Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-01-16 14:21:20  •  366 klik

ADVOKASI DAN IDENTIFIKASI LIMBAH MIKROPLASTIK PADA AIR KOLOM DAN PERMUKAAN AIR DI SUNGAI BRANTAS
disusun oleh ANANTA PUTRA KARSA

Subyek: LIMBAH MIKROPLASTIK
SUNGAI BRANTAS
Kata Kunci: LIMBAH MIKROPLASTIK
SUNGAI BRANTAS

[ Anotasi Abstrak ]

Sampah plastik merupakan salah satu faktor utama dalam kerusakan lingkungan karena sifatnya yang sangat sulit terurai. Perubahan ukuran sampah plastik terjadi karena proses degradasi yang dapat mengubah polimer plastik. Degradasi ini selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan bentuk, ukuran maupun warna plastik. Sebagian besar proses degradasi terjadi di lingkungan pantai karena tingginya tingkat paparan sinar matahari, abrasi fisik oleh gelombang, ketersediaan oksigen serta turbulensi. Zat partikel makroplastik akan terdegradasi kemudian membentuk retakan sehingga akan terbagi menjadi partikel mikroplastik (Yona et al., 2020) Bagian terkecil dari plastik setelah mengalami proses degradasi dikenal dengan mikroplastik. Mikroplastik memiliki ukuran partikel dengan rentang ukuran 0,3 mm – >5 mm. Mikroplastik tidak dapat dengan mudah dihilangkan dari lingkungan perairan dan plastik merupakan bahan yang sangat persisten. Mikroplastik yang masuk ke lingkungan akan terakumulasi di perairan dan tidak mudah dihilangkan karena sifatnya yang persisten. Banyaknya kelimpahan mikroplastik sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan sumber pencemarnya (Ayuningtyas, 2019). Sungai Brantas berperan penting dalam peranan Sungai di Jawa Timur sebagai sungai irigasi dalam sektor persawahan. Air kali Brantas menghasilkan listrik 1 milyar kWh pertahun, menyediakan air baku untuk industri 144 m3 dan PDAM 243 juta m3 pertahun, pariwisata, pertambangan dan penggalian, sarana media belajar, dan ruang bagi keanekaragaman hayati seperti ratusan serangga yang berperan penting dalam penyerbukan, puluhan burung dan organisme perairan lainnya. Kawasan hilir Sungai Brantas merupakan daerah aliran sungai yang kurang baik dalam upaya penanggulangan pencemaran. Wilayah ini meliputi kawasan Mojokerto hingga Surabaya dimana pengelolahan air limbah yang masuk ke perairan belum terkelola dengan baik (Sholikhah and Zunariyah, 2020). Sampah yang dibuang diwilayah sungai akan menjadi limbah dan jika dikelola dengan baik tidak akan menimbulkan pencemaran dan jika tidak dikelola maka akan timbul pencemaran, salah satunya bisa dilihat pada Sungai Brantas, yang sekarang belum tertangani. Masalah dalam pengelolahan limbah adalah sampah plastik yang ada karena masyarakat sekitar bantaran sungai kurang sadar akan bahaya sampah plastik, sehingga diperlukan upaya untuk mengedukasi kesadaran masyarakat dalam pengelolahan sampah, agar pengelolahan sampah plastik ini dapat mengurangi kandungan mikroplastik di perairan tersebut. Dalam penegakan sampah plastik ini butuh dilakukan upaya-upaya yang berkelanjutan untuk memantau keadaan perairan dan juga daerah bantaran sungai itu sendiri. Salah satu lembaga yang konsisten terhadap keadaan perairan Sungai Brantas adalah lembaga ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation). Lembaga ini merupakan lembaga yang bergerak dibidang lingkungan khususnya lahan basah seperti sungai. ECOTON juga fokus dalam pemantauan keberadaan limbah plastik yang sudah terdregadasi menjadi mikroplastik. penelitian tentang mikroplastik. ECOTON juga mengembangkan daerah suaka ikan di lingkungan sekitar daerah tersebut, selain itu juga melakukan kegiatan survei sosial tentang persepsi masyarakat terhadap permasalahan limbah. Kegiatan seperti advokasi juga dilakukan untuk mengevaluasi bahaya limbah plastik kepada masyarakat sekitar sungai di ECOTON dengan membuat press realese dan surat pengaduan kepada pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup. Dari hal tersebut diatas, dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus yang peduli terhadap lingkungan, dilakukan program Magang Industri bagi Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Kontributor: Indah Wahyuni Abida S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-07-11
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100007
No Koleksi: 190351100007


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26155-190351100007-MBKM ANANTA.pdf - 3371 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar