Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-01-06 14:11:45 • 747 klik
TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) SAMPEL AIR TAMBAK UDANG LITOPENAEUS VANNAMMEI DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk, PAITON, PROBOLINGGO
disusun oleh Kholid Maulidi Fikriyansah
| Subyek: | TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) TAMBAK UDANG TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk PAITON PROBOLINGGO |
| Kata Kunci: | TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) TAMBAK UDANG TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk PAITON PROBOLINGGO |
[ Anotasi Abstrak ]
Usaha budidaya udang vannamei baru diperkenalkan pada tahun 2000 di indonesia, sejak turunnya produksi udang windu. Industri budidaya udang windu di indonesia telah berkembang sejak tahun 1980 dan tahun 1994 sebagai negara yang memproduksi dan mengekspor udang windu terbesar kedua di dunia. Udang windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyakit udang yang ganas seperti penyakit white spot atau virus bintik putih. Permintaan udang vannamei sangat besarbaik pasar local maupun internasional, karena memiliki keunggulan nilai gizi yang sangat tinggi serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi menyebabkan pesatnya budidaya udang vannamei. Hal tersebut menyebabkan kemungkinan serangan penyakit pada udang vannamei sangat besar. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri, virus, dan jamur dapat terjadi apabila terjadi ketidak seimbangan antara Host, Pathogen Agent, dan Environment. Pada budidaya udang, penyakit yang mudah timbul umumnya disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Jenis bakteri ini mampu berkembang dengan cepat jika bahan organik dalam air tambak banyak. Menurut Singh dan Hameed, apabila populasi Vibrio sp. Lebih banyak disbanding dengan populasi bakteri yang lain dapat menyebabkan penurunan tingkat kelulushidupan udang pada masa pembenihan dan pembesarannya (Cahmberlain, 1991). Teknologi integrated multutrophic aquakulture (IMTA) merupakan salah satu bentuk budidaya dengan memanfaatkan penyediaan pelayanan ekosistem oleh organisme seperti kerang nila dan rumput laut yang disesuaikan dengan mitigasi terhadap limbah organisme tingkat tinggi. Pemanfaatan komoditas udang vannamei, kekerangan, nila dan rumput laut pada budidaya akan meningkatkan nilai tambah pada budidaya perikanan. Kualitas air merupakan salah satu faktor penting agar budidaya bisa berhasil dengan keuntungan yang memuaskan. Untuk memacu akan keberhasilan dalam budidaya membutuhkan perhatian khusus, penurunan kualitas air dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak terkontrol, pengelolaan air yang tidak memadai akan berakibat buruk yang dapat menyebabkan berkembangnya penyakit sehingga kualitas lingkungan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi waktu kualitas air pada tambak budidaya udang vannamei dengan teknologi integrated multitrophic aquakulture (IMTA) (Poernomo,2004;charatchacool et al., 1998). Otonomi perairan merupakan ikan, kepiting, dan lopster dan lain sebagainya, bakteri salmonella sp adalah sebuah bakteri yang menyebabkan sebuah adanya penyakit yang seperti parasit, pembusukan serta toksin bagi perairan yang termasuk udang vennamei sendiri. Bakteri salmonella sp sendiri merupaka bakteri yang rekolasionya yang positif dan bakteri e-coli. Dalam penjelasan disamping bahwasanya bakteri yang menyerang suatu budidaya ikan, kepiting, serta lopster bisa menimbulkan senbuah peyakit pada hewan-hewan laut serta bisa menimbulkan matinya pada hewan ikan, kepiting, lopster (Sutiknowati, 2014). Parameter kimia juga berperan penting dalam kesuksesan budidaya udang vannamei. Parameter kimia merupakan faktor internal dalam keberhasilan bubidaya udang vannamei. Parameter kimia yang penting untuk dilakukan pengukuranya itu oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), dan amonium (NH4+). Oksigen terlarut digunakan untuk pernapasan sebagai bagian proses metabolisme yang kemudian dapat menghasilkan energi untuk pertumbuhan. Nilai optimum kandungan protein pakan udang buatan (pellet) cukup tinggi, yaitu sekitar 40%, sehingga proses pembusukan (perombakan) pellet akan menghasilkan senyawa nitrogen anorganik berupa NH3-N dan NH4 yang merupakan salah satu senyawa toksik bagi udang (Boyd, 1990). Keadaan kualitas air tambak akan berperan terhadap kondisi dan performa udang yang dibudidayakan (Fakhri et al., 2015; Gao et al., 2016). Kualitas air yang sangat fluktuatif akan membuat udang mudah mengalami stres akibat kondisi yang abnormal (Su et al., 2010; Vieira-Girao et al., 2015; Ariadi et al, 2019). Udang yang stres sangat mudah terserang penyakit dan mati, sehingga tingkat mortalitas budidaya akan semakin meningkat (Jiang et al., 2005; Edhy et al., 2010). Fluktuasi parameter kualitas air yang dinamis, salah satunya dipengaruhi oleh faktor input dan limbah budidaya. Limbah input dari budidaya akan semakin meningkat seiring bertambahnya biomassa udang dan umur budidaya udang (Culberson and piedrahita, 1996; Brown et al, 2015). Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang adalah pemberian pakan yang over feeding, karena dapat menurunkan kualitas air tambak sehingga meningkatkan potensi terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Romadhona et al melaporkan bahwa sebanyak 40% kandungan protein yang terdapat pada pakan udang buatan dapat berpotensi proses pembusukan bahan organik yang tidak dapat terurai dengan baik. Hal tersebut akan berdampak pada menurunnya kualitas air budidaya udang vannamei. Central Proteina Prima Paiton Probolinggo melakukan pengujian parameter biologi, kimia dan fisika untuk mendukung kegiatan budidaya udang vannamei. Sampel air yang masuk merupakan sampel dari para customer PT. Central Proteina Prima untuk dilakukan analisa kualitas air tambak budidaya udang vannamei. Salah satu analisa yang terdapat di Training Center dan Laboratorium PT. Central Proteina Prima Paiton Probolinggo adalah analisa Total Bacterial Count (TBC) dan Total Vibrio Count (TVC).
| Kontributor | : Haryo Triadjie, S.Pi., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190351100080 |
| No Koleksi | : 190351100080 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-26078-190351100080-Laporan_PKL_Fikri.pdf - 2782 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ALIH FUNGSI LAHAN TAMBAK GARAM MENJADI TAMBAK UDANG DI DESA LEMBUNG KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR TAMBAK UDANG VANNAMEI SURYA WINDU PERTIWI (SWP) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA PAITON PROBOLINGGO
- ANALISIS KERJASAMA DALAM PENGELOLAAN USAHA TAMBAK UDANG DITINJAU DALAM PERSEPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Desa Batioh Kec. Banyuates Kab. Sampang)
- PENGAWASAN TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN USAHA TAMBAK UDANG
- KANDUNGAN KESADAHAN (HARDNESS) PADA TAMBAK UDANG (Litopenaeus Vannamei) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM CENTRAL PROTEINA PRIMA PAITON, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR
Kembali ke Daftar 