Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-01-09 09:00:51  •  370 klik

DETEKSI DINI DAN SOSIALISASI SOLUSI: ALTERNATIF PENCEGAHAN KONTAMINASI MIKROPLASTIK PADA UDANG (Macrobrachium equidens) DI SUNGAI BRANTAS
disusun oleh ELVINA INDRIANI SUBAKTI

Subyek: UDANG
SUNGAI BRANTAS
MIKROPLASTIK
Kata Kunci: UDANG
SUNGAI BRANTAS
MIKROPLASTIK

[ Anotasi Abstrak ]

Mikroplastik merupakan salah satu bagian dari sampah plastik yang lebih berpotensi serius dibandingkan material plastik yang berukuran besar (Mauludy et al., 2019). Keberadaan mikroplastik di perairan dapat berisiko untuk dikonsumsi oleh biota perairan karena menyerupai makanan. Tuhumury dan Ritonga (2020) menyatakan bahwa keberadaan mikroplastik di badan perairan dapat dikonsumsi secara langsung oleh biota perairan seperti ikan, kerang, crustasea, dan makhluk hidup yang terdapat di dalam suatu perairan. Hanif et al. (2021) menegaskan bahwa pertambahan mikroplastik di perairan laut dikhawatirkan dapat masuk ke rantai makanan dan mempengaruhi biota yang terdapat di dalamnya. Hal ini dapat mengganggu sistem pencernaan suatu biota perairan. Dampak lain yang ditimbulkan oleh mikroplastik di dalam sistem pencernaan biota perairan adalah menghambat tingkat pertumbuhan dan produksi enzim, menurunkan kadar hormon steroid, mempengaruhi reproduksi, dan dapat menyebabkan paparan aditif plastik sehingga bersifat toksik pada biota perairan. Kandungan kimia plastik juga akan ikut terserap dalam tubuh biota perairan. Apabila biota perairan ini dikonsumsi oleh manusia, maka akan terjadi proses transfer senyawa toksik dari biota perairan ke tubuh manusia (Tuhumury dan Ritonga, 2020). Selanjutnya, mikroplastik akan berada di dalam lumen sehingga dapat berinteraksi dengan darah melalui proses adsorpsi dan akan mengikat protein dan glikoprotein dalam darah. Hal tersebut dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pembengkakan usus. Ukuran mikroplastik yang sangat kecil juga memungkinkan terjadinya transportasi partikel mikroplastik ke jaringan organ lain (Budi dan Inneke, 2018). Crustasea termasuk ke dalam kelompok benthos utama yang terdiri dari udang, kepiting, dan udang karang dari kelompok Subfilum terbesar dalam Filum Arthropoda, yaitu organisme akuatik dengan alat gerak (appendages) bersendi. Habitat Crustasea berada pada tepian danau, sungai, dan estuari (Hernawati et al., 2013). Salah satu jenis crustasea yang dapat ditemukan di lingkungan perairan sungai adalah udang. Diani (2020) menyatakan bahwa udang hidup di sungai, danau dan rawa. Siklus hidup udang galah menempati 2 habitat, yaitu di muara sungai saat pemijahan dan kembali lagi ke sungai saat menjadi dewasa. Pinem (1998) menyatakan bahwa udang (Macrobrachium aquides) banyak ditemukan di wilayah muara sungai, lebih suka air payau. Akan tetapi, kadang- kadang berada di air yang di pengaruhi pasang surut. Masyarakat sering mengonsumsi biota perairan, khususnya dari kelompok udang, ikan, serta kerang-kerangan yang berada di perairan, salah satunya adalah udang. Beberapa kalangan masyarakat menyukai jenis udang karena memiliki rasa yang enak serta kandungan gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein hewani dan bermutu tinggi. Adawiyah et al. (2017) menyatakan bahwa kandungan protein pada udang galah sebesar 12,67% yang berasal dari ekstrak limbah kepala udang dengan kandungan unsur glisin yang menyebabkan rasa pada udang menjadi manis dan gurih. Udang galah sering kali dikonsumsi menjadi produk olahan makanan tradisional seperti bothok atau pepes dan gimbal udang galah air tawar. Hal ini dipertegas oleh laporan Adawyah et al. (2017) yang melaporkan bahwa pemanfaatan dan pengolahan udang galah dapat dijadikan sebagai pembuatan pakan budidaya, petis, dan terasi di provinsi Kalimantan Selatan. Hal yang seringkali terlupakan dan tidak di sadari oleh kebiasaan masyarakat yang berada di sekitaran aliran sungai adalah kepeduliannya terhadap udang yang dikonsumsi sebagai sumber makanan tambahan. Masyarakat sering mengabaikan faktor kebersihan dan kesehatan lingkungan perairan, khususnya sungai yang menjadi tempat dan habitat dari udang yang dikonsumsi. Masyarakat dimungkinkan belum mengetahui adanya informasi risiko dan bahaya dari kontaminasi mikroplastik yang dapat ditemukan di sistem saluran pencernaan udang. Shinta et al. (2021) mengungkapkan adanya kontaminasi mikroplastik pada sistem pencernaan udang galah di Sungai Brantas dengan jumlah “mikroplastik” sebesar 0,6-5,46 partikel/ekor yang berasal dari tujuh stasiun pengamatan dengan jenis mikroplastik yang ditemukan berupa fiber, film, dan fragment. Masyarakat masih menyepelekan kegiatan pembersihan dan pembuangan organ atau sistem pencernaan udang sebelum dimasak atau dikonsumsi. Masuknya kontaminasi mikroplastik yang terdapat di dalam sistem pencernaan udang dapat berasal dari kondisi perairan yang terkontaminasi oleh mikroplastik. Harpah et al. (2020) melaporkan adanya kontaminasi mikroplastik pada air di sungai Sei Sikambing Medan dengan jumlah mikroplastik sebesar 28,6 partikel/250 ml air yang berasal dari tiga stasiun pengamatan dengan jenis mikroplastik yang ditemukan berupa fiber, film, fragment, dan granule. Selain ditemukan di sampel perairan, mikroplastik juga dapat ditemukan mengendap di dasar perairan, yaitu di dalam sedimen perairan. Azizah et al. (2020) menyatakan bahwa mikroplastik lebih banyak ditemukan pada sedimen dan terjadi secara terus-menerus yang akan menimbulkan akumulasi mikroplastik pada lapisan sedimen yang lebih dalam. Sifat mikroplastik dapat mengalami perubahan seperti densitasnya atau kepadatanya. Hal ini dapat disebabkan oleh paparan cahaya matahari yang berkepanjangan di laut, pelapukan, dan proses biofouling. Lestari et al. (2021) melaporkan adanya kontaminasi mikroplastik pada sedimen di Pulau Panjang, Jepara dengan jumlah mikroplastik sebesar 3.585-8.107 partikel/m3 yang berasal dari tiga stasiun dengan jenis mikroplastik yang ditemukan berupa fiber, film, dan fragmen. Data terkait jumlah dan jenis mikroplastik yang ditemukan pada sampel udang (Macrobrachium aquidens), air permukaan, dan sedimen dii Sungai Brantas secara komprehensif dan menyeluruh masih sangat sedikit, bahkan masih belum banyak ditemukan adanya upaya pendeteksian dini terkait kontaminasi mikroplastik di Sungai Brantas. Selain itu, juga masih sangat minimnya informasi terkait solusi alternatif yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan kontaminasi mikroplastik terhadap biota perairan yang terdapat di Sungai Brantas. Beberapa penelitian hanya mengkaji dan meneliti jumlah dan jenis mikroplastik pada sampel air (Wijaya dan Thihadiningrum, 2019; Haji et al., 2012; Ayuningtyas et al., 2019). Beberapa penelitian yang lain juga hanya mengkaji jumlah dan jenis mikroplastik pada sampel sedimen (Sitompul et al., 2021; Mauludy et al., 2018; Azizah et al., 2020). Bahkan, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Shinta et al. (2021) juga hanya mengkaji jumlah dan jenis kontaminasi mikroplastik pada sampel Crustacea (udang) dan Gastropoda. Beberapa penelitian terkait mikroplastik (Joesidawati, 2018; Hanif et al., 2021; Suharsono et al., 2021; Basri et al., 2012) juga masih belum mengungkap secara jelas upaya pendeteksian dini terkait kontaminasi mikroplastik di perairan. Begitu pula, masih banyak penelitian terkait mikroplastik yang belum menjelaskan secara detail solusi alternatif yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan kontaminasi mikroplastik terhadap biota perairan yang terdapat di Sungai Brantas.

Kontributor: Abdus Salam Junaedi, S.Si., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-07-13
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100022
No Koleksi: 190351100022


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26080-190351100022-ELVINAINDRI_LAPORAN MBKM.pdf - 4141 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar