Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-01-06 09:36:53 • 442 klik
IDENTIFIKASI DAN ADVOKASI KEBERADAAN LIMBAH MIKROPLASTIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI BRANTAS
disusun oleh SILFI MAULIDATUR ROHMAH
| Subyek: | LIMBAH MIKROPLASTIK SUNGAI BRANTAS |
| Kata Kunci: | LIMBAH MIKROPLASTIK SUNGAI BRANTAS |
[ Anotasi Abstrak ]
Limbah adalah sisa dari suatu aktivitas usaha atau kegiatan manusia. Limbah dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan, contoh limbah yang banyak di temui dan sangat berbahaya yaitu plastik (Pitoyo et al., 2016). Plastik adalah bahan polimer sintesis yang terbuat dari proses polimerisasi. Keberadaan plastik di kehidupan manusia banyak dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas kehidupan. Plastik memiliki karakteristik yang sulit terdegradasi di alam menjadikan plastik sebagai limbah terbesar yang keberadaannya memberikan dampak buruk terhadap keseimbangan lingkungan. Konsumsi plastik mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir yang berakibat terhadap peningkatan jumlah sampah plastik di lingkungan (Asia Zainul, 2017). Data kementrian lingkungan hidup dan kehutanan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 18,5% dari total 35,48 juta ton sampah nasional berupa sampah plastik yaitu sekitar 6,56 juta ton sampah plastik dihasilkan sepanjang tahun 2020 (Rania Yolanda Hendra Saputra, 2021). Plastik merupakan salah satu sampah terbesar yang ditemukan diperairan laut hingga mencapai 90% dari total sampah secara keseluruhan. Sampah plastik dapat menjadi potensi ancaman bagi makhluk hidup ketika sampah plastik menjadi partikel berukuran mikro dan nano, ancaman tersebut memberikan gambaran bahwa partikel plastik sudah masuk dalam jaring makanan atau food web. Mikroplastik adalah bagian terkecil atau partikel dari plastik setelah mengalami proses degradasi. Mikroplastik memiliki ukuran 0,3 mm 5 mm, mikroplastik memiliki berbagai macam jenis, warna dan ukuran. Mikroplastik merupakan partikel yang sangat sulit di hilangkan keberadaanya dalam perairan, keberadaan mikroplastik ditemukan di permukaan laut hampir 85% dengan ukuran dan jenis yang bervariasi. Identifikasi keberadaan mikroplastik dapat dilakukan dengan menggunakan biota perairan seperti bivalvia (Ayuningtyas, 2019). Bivalvia adalah moluska yang memiliki cangkang setangkup berbentuk simetri bilateral dengan otot aduktor dan reduktor (Ginting et al,2017). Akumulasi mikroplastik pada periaran dapat di identifikasi menggunakan bivalvia karena bivalvia merupakan organisme filter feeder yang memakan semua bahan yang ada di sedimen lingkungan hidupnya. Bivalvia merupakan salah satu kelompok organisme invertebrata yang banyak ditemukan di daerah intertidal, bivalvia memiliki kemampuan adaptasi khusus terhadap lingkungan yang mendapat tekanan fisika dan kimia (Rudi et al, 2017). Sungai Brantas merupakan salah satu sungai terbesar di Jawa Timur setelah Sungai Bengawan Solo. Berkembangnya kegiatan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Brantas memberikan pengaruh terhadap kondisi ekosistem Sungai Brantas karena limbah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat dibuang secara langsung ke badan perairan Sungai Brantas (Lusiana et al., 2020). Permasalahan yang banyak ditemukan di Sungai Brantas yaitu permasalahan di bagian hulu sungai akibat alih fungsi lahan dan logging, banyaknya bangunan liar di bantaran sungai, pencemaran domestik dari aktivitas rumah tangga, dan pencemaran limbah industri yang telah melebihi baku mutu (Sholikhah Zunariyah, 2020). Dampak dari permasalahan-permasalahan tersebut dapat merubah ekosistem sungai menjadi buruk sehingga Penelitian tentang identifikasi mikroplastik di perairan Sungai Brantas perlu dilakukan. Pemilihan lokasi sungai didasarkan pada pemanfaatan sungai dan pemilihan biota bivalvia karena termasuk biota yang termasuk bioindikator dan memiliki kebiasaan makan filter feeder. ECOTON merupakan lembaga yang bergerak di bidang kajian ekologi dan konservasi lingkungan khususnya pada lahan basah dan sungai. ECOTON telah banyak melakukan berbagai macam kajian lingkungan seperti sampah, mikroplastik, biotilik dan sebagainya dengan strategi yang partisipatif, edukatif dan advokasi. Kegiatan penelitian ini dilakukan secara bersama dalam kegiatan magang industri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ECOTON yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi mahasiswa baik soft skill maupun hard skill.
| Kontributor | : AB. Chandra, M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-13 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190351100002 |
| No Koleksi | : 190351100002 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-26075-190351100002-MBKM SILFI MAULIDATUR ROHMAH.pdf - 4146 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN DARI DATA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK) TAHUN 2021
- KAJIAN TATA GUNA LAHAN PADA HASIL PENGUJIAN KUALITAS AIR SUNGAI BRANTAS KOTA BATU
- PEMANTAUAN RUTIN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN KUALITAS AIR PADA ALIRAN SUNGAI BRANTAS DI KOTA BATU TAHUN 2019-2020
- PENGARUH KEPADATAN BAKTERI FECAL-COLIFORM TERHADAP KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BRANTAS DI KOTA BATU
- IDENTIFIKASI DAN ADVOKASI KEBERADAAN LIMBAH MIKROPLASTIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI BRANTAS
Kembali ke Daftar 