Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2022-12-21 07:57:07  •  780 klik

ANALISIS RESIDU ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL PADA PRODUK PERIKANAN DI BALAI PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN KELAS A PROVINSI JAWA TENGAH
disusun oleh SHAFIRA MUTIA RAHMAH

Subyek: RESIDU ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL
BALAI PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN KELAS A PROVINSI JAWA TENGAH
Kata Kunci: RESIDU ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL
BALAI PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN KELAS A PROVINSI JAWA TENGAH

[ Anotasi Abstrak ]

Antibiotik dalam aktivitas perikanan digunakan sebagai komponen tambahan dalam pemeliharaan ikan atau udang, dalam pemberian bahan antibiotik pada makanan ikan atau udang dapat membantu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan karena kuman serta digunakan dalam mempercepat pertumbuhan ikan atau udang. Antibiotik yang digunakan dalam pencegahan penyakit pada budidaya perikanan menyebabkan efek samping bagi konsumen serta lingkungan. Konsumsi produk perikanan dan bahan pangan lainnya yang mengandung antibiotik melebihi ambang batas maksimum dapat menimbulkan kelainan fisiologis pada manusia, perubahan jumlah mikroflora keracunan, kegagalan terapi karena resistensi, serta adanya reaksi alergi (Pawestri et al., 2019). Hal inilah yang menjadi salah satu alasan terhadap penolakan hasil perikanan yang diduga masih menggunakan antibiotik. Antibiotik chloramphenicol yang terkandung dalam produk perikanan dapat berasal dari biota perikanan yang telah terpapar antibiotik pada saat pemeliharaan sehingga meninggalkan residu dalam tubuhnya. Habitat biota perikanan juga dapat mempengaruhi adanya kontaminasi antibiotik akibat dari lingkungannya yang telah tercemar (Maurina Sipahutar, 2021). Antibiotik dengan kadar yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan akumulasi residu antibiotik pada jaringan dan menyebabkan dampak buruk efek kesehatan manusia apabila mengkonsumsinya, dan adanya antibiotik dalam ambang batas maksimal akan menurunkan kualitas mutu produk perikanan sehingga hal ini dapat mempengaruhi penolakan terhadap produk ekspor hasil perikanan ke negara lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) untuk mengetahui dan memahami teknik analisis residu antibiotik pada komoditas perikanan menggunakan metode ELISA (Enzyme Linked Imunnosorbent Assay) dengan baik dan tepat, yang pengujiannya berada di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan Kelas A Semarang Jawa Tengah yang merupakan salah satu instansi dengan memberikan pelayanan pengujian kandungan residu antibiotik pada produk perikanan yang sesuai dengan nilai Maksimum Residu Limit (MRL) yang telah ditetapkan pada komoditas perikanan berdasarkan standar regulasi SNI 7587.3:2010.

Kontributor: Dr. Hafiludin, S.Pi. M.Si
Tanggal tercipta: 2022-10-19
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190361100030
No Koleksi: 190361100030


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26058-190361100030-SHAFIRA MUTIA RAHMAH 190351100030 LAPORAN PKL.pdf - 3314 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar