Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-12-05 08:07:27 • 342 klik
MANAJEMEN TATA ALIRAN AIR PADA PROSES PRODUKSI GARAM DI TAMBAK GARAM PEGARAMAN 1 PT GARAM SUMENEP
disusun oleh Yogi Noviana
| Subyek: | TAMBAK GARAM PT GARAM SUMENEP |
| Kata Kunci: | TAMBAK GARAM PT GARAM SUMENEP |
[ Anotasi Abstrak ]
Teknologi produksi garam di Indonesia kebanyakan masih menggunakan metode penguapan atau evaporasi. Metode evaporasi ini membutuhkan adanya panas matahari untuk penguapan air laut dengan media atau alas tanah. Pada beberapa daerah seperti aceh dan bali, produksi garam menggunakan cara memasak atau metode penguapan dengan panas dari api. Hal ini dikarenakan kondisi tanah atau media pada daerah tersebut merupakan tanah yang poros, yaitu tanah yang mudah menyerap air. Kondisi tanah, kelembapan udara, suhu, kecepatan angin, dan sistem yang digunakan menjadi pengaruh dalam produktifitas pembuatan garam. Pegaraman 1 merupakan salah satu lahan produktif yang dimiliki PT Garam yang menggunakan media tanah untuk penguapan dan geomembran untuk kristalisasi (Taufiq et al 2016). Lahan Pegaraman 1 merupakan lahan produksi milik PT Garam yang paling luas dengan luas sekitar 2500 ha. Lahan pegaraman 1 tepatnya berada di Jl. Adi Sucipto No.1 Kalianget, Sumenep. Lahan pada pegaraman 1 tipe lahan yang menyatu-nyatu (tidak berpencar), artinya lahan produksi mulai dari peminihan, kristalisasi, dan gudang penyimpanan berada dalam satu lokasi (Taufiq et al 2016). Berbeda dengan lahan garam rakyat, yang meskipun ditotal seluruh indonesia relatif luas tetapi sifatnya milik pribadi. Proses produksi dengan lahan luas akan menghasilkan produk garam dengan jumlah yang banyak. Produksi garam pada pegaraman 1 menggunakan menggunakan sistem evaporasi dan menggunakan media geomembran untuk kristalisasi. Pada proses produksinya, pegaraman 1 mengandalkan alam sepenuhnya seperti angin, panas matahari, dan kelembapan. Indonesia sendiri merupakan negara dengan 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan. Selain faktor alam, faktor lahan juga mempengaruhi proses produksi garam. Tata letak lahan garam, tata aliran air pada proses produksi garam, sarana dan prasarana pendukung proses produksi garam, dan biaya Amami dan Ihsannudin 2016). Tata aliran air merupakan penataan lahan untuk membuat air keluar-masuk ke peminihan melalui pintu yang tersedia baik melalui gravitasi atau bantuan alat seperti pompa. Tata aliran air yang sesuai akan menghasilkan air tua yang memenuhi target yaitu dengan konsentrasi tinggi, volume banyak, dan waktu yang cepat. Kegiatan magang ini berguna untuk mengetahui tata aliran yang baik untuk mencapai target yang diinginkan berdasarkan teori edukasi dan aplikasi di lapangan.
| Kontributor | : Nike Ika Nuzula, S.Si., M.T |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-12 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190341100033 |
| No Koleksi | : 190341100033 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-26048-190341100033-Yogi Noviana#190341100033#Laporan PKL.pdf - 2954 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- DINAMIKA PARAMETER LINGKUNGAN TAMBAK GARAM DI DESA GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP
- pemetaan kesesuaian lahan tambak garam menggunakan metode site selection pada sistem informasi geografis berbasis web di desa polagan kabupaten pamekasan
- Pemetaan Tambak Garam di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Citra Resolusi Tinggi
- STRUKTUR KOMUNITAS PHYTOPLANKTON DI TAMBAK GARAM DAERAH KWANYAR, BANGKALAN.
- Kriteria Kelayakan Tanah Tambak Garam Tradisional Berdasarkan Kadar Magnesium, Tekstur dan Warna Tanah di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep
Kembali ke Daftar 