Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-01-25 14:01:59  •  1893 klik

PROSES PRODUKSI TEH HIJAU DI PUSAT PENELITIAN TEH DAN KINA GAMBUNG
disusun oleh ANNA LISBETH PARAIBABO

Subyek: TEH HIJAU
Kata Kunci: TEH HIJAU

[ Anotasi Abstrak ]

Teh adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi dunia. Teh diduga berasal dari Tiongkok tempat teh telah dikonsumsi selama ribuan tahun. Sekitar abad ke-16 pada waktu negara Portugis memperluas kekusaan mereka, minuman teh diimpor ke Eropa dana segera menjadi populer sehinggdga Portugis dan Belanda kemudian memutuskan untuk mendirikan perkebunan-perkebunan teh skala besar di koloni-koloni mereka di daerah tropis. Teh yang ideal membutuhkan temperatut dan kelembaban yang konstan. Kondisi konstan dapat ditemukan di daerah dengan iklim tropis dan subtropis. Di Asia tenggara sekitar 60% teh di produksi. Tanaman teh paling baik dan bermutu hanya akan terdapat di dataran tinggi karena akan menghasilkan teh yang berkualitas, teh dapat dipanen jika umurnya mencapai 4 tahun yang di pilih ialah pucuk daun teh. Perlu diketahui panen yang paling baik ialah dengan panen secara manual, karenanya produksi teh adalah bisnis padat tenaga kerja. Saat ini Indonesia adalah negara ke-7 penghasil teh terbesar di dunia, teh pertama kali datang dari Jepang pada tahun 1684 namun kurang berkembang dengan baik, kemudian didatangkan lagi teh asli dari Sri lanka pada tahun 1877, jenis teh inilah yang berkembang pesat karena lebih cocok dengan tanah di Indonesia. Sekitar 70% produksi teh nasional diproduksi di Jawa Barat, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia, karena Indonesia mampu memproduksi teh 129 ribu ton teh oleh Internasional Tea Committee pada tahun 2015. Menurut Direktorat Jendral Perkebunan Pertanian (2016), luas areal dan produksi tanaman teh di Indonesia setiap tahunnya mengalami penurunan. Pada tahun 2016, luas areal lahan tanam teh yaitu sekitar 118.100 hektar dengan jumlah produksi sebesar 154.688 ton. Penurunan luas areal lahan tanam maupun produksi teh ini dikarenakan sebagian areal kebun merupakan perkebunan rakyat dan merupakan tanaman teh tua peninggalan Belanda. Teh merupakan minuman yang berasal dari olahan daun teh dengan berbagai cara pengolahan yang berbeda. Berdasarkan cara pengolahannya, teh dibedakan menjadi tiga yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Teh hijau merupakan teh yang diolah tanpa proses fermentasi, teh oolong diolah secara semi fermentasi, sedangkan teh hitam diolah dengan proses fermentasi. Pada saat ini produk olahan teh telah banyak dikenal oleh masyarakat, mulai dari teh saring, teh celup, hingga teh siap saji dalam kemasan gelas, kertas maupun botol. Proses produksi teh yang baik dan memenuhi standart yang telah ditetapkan akan menghasilkan produk teh yang baik dan mempunyai standart mutu yang baik pula. Salah satu proses produksi teh yang sangat penting adalah proses pengeringan. Hal ini dikarenakan hasil akhir atau produk jadi berupa teh kering dengan kadar air yang sangat rendah. Pengeringan memegang peranan penting dalam pengawetan dan mempertahankan mutu bahan hasil pertanian dari proses produksi hingga sampai ke konsumen. Proses pengemasan juga merupakan salah satu proses penting dalam suatu produksi. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi bahan pangan yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik seperti benturan, gesekan maupun getaran. Pengemasan juga berfungsi untuk menempatkan produk industri agar mempunyai bentuk yang mudah dalam penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi. Pusat Penelitian Teh Dan Kina Gambung (PPTK Gambung) didirikan pada tanggal 10 januari 1973 merupakan pusat penelitian teh terbesar di Asia Tenggara, dengan nama pada saat didirikan adalah Balai Penelitian Teh dan Kina. Mandat BPTK adalah melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina. Kebun Gambung berdiri sejak zaman Belanda berlokasi di Ciwidey, Kabupaten Gambung, Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Tilu. Kebun Gambung memiliki lahan seluas 600 hektar, yang mayoritas perkebunan teh seri Gambung dan sisanya hutan alami. Selama ini daun teh terbaik khas Gambung diolah menjadi teh hijau, hitam dan putih, yang disajikan dengan ragam produk bermutu. Untuk pabrik teh hitam kapasitasnya 18 ton pucuk teh segar per hari, pabrik teh hijau 5 ton pucuk teh segar per hari, dan pabrik teh putih 12,5 ton pucuk per tahun.

Kontributor: Iffan Maflahah, S.TP., M.Si
Tanggal tercipta: 2020-11-25
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-150331100090
No Koleksi: 150331100090


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26381-150331100090-PKL_150331100090.pdf - 1112 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar