Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-01-27 09:00:26  •  480 klik

MANAJEMEN BUDIDAYA MAGGOT DI USAHA NURALARVA SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK
disusun oleh FADILA ROSA FARKHA IMELDA; ISANUR CAHYANTI; AHMAD QOHHARUDDIN; ROBBI’UL CHOFIYANA; ARIA RAYHAN PUTRA

Subyek: MAGGOT
Kata Kunci: MAGGOT

[ Anotasi Abstrak ]

Pakan menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang suatu perkembangan usaha budidaya ternak. Ketersediaan pakan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup hewan ternak yang dibudidayakan. Hingga kini pemanfaatan bahan pakan belum tertanggulangi, dalam arti kompetisi diantara pangan dan pakan masih terus berlanjut terutama pakan sumber protein, sehingga menimbulkan dilema bagi pembudidaya (Mudeng et al., 2018). Semakin tinggi harga bahan pakan sumber protein tentu menjadi perhatian untuk pembudidaya karena penyediaan untuk pakan yang berkualitas merupakan komponen terbesar dalam kegiatan untuk memulai budidaya, yaitu 50- 70% (Katayane et al., 2014). Di negara-negara berkembang, sumber protein untuk formula pakan umumnya diperoleh pada protein hewani dan nabati, seperti bungkil kedelai, tepung ikan, tepung darah atau tanaman leguminosa. Namun demikian, protein adalah komponen pakan paling mahal dibandingkan dengan yang lainnya. Akibatnya, pemenuhan sumber protein pakan yang berkualitas membebani biaya produksi pembudidaya (Wardhana, 2016). Salah satu kendala dalam penyediaan pakan buatan untuk hewan ternak yaitu sumber protein hewani dengan menggunakan bahan baku tepung ikan. Sementara tepung ikan masih menjadi komoditas impor hingga saat ini. Pada tahun 2016 Indonesia mengimpor bahan baku pakan ikan hingga 221.564 ton (Andriani et al., 2020). Semakin meningkatnya harga sumber-sumber protein dan adanya ancaman ketahanan pakan ternak, tekanan lingkungan, permintaan protein di pasar menyebabkan harga protein yang berbasis hewan semakin mahal. Oleh karena itu, studi pakan yang berkembang pada saat ini ditujukan untuk mencari sumber protein hewani alternatif. Pakan alternatif diharapkan dapat menjawab permasalahan pakan saat ini yaitu harga bahan pakan protein hewani yang terus naik. Penentuan bahan baku alternatif dengan sumber protein hewani juga perlu memiliki beberapa syarat, yaitu: tidak berbahaya bagi hewan ternak, tersedia sepanjang waktu, mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ternak, dan bahan tersebut tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia (Ula et al., 2018). Kini penggunaan insekta sebagai sumber protein alternatif telah banyak dikembangkan. Menurut (Wardhana, 2016) protein yang bersumber pada insekta lebih ekonomis bersifat ramah lingkungan dan mempunyai peran yang penting secara alamiah. Di samping itu, budidaya insekta dapat mengurangi limbah organik yang berpotensi dapat mencemari lingkungan. Berdasarkan dengan persayaratan tersebut, maggot (larva) lalat black soldier dapat dijadikan behan baku pakan alternatif. Maggot adalah organisme yang berasal dari telur lalat blacksoldier dan salah satu organisme pembusuk karena mengonsumsi bahan-bahan organik untuk tumbuh (Silmina et al., 2011). Maggot merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki protein tinggi. Maggot mengandung 41-142’% protein kasar, 31-35% ekstrak eter, 14-15% abu, 4,8-5,1% kalsium, dan 0,6-0,63% fosfor dalam bentuk kering (Ula et al., 2018). Berdasarkan kandungan protein hewani yang terkandung dalam maggot (larva) merupakan salah satu insekta yang mulai banyak dipelajari karakteristiknya dan dibudidayakan karena dapat meningkatkan keuntungan pembudidaya dlam defisiensi usaha dengan mengurangi biaya produksi khususnya dalam penyediaan pakan ternak. Usaha Budidaya Maggot Nuralarva menjadi alternatif pilihan lokasi Praktik Kerja Lapang (PKL) karena merupakan usaha budidaya yang dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dengan menjadikan Maggot sebagai bahan pakan alternatif bagi hewan ternak.

Kontributor: Novi Diana Badrut Tamami, SP.,MP,
Tanggal tercipta: 2022-11-07
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180321100113
No Koleksi: 180321100113


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26480-180321100113-Fadila Rosa#180321100113#LaporanPKL.pdf - 1880 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar