dari kedelai. Proses fermentasi yang terjadi pada tempe berfungsi untuk mengubah senyawa makro molekul kompleks yang terdapat pada kedelai. Tempe dapat dijadikan sebuah cemilan yaitu keripiktempe. Keripik tempe adalah keripik yang terbuat dari tempe yang iris tipis kemudian lumuri adonan yang terbuat dari tepung beras dan penambahan bumbu kemudian digoreng sampai kering. Pengendalian mutu ini dilakukan pada bahan, proses produksi dan produk akhirnya. Konsep Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) perlu diterapkan pada bahan, proses produksi dan produk akhir. Pembuatan keripik tempe. Pengendalian mutu produk akhir dilakukan dengan menganalisis yang dibandingkan dengan parameter mutu menurut SNI Nomor 01- 2602-1992 (Untuk Produk Akhir). Parameter analisis yang digunakan adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar asam lemak bebas (FFA), cemaran logam (pb dan Cu) dan cemaran mikrobakapang. UMKM Keripik Tempe Rohani merupakan salah satu produksi rumahan yang unggul dikota Malang dan lebih tepatnya berada di daerah Sentra Keripik Sanan. UMKM Keripik Tempe Rohani merupakan UMKM yang berada di kota Malang dan berada di daerah sentra keripik tempe sanan. Keripik Tempe Rohani berdiri sejak juni tahun 1988 yang berlokasi di di jalan sanan no 125 Kecamatan Belimbing, Kelurahan Purwantoro Malang. UMKM keripik tempe tidak hanya memproduksi keripik tempe saja, tetapi juga memproduksi beberapa macam keripik yaitu keripik buah, keripik ubi ungu dan keripik singkong.

Kontributor: Cahyo Indarto, Ph.D.
Tanggal tercipta: 2021-05-05
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180331100116
No Koleksi: 180331100116


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-25667-180331100116-Laporan PKL ACC_Faisal-1.pdf - 2171 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar